Hai hai aku update lagi nih
Kalian masih nungguin cerita nya gak
Jangan lupa komen dan vote ya
Terima kasih
.
.
Selamat membaca
---
Keesokan Pagi
Pagi itu, udara di dalam kamar terasa lebih sejuk. Lisa terbangun dari tidurnya, masih merasa nyaman dalam pelukan Seung Cheol yang sedang tertidur di sampingnya. Perlahan, ia membuka matanya dan menatap Seung Cheol yang tampak tenang, wajahnya masih terlelap dalam tidur. Lisa sedikit terkejut karena ia tidak ingat bagaimana bisa tidur di tempat tidurnya, tapi senyuman kecil terukir di bibirnya saat menyadari bahwa dia merasa aman dan nyaman.
Setelah beberapa menit, Lisa perlahan bangkit dari tempat tidur dan berjalan menuju kamar mandi. Dia melihat Seung Cheol masih tertidur, tubuhnya bergerak sedikit karena gerakan Lisa. Lisa menatapnya sejenak, bingung antara ingin membangunkannya atau membiarkannya tidur lebih lama.
“Apa yang terjadi tadi malam?” pikir Lisa dalam hati. “Kenapa aku merasa seperti ada yang berbeda?”
Setelah mandi, Lisa memutuskan untuk menuruni tangga menuju ruang makan. Seok Jin dan Chang Wook sudah duduk di meja, mempersiapkan sarapan.
“Good morning, beby,” sapa Seok Jin dengan senyuman lembut.
“Good morning, oppa!” jawab Lisa dengan ceria, meski matanya masih sedikit sayu.
Chang Wook yang duduk di samping Seok Jin tersenyum lebar, menatap Lisa dengan hangat. “Tidur nyenyak beby?”
Lisa mengangguk. “nee oppa. Aku merasa tidur sangat nyaman sekali semalam.”
Tiba-tiba, Lisa teringat kejadian semalam, saat Seung Cheol membawanya ke kamar setelah dia tertidur di sofa. Dia merasa canggung seketika, tetapi ia bingung mengapa ia merasa ada sesuatu saat lisa tidur dikamar Seung Cheol, tetapi tidak ingin menunjukkan hal itu lisa melihat me arah Seung Cheol dan Seung Cheol yang merasa diperhatikan langsung tersenyum lembut ke arah lisa. Lisa mencoba mengalihkan perhatiannya dengan mengobrol ringan.
"Mungkin hanya perasaan ku saja. Dan Seung Cheol oppa bertingkah seperti biasa nya, aku tidak melihat ada yang salah, ia juga bersikap seperti biasa nya!".
(Ucap nya di dalam hati yg penuh dengan pemikiran saat ini)
Mereka semua menikmati sarapan sambil bercerita tentang kegiatan yang ingin mereka lakukan hari ini. Seok Jin mengusulkan untuk pergi berbelanja, sementara Chang Wook menyarankan untuk beristirahat dan bersantai di rumah.
Saat Lisa dan yang lainnya berada di mobil menuju pusat perbelanjaan, Dokyeom mengirimkan pesan ke ponselnya. Lisa melihat layar ponselnya menyala, dan senyum kecil muncul di wajahnya saat ia membaca pesan itu:
DK🐕⭐
"Lice, ada rencana hari ini? Kalau kosong, aku mau me ngajak mu makan siang."
Seok Jin, yang duduk di samping Lisa, memperhatikan senyumnya. "Dari siapa, Lice?" tanyanya iseng.
Lisa cepat-cepat menutup ponselnya. "Bukan siapa-siapa, oppa," jawabnya sambil tersenyum, mencoba mengalihkan perhatian Seok Jin.
Di sisi lain, Dokyeom sedang bersiap-siap di rumahnya. Ia memastikan penampilannya rapi sebelum keluar. Dokyeom dan Lisa memang sangat dekat. Mereka sering berbagi cerita dan tawa, namun bagi Dokyeom, Lisa adalah lebih dari sekadar teman. Ia ingin Lisa tahu betapa seriusnya perasaannya.
Sementara itu, di pusat perbelanjaan, Lisa terus berpikir apakah harus menerima ajakan Dokyeom. Namun, pikirannya terpecah antara kedekatannya dengan Dokyeom dan perasaan aneh yang ia rasakan terhadap Seung Cheol pagi itu.
Ketika mereka selesai belanja, Dokyeom tiba-tiba muncul di depan toko tempat Lisa dan yang lainnya berada. Dengan senyuman cerahnya, ia melambaikan tangan. "Anyyong yeedera,..,! Kebetulan sekali kita semua berkumpul di sini."
"Dk!" Lisa tampak terkejut sekaligus senang.
Seok Jin tertawa kecil. "Benar-benar kebetulan,? Atau memang sudah diatur?"
Dokyeom tidak menanggapi ejekan itu. Ia hanya menatap Lisa dengan lembut. "Lice, ada waktu sebentar? Aku mau ajak mengajak mu ke tempat favoritku."
Mendengar itu ketika saudara masing masing memiliki Opini tersendiri yang sedang mereka gelut kan di dalam kepala mereka.
"Apakah ada sesuatu yang spesial di antara mereka berdua?"
(Ucap Chang Wook dalam hati, merasa sedikit sedih, ia takut lisa akan berubah nanti nya jika sudah mengenal pria yang disukai nya)
Dan bisa kalian pikir kan bagaimana isi hati Seok jin saat ini, ia juga merasa sedikit rasa cemburu di hati nya. Tetapi demi memperlihatkan ketidak curiga lisa terhadap saudara nya. Mereka bersikap seperti biasa.
Chang Wook menyikut Seok Jin, berbisik sedikit kuat agar bisa didengar oleh kedua nya, " ini bukan kebetulan, Jin. Seperti memang sudah direncanakan"
Lisa yang mendengar bisikan tersebut berusaha untuk mengabai kan nya.
Lisa ragu sejenak, tetapi akhirnya mengangguk. "Baiklah, oppa. Tapi hanya sebentar, ya."
Dokyeom tersenyum lebar. "Tentu!"
Seung Cheol, yang tidak ikut berbelanja, menerima kabar tentang ini dari Seok Jin melalui pesan. Ia hanya membaca pesan itu tanpa ekspresi, tetapi di dalam hatinya ada perasaan yang sulit ia jelaskan. Ia tahu bahwa Dk sedang berusaha mendekati Lisa, dan entah mengapa, itu membuatnya gelisah. Namun, seperti biasa, ia memilih untuk tidak mengungkapkan apa yang dirasakannya ia akan tetap berusaha memendam perasaan nya.
Di sisi lain, Dk membawa Lisa ke sebuah taman kecil yang sepi. Ia mengeluarkan sebuah bunga kecil dari sakunya dan memberikannya kepada Lisa.
“For you,” katanya dengan senyuman hangat. “Aku tahu ini sederhana, tapi aku ingin menunjukkan kalau aku benar-benar serius ingin dekat denganmu.”
Lisa menerima bunga itu dengan senyuman, tetapi ia merasa canggung. Perasaannya begitu rumit. Ia merasa nyaman dengan Dokyeom,
Hari itu, Lisa pulang dengan hati yang gembira. Ia menyukai perhatian Dokyeom.
Bagaimana ceritanya seru gak
Disini lisa bingung dengan diri nya
Kenapa dia merasa canggung dengan Seungcheol
Ia mencoba mengingat kembali kejadian tadi malam
Namun ia tidak mengingat ada yang salah
Lisa bimbang
Aku juga jadi ikut bimbang
Jangan lupa komen dan vote ya
Terima kasih udah baca cerita nya
.
.
Ditunggu update selanjutnya ya
Thanks for you
.
.
KAMU SEDANG MEMBACA
Kepolosan
RomanceLisa gadis yang sedikit polos. Ketiga saudara lisa yang teramat sayang, posesif dan mencintai nya. Akan kah kisah lisa berakhir bersama salah satu saudara nya. Atau bersama lelaki yang menjadi pilihan nya.
