Enjoy
(⊙_◎)
Perpustakaan,
Caine dan Rion sedang berada di perpustakaan sekarang.
Karena ketahuan ulangan nyontek dari ponsel Rion tadi, jadinya mereka terkena hukuman membersihkan perpustakaan.
Memang lagi apes, biasanya padahal jarang ketahuan.
Jangan pikir OSIS gak bisa nakal. Ini buktinya Caine bisa. Tapi si bayi tomat begitu juga karna terlalu bergaul sama si Rion Rion ini.
"Abang itu lah, sudah tau mau liat google malah suaranya gak dipelanin,"
Malu dia tuh, pas lagi waktu sunyinya tiba-tiba suara 'Bedasarkan pencarian..' terdengar, mana khas banget, ga ada yang gak asing sama tuh suara mba-mba.
"Hush, namanya juga manusia bukan nabi boy," Jawab Rion. Ia menendang asal buku yang tergelak di bawah hingga sampai ke kolong lemari. "Nyemakin." Gumamnya malas.
Caine memilih melanjutkan merapikan buku-buku.
Rion terpikirkan tentang Caine yang bertemu dengan Elang dkk. "Dek, kenapa bisa sampe ke atas tadi?" Celetuknya.
Caine mengernyit dan menatap Rion sengit, "Bukannya udah dikasih tau sama Garin? Lagian juga gak usah dibahas lagi bisa gak?
"Gak, abang mau tau kok bisa Ade Abang sampe mau mau aja ke rooftop. Padahal jelas-jelas di bagian atas tuh tempat tongkrongannya si Elang, apa mau caper?" Sarkas Rion. Sebenarnya gak enak hati mau ngomong, cuma gara-gara ketularan asbun nya Gin ya begitu.
Krak
bugh
Nah kena kan.
"Nying," Ringisan Rion terdengar yang terlihat memegangi kepalanya yang berdenyut akibat dipukul pakai buku dengan si bayi.
"Tuh! Makan tuh caper!" Seru Caine geram. "Emang Elang pemilik rooftop? Iya? Sampe aku gak boleh ke atas gitu?" Imbuhnya dengan menggebu-gebu.
Marah dia tuh, marah!
Rion berdecak kesal, ia menarik tangan Caine mendekat. "Abang cuma gak mau kamu ada hubungan sama tuh orang, apalagi sampe deket, hish.. jangan sampe." Ucapnya dengan nada rendah.
Rion benci sekali dengan rombongan Elang itu, tapi Rion lebih ke tidak suka omongannya mereka.
Kalau Elang nya jarang, cuma temen-temenya itu.
Rion malesnya di Elang itu karena sering kalau ketemu paspasan pasti selalu megancamnya dengan kata-kata 'Jaga Caine baik-baik yon, sebelum nanti gue bakal jadiin dia adek gue'.
Walau dia tau itu tidak akan pernah terjadi, tetapi dia takutnya di Caine, adiknya sendiri, sifat Caine ini kadang mudah lengket kalau udah luluh.
Ibaratnya kaya kucing yang sering di beri whiskas jadi nganggap itu babu sejatinya. Ya gak jauh beda, kalau Caine nganggap sebagai penghasil cemilannya.
Soalnya kalau dirumah, Caine jarang dibolehin ngemil, takut entar gak mau makan nasi lagi anaknya.
"Suka suka Abang deh," Caine mengerucutkan bibirnya. Abangnya terlalu lebay untuk dirinya yang banyak tingkah.
KAMU SEDANG MEMBACA
Caine C. Kalandra
Casuale|slow update| Si bayi tomat kesayangan semua orang. Warning! - Bromance | Brothership - Fluffy(?) - Cerita ini hanya karangan atau lebih jelas tidak nyata. - Alur cerita asli dari otak dan dilarang plagiat. - Saya hanya meminjam nama karakter dari G...
