Happy reading
.
.
.
" Jika kamu adalah hujan maka aku tidak akan berteduh namun aku akan memilih menikmati hujan itu ".
.
Marsha duduk di sofa sambil memeluk erat Miko, kucing kesayangan Zeean. Dengan suara manja seperti anak kecil, ia menggoda Miko.
"Mikooo, sini cayang~" panggilnya sambil mengelus bulu lembut si kucing.
"Utututuuu gumushhh!" Marsha terus menciumi Miko, seolah sedang memeluk bayi kecilnya sendiri.
Zeean yang duduk di sampingnya hanya bisa tersenyum melihat tingkah laku pacarnya itu. Baginya, Marsha selalu tampak menggemaskan dalam segala hal.
Tiba-tiba, suara rintik hujan mulai terdengar dari luar. Marsha langsung menoleh ke jendela, matanya berbinar penuh antusias. Ia sangat menyukai hujan, dan baginya, hujan terasa lebih indah jika dinikmati bersama orang yang ia cintai.
"Sayang, sini!" serunya penuh semangat, langsung menarik tangan Zeean dan berlari ke halaman rumah.
Zeean hanya bisa pasrah mengikuti Marsha yang sudah asyik berlarian di tengah hujan. Melihat pacarnya begitu bahagia, ia pun ikut tersenyum dan bermain bersamanya.
Mereka berdua berlari-lari kecil, tertawa lepas seperti anak-anak yang sedang menikmati dunia tanpa beban. Zeean tiba-tiba menggendong Marsha, memutarinya di sekitar kolam renang sambil tertawa.
"Hahaha! Turunin aku, Zee!" Marsha berteriak di antara tawanya, memeluk leher Zeean erat.
"Nggak mau, kamu terlalu ringan!" goda Zeean, terus berputar hingga akhirnya ia kelelahan dan menurunkan Marsha pelan.
Marsha masih menikmati hujan yang membasahi tubuhnya, sedangkan Zeean mulai merasa kedinginan. Ia menggosok-gosok lengannya, menatap Marsha yang masih berlarian kecil di tengah halaman.
"Sayang, kamu nggak kedinginan?" tanyanya sambil meringkuk sedikit.
Marsha menoleh dan tersenyum cerah. "Enggak! Aku suka banget sama hujan~"
JEDERRRRR!
Suara petir yang tiba-tiba menyambar membuat mereka berdua terkejut. Refleks, Marsha langsung memeluk Zeean erat.
Namun, ada sesuatu yang berbeda kali ini. Hatinya berdebar lebih cepat, meskipun mereka sudah cukup lama berpacaran. Setiap kali berada sangat dekat dengan Zeean, ia selalu jatuh cinta lagi dan lagi.
Zeean yang juga masih terkejut perlahan menyadari kehangatan tubuh Marsha dalam pelukannya. Ia menatap wajah pacarnya yang masih terpaku, seolah tenggelam dalam pikirannya sendiri.
"Sayang..." panggil Zeean pelan.
Marsha tersentak dari lamunannya, namun sebelum sempat membalas, suara dari dalam rumah terdengar.
"Zee, Sha! Sini udahan, petirnya banyak banget. Nanti kalian sakit!" teriak Shani dari dalam rumah.
Mereka pun langsung melepaskan pelukan itu, sedikit canggung, lalu berlari masuk ke dalam rumah.
Begitu masuk, Shani sudah menunggu mereka dengan dua handuk kering. Ia menyodorkannya sambil tersenyum.
"Ini, cepat keringkan badan kalian. Nih, Mama buatkan teh hangat biar nggak masuk angin," ucapnya sambil memberikan masing-masing secangkir teh.
"Makasih, Mah," ucap Zeean dan Marsha bersamaan.
Mereka saling menoleh dan langsung tertawa kecil.
"Kalian ini, udah kayak anak kecil aja main hujan-hujanan," komentar Shani sambil menggeleng geli.
KAMU SEDANG MEMBACA
MY IDOL GIRLFRIEND ( ZEESHA )
RomanceAdellyne marsha lenathea hapsari namanya Idol Cantik yang mulai tertarik dengan Cowok di Sekolah yang sangat amat Cuek namun seiring berjalannya waktu ia bisa mendapatkan hati Razeanva Venly angkasa. SEBELUM MULAI KE CERITANYA AUTHOR TOLONG DONG JAN...
