enjoy
ʘ‿ʘ
"Abang, bentar lagi kan ujian, Abang mau taruhan?" Tanya Caine dengan semangat.
Rion mengernyit heran, "Taruhan apa?"
"Kalau nilai adek lebih tinggi dari Abang nanti, Abang harus ajak adek jalan-jalan ke dufan ya ya ya?" Menurut Caine hanya dengan taruhan ini dia bisa kesana.
Kalau dengan Rion pasti Papa nya akan mengizinkannya, kalau sendirian mana boleh.
Gak heran, pasti kemaunnya ini bocil ada aja, dasar. batin Rion mencibir.
"Ngapain kesana?"
"Nyari cabe!"
Rion mendengus mendapat jawaban ngegas dari si cebol.
"Ya ngapain lagi kalau engga main abanggg," Rengek Caine merasa Rion terlalu basa-basi.
"Mending dirumah. Dan emang Papa bolehin kamu kesana?" Rion melirik Caine jengah.
"Ya kalau dengan Abang pasti Papa bolehin." Balas Caine tersenyum lebar dengan mengerjapkan matanya kearah Rion dengan niat merayu.
Caine sudah terbayang bagaimana serunya saat mereka bermain ke dufan.
Rion membulatkan mulutnya, ternyata rencananya dia dijadikan alat untuk kebebasan si kecil. "Males," Jawabnya singkat, padat dan dapat membuat senyum si bayi tomat luntur.
"Abang ih!" Caine memajukan bibirnya sehingga hampir menyamai bebek. "Sekali ini aja, ya? Abang Rion tuh baik deh, udah baik ganteng lagi, lebih leboh dari siapapun. Paket komplit deh pokoknya!" Rayuan mautnya.
Demi demi deh, Batin Caine. Padahal nyebut Rion ganteng aja udah pengen muntah.
Rion menatap datar Caine. Bertahun-tahun bersama, sifat bayi tomat satu ini gak pernah berubah, kalau ada maunya pasti omongannya manis-manis.
Ini kalau dia tetep nolak pasti dijamin langsung keluar omongan paitnya.
"Tapi misalnya nilai Abang lebih tinggi. Caine jadi babu abang sebulan, gimana?" Tak mau kalah, Rion balik memberi taruhan.
Seorang Abang mana yang tidak ingin melewatkan kesempatan berharga seperti ini? Pastinya bukan Rion.
Lagi pula, menang atau kalah pun Rion tak akan ada ruginya.
Caine sedikit menganga, ia mengalihkan pandanganya berpikir. Jika dia ada kesempatan menang dia untung, tapi kalau kalah, hush, jangan sampe deh.
"Tapi sebulan itu kelamaan Abang! Aku aja main ke dufan nya cuma semalam, sedangkan Abang membabukan adeknya ini sebulan. Mana adil! Abang ga inget sila kelima ya?" Ocehnya dengan mulut kecil.
Mereka sadari tadi mengobrol sambil berjalan, jalan kearah gerbang sekolah.
Kalau di tanya kemana anak genk Noir yang lain, mereka udah pulang duluan ninggalin mereka berdua. Memang satu genk itu isinya gak ada rasa kesetiaan.
"Yaudah, seminggu."
Caine ingin kembali protes tapi diurungkan karena manik emasnya melihat penampakan sosok Papanya yang berada di dekat mobil menunggu mereka.
KAMU SEDANG MEMBACA
Caine C. Kalandra
De Todo|slow update| Si bayi tomat kesayangan semua orang. Warning! - Bromance | Brothership - Fluffy(?) - Cerita ini hanya karangan atau lebih jelas tidak nyata. - Alur cerita asli dari otak dan dilarang plagiat. - Saya hanya meminjam nama karakter dari G...
