Sejak hari itu, Kathrina semakin menempel kepada Gita. Apalagi memang tak ada penolakan apapun dari wanita yang lebih tua itu
Seperti saat ini, enam belas member sedang beristirahat dari latihan untuk pertunjukan yang akan datang. Kathrina terus mengikuti Gita kemanapun, jemarinya seakan terus mengunci pada jemari Gita
"emang boleh segandengan itu Kath?" tanya Indah kepada orang yang sudah dianggap adik olehnya itu
"biarin, wlee" Kathrina malah semakin mengeratkan genggamannya
Respon Gita? Ya tentu saja hanya menggelengkan kepala melihat kaka adik segenerasi itu
Dari kejauhan, Eli dan Muthe memperhatikan. "lo ngerasa mereka makin deket ga sih ka?" tanya Muthe
"iya, keren banget si bokem bisa ngeluluhin Gita" puji Eli yang sebenarnya juga heran akan itu
"apalagi ka Gita diem aja, gaada penolakan sama sekali" Muthe sedikit sebal
"hahaha... beda ya kalo ditempelin lo" Eli meledek
"iya ya, padahal kan gue baik hati dan tidak sombong"
"tapi lo berisik" Lagi lagi Eli tertawa atas kejahilannya kepada Muthe, yang membuat Muthe melipat tangannya di dada dengan muka cemberut
"ka Gitaaaa" Muthe menghampiri Gita, meninggalkan Eli yang masih terkekeh di tempatnya
Gita menoleh, "kenapa?" tanya nya
"tuh ka Eli bilang aku berisik" adunya kepada Gita
"lah kan emang" Gita ikut menjahili adiknya itu. Kathrina yang masih di sebelah Gita ikut terkekeh
Muthe semakin mengerucutkan bibirnya, kakinya pun ia hentak-hentakkan dengan kesal. "iihhhh tau ah kalian sama aja"
Ia pun pergi, kebetulan berpapasan dengan Christy yang baru saja memasuki ruangan itu. "Christyyyyy" Muthe memanggil dan memeluknya
"kenapa hmm?" tanya nya dengan lembut
Muthe lantas menceritakan semuanya dengan menggebu-gebu. Ia tak terima dibilang berisik oleh kakak-kakaknya itu
Bukannya membela dan menenangkan kekasihnya, Christy malah mencubit pipinya gemas. "kamu lucu banget deh" ucapnya. Lalu bibirnya mendekat ke telinga Muthe, "kalo ga banyak orang udah aku cium bibir kamu" bisiknya, sontak membuat Muthe merinding. Tangannya terangkat menutupi wajahnya yang ia yakini pasti berubah menjadi warna merah. 'Memalukan', pikirnya
"iihhh apasih Christy" Muthe memukul bahu Christy pelan, membuatnya semakin terkekeh. Kemudian Ia merangkul bahu Muthe, membawanya kepada teman-teman yang lain
"kenapa tuh mukanya ditekuk gitu?" tanya Jessi
"biasalah" jawab Christy. Semua orang di sana seharusnya sudah tau kelakuan bak Tom and Jerry antara Muthe dan Eli
"oohhhh... Sini The, duduk sama aku" ucap Jessi genit, menepuk tempat kosong di sebelahnya
Muthe menggeleng, lalu menarik tangan Christy untuk duduk berjauhan dari tempat Jessi berada
"HAHAHA... Mampus lu ditolak, kampung" Olla terlihat sangat bersemangat meledek sahabat sejantung seurat nadinya itu, disusul oleh gelak tawa dari yang lain
Tiba-tiba sebuah suara terdengar, memerintahkan para member untuk berkumpul dan melanjutkan sesi latihan, yang mau tak mau memberhentikan kegiatan bersantai gadis-gadis tersebut
"yok siap, posisi" ucap salahsatu sensei, yang biasa disapa dengan nama Mike
"dari awal ya, tadi ada yang masih salah di beberapa part" jelasnya
KAMU SEDANG MEMBACA
Denial
Fiksi PenggemarTentang Gita, yang merasakan perasaan aneh setiap berada di dekat Kathrina. Akankah mereka menyadari perasaan berbeda itu?
