#26

212 39 3
                                        

flashdisk

_______________________

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

__
_____
_________
_____
__


previous chapters.

"jadi sebenarnya tuh kenapa? ada apa diantara kalian?" -sambung moreno.

___________________________

"hm jadi waktu gua kls 8..." -kairi mulai menceritakan ceritanya.

Flashback kairi kls 8, SMP>>

di rumah kairi yang terlihat asri namun didalamnya tidak se-asri kenyataannya..

PLAK-

"pah! yang bener aja, kairi masih anak-anak!" -ujar ibu kairi, Vera Rayosdelsol setelah mendapati anak pertamanya di tampar suaminya Praka Rayosdelsol.

"kamu terlalu manjain dia mah! liat tuh ngurus genk kaya gitu aja gabisa, bikin malu aja!" -ujarnya Praka, dengan tangan yang masih mengepal erat, ia berusaha menahan amarah yang makin lama semakin bergejolak.

"pah udah, kasian kaka.." -teriak anak sulung, Kelra Rayosdelsol, ia berlari menatih Kairi untuk duduk tenang disofanya.

"Kelra, kamu ngurus genk gantiin kakakmu yang idiot itu, dan kamu Kairi, papah gamau tau kamu keluar!" -ucap Praka dengan lantang.

"pah.. kairi minta maaf, kairi bakal berusaha lebih baik, tolong jangan usir kairi ya pah?" -lirih kairi, ia tidak bisa menahan tangisnya, tenggorokannya panas, hatinya terasa nyeri saat mendengar kata-kata dari mulut sang ayah.

"baik- papah bakal ngasih satu kesempatan buat kamu, dalam 3 tahun kedepan kalau kamu gabisa membangun genk sendiri, mau gamau kamu ga akan papah anggap anak" -tegas Praka.

"pah kasian kaka.. biar kelra aja yang ngurus semuanya, kelra bakal belaja-" -kata-katanya terhenti saat Praka menampar pipi kelra.

"kamu mau kaya kakak kamu?" -ujarnya dingin. semua orang yang ada disana hanya diam, saat sang kepala keluarga bertindak semua yang ada disana tidak bisa berbuat apa-apa.

"baik pah.. terimakasih anda sudah memberikan kairi satu kesempatan, kairi akan berusaha menjadi lebih baik dari sebelumnya" -ujar kairi, ia berdiri lalu melangkahkan kakinya keluar rumah.

"kak..."

"gapapa, kamu diam dirumah dulu ya, kakak ntar pulang kok" -ucap kairi tersenyum seraya menepuk pelan pundak sang adik. sedang kelra hanya mengangguk menuruti perintah kakak-nya.

AstaraTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang