Enjoy
(つ✧ω✧)つ
"Mama tau ngga?" Mulut kecil Caine mengoceh sambil mengunyah kue yang dibeli Marcel. "Tapi engga jadi deh." Katanya.
Shea terkekeh mendengar perkataan bungsunya. Caine pasti sudah di tahap bingung ingin berkata apa dan hanya berbicara mengikuti kata otak kecilnya.
"Eh tapi bagusnya nanti kita bicarain bedua aja ya Mah? Ini diskusi penting." Ucap Caine sembari kembali memasukan makanan ke mulut kecilnya.
"Dasar bayi." Marcel menjawil hidung bengir milik Caine yang berada di pangkuannya.
"Dasar aki aki." Caine menjawab dengan balik mengatai.
Rion tertawa puas di tempat. Tidak ada yang berani mengatai Marcel seperti itu selain Caine.
Caine menunduk menyadarinya tatapan Marcel berubah menjadi datar. Di bilang takut ya engga, cuma hawanya seperti sedang tatapan sama malaikat maut.
sensi amat. batin Caine mulai julid.
"Papa." Panggil Caine pada Papanya yang sedang bermain laptop.
Dirumah pun tetap kerja. Padahal Edward bosnya.
Tetapi Caine pernah sesekali ngomel-ngomel sama Papanya karena kerja terus. Sampe Caine bilang Marcel aja yang kerja, Papanya jangan.
Sayangnya Marcel pintar sekali mengibuli adiknya dengan berkata jika Papa tidak bekerja Caine tidak akan bisa membeli kebun binatang yang ada di seluruh dunia.
Sampai si bayi nyuruh Papanya tidak usah berhenti kerja. Dan si Rion juga ikut terbawa, disuruh abis lulus sekolah harus langsung kerja bantuin Papanya.
Impian Caine itu membebaskan semua hewan yang ada di kebun binatang. Soalnya kasian mereka tidak salah apa-apa tapi batiba masuk penjara.
Pikirannya polos emang, tapi kalo Rion bilang polos nyerempet kebegoan.
"Kenapa sayang?" Jawab Edward mulai memfokuskan atensinya pada putranya.
"Palingan mau minta tambahin uang jajan," Celetuk Rion asal.
"Dasar setan berkepala ungu!" Rasanya Caine ingin sekali mereog dan menjambak kepala sang Abang.
Jika saja perutnya tak di tahan Abang Marcel. Kepala Rion pasti akan benar-benar terkena bahaya.
Rion ini memang suka sekali menganggu Caine. Selalu saja ada hal yang sampai membuat si bayi mengumpat padanya.
"Papa, ayo main ke rumah Kakek Nenek." Ucap Caine mengedipkan dua matanya kearah Papanya dengan niatan merayu.
"Ini sudah terlalu sore, kalau kesana sekarang jadi harus menginap. Besok Adek sekolah kan?" Ujar Edward.
Rion terlihat berlalu pergi ke dapur.
"Tapi mau ketemu Kakek sama Nenek. Kita dah lama loh engga main kesana. Ya Pah?" Bujuk Caine.
"Bentar lagi adek ujian kan? Habis itu libur, pas libur kan bisa kita main sekalian nginap disana." Shea membantu Edward yang kelihatan kebingungan mencari jawaban.
KAMU SEDANG MEMBACA
Caine C. Kalandra
Losowe|slow update| Si bayi tomat kesayangan semua orang. Warning! - Bromance | Brothership - Fluffy(?) - Cerita ini hanya karangan atau lebih jelas tidak nyata. - Alur cerita asli dari otak dan dilarang plagiat. - Saya hanya meminjam nama karakter dari G...
