Di pagi hari yang cerah, dengan suara kicau burung yang menyapa di luar jendela kamar seorang remaja pemilik mata indah, sang penghuni ruangan bernuansa putih dengan aksen abu-abu itu terbangun dengan perasaan exited. Senyumnya merekah ketika bayangannya terlempar pada tadi malam. Dimana ia melakukan panggilan video dengan seseorang yang sepertinya telah berhasil menyita seluruh perhatiannya
Lamunannya seketika buyar saat sebuah ketukan pada pintu kamarnya terdengar, disusul dengan suara sang mama. "Atin, bangun nak" seru nya dengan masih mengetuk pintu
Kathrina turun dari tempat tidurnya, membuka pintu dengan perlahan. "Iya ma, aku udah bangun" ucapnya dengan senyum menawan
"tumben banget anak mama ga susah dibangunin" gurau mama pada anak bungsunya
"aku mau jadi morning person mulai hari ini" Kathrina berucap dengan penuh keyakinan
Wanita berumur empat puluh lima tahun itu hanya tersenyum dengan ucapan anaknya, karena sepertinya tak akan sesuai dengan kenyataannya nanti
"ayo turun. Mama mau panggil kaka dulu"
"iya ma, aku mau mandi dulu bentar" Kathrina kembali menutup pintu dan bergegas untuk membersihkan diri
Sekitar setengah jam ia habiskan di kamar mandi, kemudian ia keluar dan berkutat dengan makeup tipisnya. Tak lupa dengan parfum andalannya untuk menyempurnakan penampilannya hari ini
Ketika sampai di meja makan, kakaknya berucap "udah rapih aja ni hari libur gini. Mana wangi banget lagi, mandi parfum lo?"
"kalo iya emang ngapa? Masalah buat lo? lagian gue mau maen sama ka Gita. Jadi harus perfect" Kathrina menjawab tanpa menoleh, ia mengambil nasi dan lauk pauk ke piringnya dan duduk di kursinya
"yaelah, emang si Gita Gita itu mau sama bocah kayak lo?" Jinan mengejek sang adik
"dih liat aja nanti" Ia sedikit tak terima dengan pertanyaan sang kakak
"udah udah, kalian ini udah gede masih aja ribut" lerai Maudy
"tuh ma dia duluan" Kathrina mengadu
"udah sayang, stop. By the way, ajak ke sini aja dek Gita nya" ucap Maudy, sang mama berubah menjadi antusias
Kathrina terlihat berpikir, "liat nanti aja deh ma, soalnya aku udah janji mau ngajak dia ke pantai"
"yaahhh" Maudy mendesah kecewa
"nanti aku usahain ya mamaku sayang". Kathrina melahap habis sisa makanannya. Setelah itu ia berangkat menjemput Gita dengan mobil kesayangannya
"bye mom!" Kathrina mengecup pipi sang mama
"hati-hati sayang" ucap Maudy. Kathrina mengangkat kedua ibu jarinya ke udara
"bye jomblo" Kathrina lari terbirit-birit menghindari amukan Jinan setelah mengucapkan kalimat tersebut
"AWAS YA LO!" Jinan berteriak pada sang adik yang telah menjauh dari pandangannya. Maudy hanya menggeleng melihat tingkah kedua buah hatinya
•••
Sebuah mobil yang dikendarai oleh seorang gadis, melaju dengan kecepatan sedang di tengah kepadatan lalu lintas Jakarta pagi itu. Alunan lagu dari radio menemani sang pengemudi selama perjalanan menuju kediaman seseorang
Di sisi lain, seseorang yang akan Kathrina temui itu tengah berdiri di hadapan cermin guna mengoreksi penampilannya. Entahlah, ia merasa tak ingin ada kekurangan sedikitpun yang terlihat oleh junior yang akan datang menjemputnya sebentar lagi
KAMU SEDANG MEMBACA
Denial
FanfictionTentang Gita, yang merasakan perasaan aneh setiap berada di dekat Kathrina. Akankah mereka menyadari perasaan berbeda itu?
