Enjoy
ಠ︵ಠ
Caine berjongkok melihat dua jenis snack berbeda. Terlihat persis seperti bocah yang kebingungan memilih jajanan.
"Om Zee mau tanya dong, enaknya manis tapi gak kenyang atau pedas tapi kenyang?"
Singkat saja, Caine mudah kekenyangan kalau makan pedas. Soalnya mulutnya kalau udah hu ha hu ha mana mau makan lagi.
Kekenyangan minum air putih.
Zee terlihat kebingungan. "Tuan muda tidak ingat kalau tidak di perbolehkan makan makanan pedas dengan tuan besar?" Peringatnya.
Caine menepuk keningnya pelan. "Oh iya ya. Raja bakal ngamuk kalau tau ya? Makasih udah ingetin ya om, ntar kita sembunyiin aja jajannya kalau udah sampe rumah."
Zee kelimpungan sendiri karna salah berbicara. Niat mengingatkan malah berakhir membantu.
Mana Rion sedang tidak berada di dekat mereka. Tidak ada harapan untuk Zee yang malang ini mendapat bantuan.
"Om sini ih! Tulang leher aku bisa bisa nanti ke geser kebanyakan liat ke atas," Caine menarik Zee untuk ikut berjongkok.
"Jadi enaknya manis atau pedas? Aku minta pendapat om loh ya, bukan minta di ingetin larangan Papa." Sengit Caine merasa kesal.
Zee harus menjawab tanpa kesalahan kali ini. Jawaban yang membuatnya tidak dalam bahaya. "Kalau begitu yang manis saja tuan muda."
"Oke, yang pedes." Caine mengambil snack pilihannya.
Zee tampak terdiam mencerna kejadian yang baru terjadi. Empat kata lucu untuk hari ini, tuan mudanya mempermainkan dirinya. Pria itu hanya bisa menahan gejolak dalam dirinya.
Di umurnya yang sudah berkepala tiga tetapi belum mempunyai anak, dia cukup terhibur dengan kelakuan tuan mudanya.
Terhibur dalam arti hiburan mental sebelum mencapai tahap gila.
"Excuse me,"
"Apa?" Caine menoleh ke belakang.
Seorang pria cukup tinggi menangkap pemandangan mereka berdua yang sedang berjongkok.
Zee segera berdiri dan membantu Caine ikut berdiri.
"Om sakit ya? Kok pucet gitu," Tanyanya khawatir. Jiwa kepedulian Caine ini tinggi asal kalian tau.
Pria itu tampak mengernyit tak mengerti dengan perkataan Caine. "Sorry, can you use english?"
Kepala Caine sedikit di miringkan tanda bingung. Caine menatap Zee dengan mata bulatnya. "Orang inggris? Gulai?"
"Bule." Zee membenarkan perkataan tuan kecilnya.
Caine kembali menatap orang bule itu berbinar. Dengan kesadaran diri, Caine berdehem pelan sebelum berbicara. "What is your name?"
Caine bisa bahasa inggris tapi setengah atau mungkin sedikit, itupun kalimat kalimat umumnya. Caine kalau bahasa inggris bisanya ngartiin satu-satu perkata.
KAMU SEDANG MEMBACA
Caine C. Kalandra
Random|slow update| Si bayi tomat kesayangan semua orang. Warning! - Bromance | Brothership - Fluffy(?) - Cerita ini hanya karangan atau lebih jelas tidak nyata. - Alur cerita asli dari otak dan dilarang plagiat. - Saya hanya meminjam nama karakter dari G...
