Keesokan harinya
"Mah apa anak tidak tahu diri itu sudah pulang? "
"Maksud kamu Ridwan bang? "
"Iya. Memang nya siapa lagi yang tidak tahu diri selain orang itu"
"Mamah tidak tahu soal nya tidak ada pamit sama mamah"
"Tapi waktu abang mau turun abang lihat di kamar adek dia tidak ada . Ahhh sial dia pasti ada di kamar tamu"
Fakhrul langsung berdiri karena dia yakin kalau Ridwan belum pamit artinya Ridwan tidur dengan adiknya.
.. Setibanya di depan pintu kamar tamu Fakhrul langsung membukanya dengan kasar .
"Shiit dengan seenak jidat dia tidur dengan adek" gumam Ridwan
Karena setibanya di kamar tamu Fakhrul lihat Ridwan lagi tidur dengan eratnya memeluk Rina .
"Woy bangun"
Fakhrul menarik selimut yang membungkus tubuh Ridwan dan Rina sambil teriak
"Apa sih bang adek masih ngantuk dan lagian ini weekend"
Tanpa sadar Rina menjawab karena merasa abangnya membangun kan nya. Rina tidak ingat bahwa dia tidur satu ranjang dengan Ridwan mantan suaminya.
"Adek bangun kamu mau jadi pelakor hah? " Geram Fakhrul saat Rina tidak kunjung bangun
"Kakak ipar bisa tidak kalau ributnya nanti aja aku masih ngantuk dan belum puas isi vitamin" Sahut Ridwan
Karena Ridwan tahu betul kalau Fakhrul akan memarahinya karena berani tidur dengan Rina adik kesayangan Fakhrul.
"Bangun Ridwan kalau tidak mau gue tonjok sekarang"
"Baby bangun abang kamu udah seperti Singa mau menerkam mangsa"
Ridwan mulai duduk dan melepas pelukan nya dari perut Rina
"Ridwan" kata Rina terkejut saat melihat ada Ridwan di samping nya
"Apa baby? Gak usah pura-pura terkejut kita sudah terbiasa tidur bareng"
"Apa maksud kamu Ridwan? " hardik Pak Razi
"Pa pah"
Rina benar benar takut dia takut kalau papahnya akan mengetahui kelakuan buruk nya di belakang keluarga
"Jelaskan apa maksud ucapan Ridwan Rina"
Pak Razi benar-benar marah dengan ucapan Ridwan walaupun belum jelas
"Pah Mah aku akan jelaskan tapi bisa kalau biarkan dulu aku sama Rina cuci muka dulu sambil ganti baju" Pinta Ridwan
Karena sudah kepalang Ridwan yakin diri nya akan di interogasi oleh keluarga Rina.
"Papah tunggu kalian di ruang keluarga secepatnya"
"Baik Pah.
Bangun Rin ayo kamu ganti dulu baju sambil cuci muka"
Rina benar benar tidak bergeming dia sudah ketakutan setengah mati
"Kamu jangan takut ada aku di sini baby"
Ridwan mencoba meyakinkan Rina
"Kalau ketahuan nya kamu masih lajang tidak apa apa. Tapi ini kamu sudah nikah mas"
"Tapi kita tidak pernah lagi tidur bareng setelah aku menikah. Ayo cepat bersiap sayang keburu papah kamu semakin marah. Apa mau aku gendong ke lantai atas nya? "
"Aku masih bisa jalan"
"Kalau gitu ayo. Apa kamu masih simpan baju mas di sini? "
"Ada di atas aku bawa baju kamu dari Andara"
"Kamu ngarep aku nginep sini ya makannya bawa baju aku ke sini"
"Gak lah"
"Gak usah malu malu"
Rina dan Ridwan dengan sangat cepat menyelesaikan urusan toilet sama ganti bajunya. Mereka tidak mau tuan besar semakin marah karena mereka lelet.
Setelah semuanya selesai mereka pun turun dan langsung menuju ruang keluarga .
"Siapa yang mau jelaskan? "
Setibanya di ruang keluarga Pak Ramzi tidak memberi kesempatan untuk mereka duduk dulu. Mereka langsung di todong untuk menjelaskan
"Biar aku aja pah yang jelaskan"
"Memang lo sudah sepatutnya menjelaskan karena lo laki laki" impuh Fakhrul
"Jadi selama Rina di Andara aku sering banget tidur bareng Rina"
"APA? " kata Bu Rini syok
"Maaf pah mah bang.
Ridwan sudah meniduri Putri kalian. Jujur Ridwan sudah beberapa kali ngajak Rina nikah lagi tapi Rina selalu mengulur takut ini itu . Pada akhirnya Ridwan terpaksa menikah dengan perempuan lain yang sudah direncanakan mamih"
"Jadi hubungan kalian sudah sejauh itu? " marah Pak Razi
"Maaf kan Rina Pah"
Rina tidak berhenti menangis antara takut malu semuanya bercampur
"Pantasan dek kamu sangat begitu memperihatinkan saat Ridwan nikah. Jadi ini alasan kamu menangis berjam-jam? "
"Maaf bang"
"Rin apa kamu tahu yang kamu lakukan itu salah? "
"Maaf Mah . Rina tahu salah tapi tolong maafkan Rina Mah Pah Bang"
"Rina apa kamu tidak kepikiran gimana nasib kamu kalau kamu hamil sedang kan laki laki yang nidurin kamu itu sudah bertunangan. Dan lihat bahkan sekarang dia sudah menikah"
"Maaf pah Ridwan memang sudah menikah tapi Ridwan tidak menginginkan pernikahan itu. Cinta pernikahan dan diri Ridwan semuanya hanya untuk putri papah"
"Bicara itu mudah Ridwan.
Tapi melakukan nya yang sulit. Apa kata keluargamu apa kata orang luar jika tahu kalian main gila di belakang pasangan kamu Ridwan"
"Keluarga aku semua tahu kecuali mamih yang tidak tahu hubungan aku sama Rina"
"Astaga jadi Mas Jamil tahu hubungan kalian? "
"Iya mah Papih tahu karena sudah 2 kali papah menemukan kita tidur bareng"
"Astaga.
Mamah tidak mau tahu hubungan kalian harus benar benar berakhir"
"Tidak bisa gitu Mah aku tidak mau kehilangan Rina lagi aku sangat mencintai nya"
"Tapi lo suami orang Ridwan nanti nama adek gue yang jadi jelek kalau terendus sama orang luar"
"Nikah kan kita Pah biar tidak ada orang yang merendahkan Rina"
"Tentu kalau kalian nikah itu akan lebih buat Rina menjadi wanita tidak berpendidikan rendahan"
"Gak bakal pah ayo nikahkan kita biar aku tidak ada batasan menemui Rina"
"Tidak sebelum kamu beres dengan istri kamu. Papah tidak akan kasih restu"
"Tapi pah_
"Tidak ada tapi"
Keputusan Pak Razi bulat tidak bisa di gugat
"Kasih Ridwan waktu buat ceraikan Via tapi papah jangan pernah halangi aku buat ketemu Rina"
"Tergantung dari segi perjuangan kamu"
"Ok Ridwan akan lakukan yang terbaik"
KAMU SEDANG MEMBACA
Affair
Roman d'amourIni cerita tidak seberapa serunya Tapi jika kalian penasaran mau baca ya silahkan .. Tapi maaf pasti banya typo typo nya kata kata yang salah karena sebenarnya saya bukan orang yang hobby mengarang cerita dan menulis saya hanya suka membaca tapi kar...
