...Keluarga Akbar lagi berkumpul
"Dek ,beberapa hari yang lalu Ridwan pernah menghubungi abang , minta kontak kamu. Apa ada menghubungi mu? Soalnya abang bilang kontak kamu yang dulu aktif."
" Ada
Bahkan kita sempat ketemu
".
"Apa yang di bicarakan dia Rin ? Sampai ketemu segala" Pak Razi bertanya
" Jadi Ridwan nyerahkan sartifikat rumah ke aku Pah!"
"Sartifikat rumah apa Rin?."
"Itu rumah yang di Andara!."
"Kok bisa?. Bukan kah itu rumah dia bukan rumah kalian ? itu rumah kan sudah ada sebelum kalian menikah ".
"Ridwan bilang sih itu rumah di kasih ke aku tanda perminta maaf dia ke aku di masalalu. Lalu katanya dia akan berhenti mengganggu akunya" .
"Ada apa dengan dia? bukankah dari kemarin dia ngeyel ingin balik sama kamu ."
"Katanya dia nggak mau nyakiti aku lagi dia ingin aku bahagia dengan pilihan aku sendiri."
"Tumben dia bisa berpikir gitu.?"
"Katanya sih dia ingin balik sama aku . Tapi nggak aku respon sama sekali . Terus dia pernah lihat aku lagi makan sama cowo jadi dia pikir aku udah bahagia dengan pilihan aku sendiri ."
"Memang siapa cowo itu Rin ?".
"Itu Mah Fildan karyawan papah yang satu kelas sama aku waktu sekolah"
"Oh Fildan,vyang waktu itu pernah nganterin kamu pulang kan ?."
"Iya .."
"Terus kamu kasih tahu dia nggak kalau Fildan hanya karyawan papah dan teman sekolah kamu bukan kekasih kamu ?."
"Ya nggak ,kalau aku bilang nanti dia pikir aku ingin di kejar dia lagi ."
"Terus kamu terima rumah itu?."
"Aku belum bilang tidak atau pun iya"
"Terima aja Rin itu rumah memang tidak terlalu besar, tapi disana enak adem sekelilingnya banyak pohon ."Usul Fakhrul
"Dia juga bilang gini .
Mas tahu kamu orang kaya bisa beli rumah seperti ini bahkan lebih . Tapi mas berharap kamu mau menerima rumah ini. Tanda maaf dari mas yang udah nyakiti kamu 3 tahun silam. Ini rumah mas bangun dari hasil gaji mas sebelum seperti sekarang ini. Tadinya mas mau memenebus semua salah mas dengan cara mencintaimu dengan tulus. Tapi mas rasa kamu akan bhagia dengan laki laki itu . Jadi mas sesrahkan saja rumah ini."
.... Rina menceritakan dengan detail tentang pertemuannya dengan Ridwan.
"Kamu ada rasa nggak sama dia?, setelah di kejar kembali"
"Nggak tahu lah bang ."
"Masa nggak tahu? kamu kan udah dewasa".
"Karena aku tidak mencoba meyakinkan hati aku bang .
Aku takut terluka lagi"
"Menurut papah kalau laki laki sudah menyerah karena demi kebahagiaan wanitanya ,bisa dibilang laki laki itu tulus mencintainya."
"Kita sebagai keluarga hanya ingin yang terbaik buat kamu, papah akan dukung keputusan mu jika itu baik"
"Terimakasih Pah. "
"Sama sama sayang"
....Sementara itu Ridwan dan Nassar baru sampai di rumah Lugina .
"Abang sudah pulang ?."
"Iya Mih ,abang langsung naik ke atas mau istirahat".
"Sini dulu mamih mau bicara"
KAMU SEDANG MEMBACA
Affair
RomansaIni cerita tidak seberapa serunya Tapi jika kalian penasaran mau baca ya silahkan .. Tapi maaf pasti banya typo typo nya kata kata yang salah karena sebenarnya saya bukan orang yang hobby mengarang cerita dan menulis saya hanya suka membaca tapi kar...
