Enjoy
(´ε` )
Ujian kenaikan kelas telah selesai. Mereka mendapatkan liburan selama sebulan. Para anak sekolah tentu senang, selama sebulan mereka dapat terbebas dari pendidikan mengerikan.
Termasuk Rion dan juga Caine, mereka berniat menikmati liburnya dengan pergi ke rumah Nenek Kakek.
Rion juga beruntung Caine tak mengungkit-ungkit kesepakatan yang di buat anak itu di hari sebelumnya.
Caine juga sangat gembira saat mengetahui Abang Marcel ikut pergi ke rumah Nenek.
Biasanya setelah lebih seminggu, Marcel akan kembali ke luar negeri mengurus pekerjaannya.
Jadi bagi Caine ini benar-benar kejadian langka dan menganggapnya liburan keluarga.
Mereka pergi menggunakan jet pribadi. Orang tua Edward tinggal di Eropa bagian tengah, yaitu Jerman.
Caine sempat bingung dan bertanya-tanya. Kenapa Papa nya memilih tinggal di Indonesia dari pada Jerman.
Dan kenapa hanya dia yang di lahirkan di Indonesia? Sedangkan Marcel dan Rion di lahirkan di Jerman.
Bukan bermaksud ingin pilih-pilih tempat dimana harus menghidupkan nya. Caine hanya ingin couple sama para Abangnya yang lahir nya di negara yang sama.
Bukan hanya itu, Abang keduanya yang tak punya hati pun selalu saja mengejek 'berbeda berarti anak pungut' yang mana membuat dada nya sakit dan hati nya retak sampai hampir terbelah menjadi sepuluh.
Caine benar-benar mengutuk lelaki berambut ungu itu.
Walaupun Caine mempunyai Papa yang faktanya orang Jerman asli. Tetapi tetap saja Caine mana mungkin bisa menguasai bahasa daerah tempat kelahiran Papa nya itu.
Malahan bahasa Inggris menurut Caine sedikit lebih mudah dari pada bahasa Jerman.
Pernah Caine mencoba belajar langsung dengan Nenek nya, tetapi entah kenapa mulutnya selalu tidak sinkron dengan otaknya sehingga sering kali berbelit-belit.
Untungnya saja Nenek dan Kakek nya bisa berbahasa Indonesia.
***
Tampak beberapa mobil mulai memasuki area perkarangan rumah mewah.
Rumah mewah itu berdiri megah di tengah hutan. Memang sekelilingnya hutan, tetapi ketika sudah melewati pintu gerbang, maka mata kita akan langsung dimanjakan dengan keindahan bermacam tanaman yang sangat terawat di halaman luas rumah mewah tersebut.
Sewaktu kecil bahkan Caine pernah menceplos bahwa Kakek Nenek nya yang mempunyai sifat Introvert karena memiliki rumah yang cukup jauh dari perkotaan.
Caine lebih dulu turun setelah mobil berhenti. Di antara yang lain, si bayi tomat terlihat yang paling bersemangat. Karena wajah antusias nya yang sangat terpampang jelas.
Sepasang bola mata indah menyapu pemandangan sekitar sampai terhenti tepat pada dua orang yang berdiri menatapnya.
Manik matanya berbinar cerah, garis bibirnya tertarik membentuk senyuman manis. Kaki nya tidak bisa diam seakan tidak sabar untuk menabrak dua orang tersebut dengan sebuah pelukan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Caine C. Kalandra
Acak|slow update| Si bayi tomat kesayangan semua orang. Warning! - Bromance | Brothership - Fluffy(?) - Cerita ini hanya karangan atau lebih jelas tidak nyata. - Alur cerita asli dari otak dan dilarang plagiat. - Saya hanya meminjam nama karakter dari G...
