Mentari pagi pun menyapa dikarenakan hari ini weekend jadi kebanyakan orang masih tidur dengan nyenyak.
Tidak ayal pasangan affair pun masih tidur dengan nyenyak di bawah selimut yang sama.
.
.
.
"Mbak tunggu sebentar"
"Iya nona ada yang bisa saya bantu? "
"Itu makanan dari kamar bang Ridwan ya? Memangnya mereka sudah bangun? "
"Semalam katanya tuan ridwan berpesan untuk siapkan serapan dan diantar ke kamar. Tapi barusan saya ke kamarnya untuk mengantarkan serapan tidak ada sahutan dari dalam nona"
"Oh jadi makanan itu masih utuh? "
"Iya nona"
"Yasudah lah sini biar saya yang makan nanti kalau bang Ridwan minta buatkan lagi"
"Apa tuan Ridwan tidak akan marah? "
"Kalau marah bilang aja Aulia makan ketimbang mubazir"
"Baik lah nona.
Harus dimana saya menyajikan makanan ini nona? "
"Di kamar saya aja mbak"
"Baik nona"
... Pramusaji pun masuk ke kamar tempat Aulia menginap untuk menyajikan makanan.
Sementara Aulia dia pergi ke kamar Nassar untuk mengajak Nassar sarapan bersama
.
.
.
Tok... Tok.. Tok
Aulia mengetuk pintu kamar Nassar
Klek...
Nassar membuka pintu kamarnya
"Nona. Ada apa nona? "
.. Nassar cukup kaget karena dia tidak tahu kalau Aulia menginap di hotel yang sama
"Kak Nassar ayo sarapan bersama? "
"Kamu mau sarapan dimana? Dan sejak kapan kamu ada di sini? "
"Ada makanan untuk sarapan bang Ridwan tapi bang Ridwan tidak buka pintu kamarnya. Jadi mari kita makan aja biar tidak mubazir.
Dan aku di sini dari semalam"
"Mau bangun cepat gimana tuan Ridwan tidur dengan kekasihnya pasti mereka melepas rindu sampai kesiangan"
"Ya apa lagi yang mereka lakukan kalau bukan kangen kangenan.
Bentar saya ngambil dulu ponsel"
.. Nassar pun kembali ke kamarnya untuk mengambil ponselnya
Setelah ngambil ponsel Nassar pun mengikuti Aulia karena Nassar tidak tahu di kamar no berapa Aula tinggal..
.
.
.
.. Sementara di tempat yang lain seorang wanita dan laki laki lagi serapan pagi
"Vi ambil pekerjaan yang di luar kota biar gue bisa sering nemuin kamu"
"Gimana kalau nanti kita ketahuan Enji? "
"Kamu takut hubungan kita ketahuan? "
"Ya iya Enji gue takut suami gue tahu dan juga kekasih lo"
"Makanya kita harus pintar pintar mainnya.
Sekarang kamu mau pulang ke rumah suami kamu atau mau ke rumah orang tua kamu? "
"Gue pulang ke rumah suami gue aja takut nanti mereka curiga kalau gue tidak pulang pulang"
"Mau gue anterin? "
"Gak usah gue naik taksi aja"
"Baiklah gue tunggu kabar dari kamu untuk ketemu lagi"
"Iya Enji"
... Via pun keluar dari apartemen Enji setelah menghabiskan sarapannya
.. Jadi semalam Via ikut Enji ke apartemen nya dan mereka melepas rindu di atas ranjang
.
.
.
.. Matahari pun sudah memancar dengan sempurna cahaya nya menyoroti kamar Rina dan Ridwan
"Hoooam. Jam berapa ini? "
Rina mulai terbangun
"Tidur lagi yang mas masih ngantuk"
Sahut Ridwan
"Aku lapar"
Keluh Rina
Akhirnya Ridwan pun membuka matanya dan melihat ke arah jam
"Pantas kamu lapar ini sudah jam 12.00 siang"
"Omg kita tidur lama banget"
"Karena tubuh kita tahu tempat ternyaman kita istirahat makanya kita tertidur nyenyak .
Bentar mas tlpon dulu Nassar"
Tut..tut
"Iya bos"
"Lo dimana? "
"Dikamar Aulia habis makan lanjut main game sambil ngobrol. Mau pulang takut boss nyariin"
"Lo gak macam macam kan? "
"Ya ela ya nggak boss gue masih sayang nyawa gue"
"Suruh staf siapkan makan siang dan antar ke kamar"
"Siap bos . Ada lagi yang di butuhkan mungkin seperti baju ganti? "
"Bentar"
"Yang butuh baju ganti gak? "
"Gak perlu nanti aja aku ganti di butik"
"Baju ganti gak usah"
"Ok siap boss"
Turut..
.. Setelah menghubungi Nassar Ridwan pun rebahan kembali sedangkan Rina ke kamar mandi .
.. Setelah menunggu hampir 1 jam makan siang Ridwan&Rina pun tiba dan mereka menikmati makan siangnya di balkon
"Mas gimana hubungan kamu sama istri kamu? "
"Ya seperti itu aja kita ketemu hanya waktu serapan atau mungkin makan malam"
"Apa mas pernah tidur bareng dia? "
"Tidak , mas tidur di kamar mas dia tidur di kamar sebelah kamar Lia"
"Apa mamih papih tahu kalain tidur terpisah? "
"Mas tidak tahu hanya mas pernah bilang dulu kalau kita akan tidur di kamar sebelah kamar Lia tidak tidur di kamar mas"
"Apa kamu tidak tergoda dengan kecantikan istri kamu mas ? Bodynya bagus aku lihat"
"Sebagus dan secantik apa pun wanita di luar sana mas tidak tertarik karena mas sudah melabuhkan semua hidup mas ke kamu yang"
"Masa sih kok aku gak percaya"
"Tunggu mas bereskan dulu hotel ini kalau sudah beres mas akan minta restu papah sama mamah untuk mempersunting kamu "
"Kamu akan jadikan aku istri kedua mas? "
"Kalau sampai saat itu mas belum ada celah untuk menceraikan Via mungkin kamu jadi istri kedua dulu tapi kamu harus tahu di hidup mas hanya ada kamu istri mas tidak ada yang lain"
"Apa keluarga aku akan mengizinkan aku nikah lagi sama kamu jadi istri kedua pula"
"Ya banyak cara untuk minta restu sama mereka mungkin salah satunya bikin kamu hamil dulu yang"
"Ada ada aja kamu itu.
Ayo mas kita pulang ini sudah siang takut nya mamah nyariin aku"
"Yaudah ayo, tapi kamu harus sempet sempetin ya untuk nemui mas kalau mas lagi di sini"
"Iya mas aku usahakan"
...Ridwan dan Rina pun pulang dari hotel dengan Rina kembali dulu ke butik untuk mengambil mobil dan nganterin dulu Lia ke rumah utama Lugina
KAMU SEDANG MEMBACA
Affair
Roman d'amourIni cerita tidak seberapa serunya Tapi jika kalian penasaran mau baca ya silahkan .. Tapi maaf pasti banya typo typo nya kata kata yang salah karena sebenarnya saya bukan orang yang hobby mengarang cerita dan menulis saya hanya suka membaca tapi kar...
