"Dek sudah berapa persen pembangunan butik mu itu?"
"Kayanya satu bulan lagi selesai . Mungkin 2 atau 3 bulan lagi mulai aku buka"
"Setelah buka butik gimana dengan perusahaan?"
"Karena itu makannya dari sekarang aku udah buka lowong an pekerjaan untuk di butik . Aku ingin semua pekerja memiliki keahlian yang baik . Sehingga dimana aku dibutuhkan di perusahaan aku tidak khawatir dengan butik"
"Bagus pemikiran mu sudah dewasa dek kamu sudah mampu berpikir untuk kedepannya"
"Ngomong ngomong hubungan abang dengan Ayu gimana?"
"Abang berhenti mengejarnya"
"Kenapa ? Bukannya Ayu tidak menolak abang deketin"
"Abang tidak bisa santai seperti mu dek"
"Santai gimana ?"
"Kamu tidak perduli Ridwan dengan wanitanya . Sedangkan abang sangat cemburu ketika Ayu menemui kekasihnya. Abang sering melarangnya untuk tidak menemui pacarnya . Ayu marah dan pada akhir nya kita bertengkar"
"Ya ialah Ayu marah kalau abang mengekang nya . Harusnya abang tahu diri kaya aku orang kedua ya jangan banyak perotes"
"Bisa bisanya dek kamu selingkuh dengan mantan suami mana sekarang udah jadi suami orang lagi"
"Aku sudah tidak merespon panggilan dari dia lagi kok bang . Aku kaya jijik kalau ingat dia menghabiskan malam bersama istrinya "
"Emang kamu tahu dek?"
"Ya habis nikah apa lagi ? Ya pastinya bikin anak"
"Bukannya kata Ridwan kamu juga tidak di tidur waktu nikah"
"Itu dulu Ridwan masih belum tahu kenikmatan sedang kan sekarang dia sudah dewasa pasti dia ingin kebutuhan biologis nya di penuhi"
.
.
.. Sementara itu
"Mas kita udah 1 bukan loh nikah tapi kamu tidak pernah mau tidur denganku . Apa aku begitu tidak menarik?"
"Dengar ya Via satu saya tidak menginginkan pernikahan ini kedua kamu kan ingin mengejar karir . Kamu tidak ingin memiliki anak dulu . Jadi untuk apa saya tidur denganmu ?"
"Tapi kan ada pengaman buat jaga jaga biara aku tidak hamil dulu"
"Tapi saya tidak mau . Kamu jangan terlalu berharap pada pernikahan ini"
. Kata Ridwan sambil berlalu
"Mas mas dengerin aku dulu"
"Hey ini rumah bukan hutan . Ngapain lo teriak teriak pengang kuping gue"
"Ini urusan gue dengan mas Ridwan lo tidak usah ikut campur .
Mas tungguin dong aku belum selesai bicara"
"Ada apa Ridwan kok istri kamu teriak teriak ?"
"Pih aku ada urusan aku pergi dulu"
. Tanpa mendengarkan teriakan Via dan pertanyaan Mamihnya Ridwan keluar dari rumah lalu mengendarai mobilnya .
"Sial hidupku kaya neraka dipenuhi dengan kebisingan yang sangat mengganggu"
..Ridwan tidak bisa lagi menahan Rindunya dia melajukan mobilnya menuju rumah Rina..
.. Setelah Ridwan menikah dia terpaksa tinggal dirumah Mamihnya karena permintaan mamihnya . Sehingga Rina kembali tinggal di rumah Papanya lagi dan meninggalkan Andara..
.
..
"Rin kamu sakit ?"
"Enggak kok Pah . Memangnya kenapa?"
"Papih lihat muka kamu kok pucat"
"Masa sih Pah ? Aku hanya kurang enak makan aja pah akhir akhir ini"
"Ngapain kamu mikirin terus suami orang dek ?"
"Siapa yang mikirin suami orang ? Aku hanya tidak enak makan "
"Iya tidak enak makan itu faktor dari kamu banyak pikiran"
"Aku hanya mikirin butik sama kantor udah itu aja nggak mikirin yang lainnya"
KAMU SEDANG MEMBACA
Affair
RomanceIni cerita tidak seberapa serunya Tapi jika kalian penasaran mau baca ya silahkan .. Tapi maaf pasti banya typo typo nya kata kata yang salah karena sebenarnya saya bukan orang yang hobby mengarang cerita dan menulis saya hanya suka membaca tapi kar...
