Siang itu mereka memutuskan untuk menghabiskan waktu dengan menonton sebuah film di kostan Gita. Karena dengan kondisi kesehatan Gita yang belum seratus persen pulih, tidak memungkinkan untuk menonton film di bioskop
Mereka duduk berdampingan, berselonjor kaki dengan laptop di meja kecil yang disimpan di antara kaki mereka
"nonton film apa?" Gita bertanya sambil menggulir halaman rekomendasi pada aplikasi itu
"horror dong ka" Kathrina menjawab dengan antusias
"emang berani?" tanya Gita meragukan
"berani lah" ucapnya dengan percaya diri. Tak lupa dengan gaya tengilnya, melipat kedua tangan di dada dan dagu yang di angkat
"oke" pungkas Gita dengan mengklik sebuah film horror Indonesia
Film pun dimulai. Gita memundurkan posisinya hingga bersandar di headboard kasur diikuti oleh Kathrina
Dua puluh menit pertama, tidak terjadi apapun. Kathrina masih terlihat santai dengan sebungkus cemilan di pangkuannya.
Ia membuka suara, "ah ga serem" ucapnya enteng sambil mulutnya terus mengunyah
Gita menoleh, memberikan senyuman tipis sebagai respon. Kemudian kembali fokus kepada tontonannya. 'lihat saja' pikirnya
Beberapa menit kemudian, mulai terlihat penampakan. Kathrina sedikit mendekatkan dirinya kepada Gita. Gita yang merasakan itu pun hanya kembali tersenyum
Sampai pada pertengahan film, suasana mulai mencekam. Kathrina semakin mendekatkan diri kepada Gita, bahkan menarik lengan Gita untuk memeluknya. Bungkus cemilan yang semula ada di pangkuannya pun kini sudah tak dipedulikannya
"katanya tadi ga serem" Gita menyeletuk
"iiihhh itu kan tadi, sekarang kok banyak setannya" Kathrina merengek dengan terus memeluk lengan sang senior
Gita terkekeh gemas melihat ekspresi ketakutan pada wajah Kathrina. Tiba tiba, ia melepaskan tangan Kathrina yang melingkar di lengannya. Namun dengan cepat Kathrina menatap Gita seakan tak terima
"aku mau ke kamar mandi sebentar, kebelet" jelas Gita tanpa perlu menunggu pertanyaan
"aku gamau ditinggal, takuuttt" Kathrina kembali menarik tangan Gita
"sebentar doang Kath"
"yaudah sana. Tapi film nya pause dulu. Aku gamau nonton sendirian"
Gita pun mempause film itu menuruti permintaan Kathrina, lalu beranjak ke kamar mandi
"jangan lama" ucap Kathrina
"iyaaa" jawab Gita berusaha sabar
Kathrina membuka sosial media nya barangkali ada sesuatu yang menarik perhatiannya, namun nihil. Ia beralih dari aplikasi satu ke aplikasi yang lain, sampai akhirnya Gita selesai dengan kegiatannya di kamar mandi. Kathrina menoleh ke arah Gita, "katanya sebentar" ucapnya
"astaga Kath, belum ada lima menit" Gita menghela nafas
"udah ah, ayo lanjut" ajak Kathrina. Gita kembali duduk di samping Kathrina, kemudian melanjutkan film yang sempat tertunda
Tibalah saat adegan setan itu menampakkan diri dengan jelas, wajahnya hancur dan penuh darah. Kathrina menjerit dengan jantung yang berdebar kencang, ia dengan reflek menyembunyikan wajahnya pada ceruk leher Gita, tak lupa dengan pelukan yang begitu erat
"aaaaa ka Gitaaaa" ia merengek
Gita tertawa dengan tingkah orang yang berada di pelukannya itu
"hiks" terdengar isakan kecil dari Kathrina
KAMU SEDANG MEMBACA
Denial
Fiksi PenggemarTentang Gita, yang merasakan perasaan aneh setiap berada di dekat Kathrina. Akankah mereka menyadari perasaan berbeda itu?
