Setelah beberapa saat, Kathrina keluar dari kamar mandi hanya dengan memakai balutan handuk dari dada sampai paha
"ka, mana bajunya?"
Gita yang sedang melihat isi kulkas lantas berbalik. Melihat Kathrina seperti itu, membuat Gita lagi lagi menghela napas. "yaampun Kath, kan bisa panggil aku buat anterin bajunya ke dalem"
"emang kenapa sih ka? aku mau ganti di kamar aja. Sana kamu ke kamar mandi" ucapnya tanpa beban
Gita tak mau banyak bicara, ia bergegas ke kamar mandi, tak lupa membawa baju ganti
Kathrina yang melihat pakaian yang telah disiapkan Gita pun langsung memakainya. Lalu dirinya menjatuhkan tubuhnya ke tempat tidur Gita. "akhirnya bisa ngerasain tempat tidur ini lagi" ucap Kathrina sambil berguling-guling
Ia memejamkan matanya, sampai sebuah gerakan di tempat tidur itu ia rasakan. Dengan membuka mata perlahan, ia melihat Gita yang terduduk di sampingnya. "Ka, aku laper. Kamu laper ga?" ucapnya sambil mendekatkan diri dan memeluk pinggang Gita
Tanpa menjawab, Gita melepaskan pelukan Kathrina perlahan. "Bangun, aku mau masak" ucapnya
"aku bantuin ya, mau masak apa?" tanya Kathrina
"aku ga yakin kamu bisa masak nasi goreng" Gita mengejek
"iihhhh ka Gitaaa....kan kamu bisa ajarin aku"
"lama. Katanya laper"
"yaudah tapi nanti ajarin aku masak ya"
"kapan-kapan" ucap Gita sambil menyiapkan apa yang ia butuhkan
Kathrina menghampiri Gita, "aku bantuin deh ya? ga enak sama kamu, masa aku cuma liatin dan tinggal makan"
"yaudah, bisa goreng telor ga?" tanya Gita pasrah
"bisa bisa, aku pernah goreng sekali" jawabnya exited
Ia pun mengambil teflon dan menuangkan setengah botol minyak. Gita yang melihat langsung menghampiri Kathrina. "astaga Kath, kamu mau goreng telor apa goreng bakwan?"
"telor lah" sahutnya
"minyaknya kebanyakan, dua sendok juga cukup" Gita dengan sabar menuangkan kembali minyak itu ke botol
Kathrina hanya ber oh ria. "Pantesan aku gaboleh lagi masak sama mama, hehehe"
Gita menggeleng, lalu menyerahkan dua butir telur kepada Kathrina. "pecahin"
Kathrina berusaha memecahkannya, tetapi terlihat kesusahan. Ia berpikir kalau diketuk terlalu kencang malah akan tercecer dan mengotori dapur Gita
Gita beralih ke belakang Kathrina, tangannya melingkar berniat untuk membantu Kathrina. Hal itu membuat Kathrina salah tingkah, ia tersenyum sendiri seperti orang bodoh
"gini caranya" Gita menggerakkan kedua tangan Kathrina
"hihihi... makaciii ka Gitaa" ucapnya dengan suara yang dibuat seperti anak kecil
Gita tersenyum tipis, kemudian kembali berkutat dengan nasi gorengnya
Setelah semua selesai, mereka duduk di karpet biasa. "waahhh wangi banget. Pasti enak" Kathrina mencium aroma pada nasi goreng dipiringnya
Suapan demi suapan Kathrina habiskan dengan tak henti melontarkan pujian. "Ka Gita keren banget. Nanti ajarin aku ya pokoknya". Gita berdehem sebagai respon
"sini aku cuci piringnya" Kathrina berinisiatif
Gita mengikuti keinginannya, ia melihat Kathrina mulai mencuci peralatan kotor meskipun dengan busa sabun yang sangat banyak
KAMU SEDANG MEMBACA
Denial
FanfictionTentang Gita, yang merasakan perasaan aneh setiap berada di dekat Kathrina. Akankah mereka menyadari perasaan berbeda itu?
