#31

223 31 5
                                        

Api diatas Aspal.

______________________________________

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

___
_________
______________
_________
___

Suara deru knalpot meraung, memecah kesunyian malam. Jalanan aspal yang sengaja ditutup anak-anak geng malam itu berubah jadi arena penuh adrenalin. Sorakan, siulan, dan teriakan dukungan menggema di udara, bercampur bau bensin dan asap yang menyesakkan dada.

Skylar berdiri di antara kerumunan, tangannya menggenggam lengan Gugun erat-erat. “Gue heran deh, lo kenapa ngajak gue ke sini. Nih, asap udah kaya mau bunuh paru-paru gue tau gak!,” gerutunya, batuk kecil sambil melirik ke arah motor-motor yang dipanasin.

Gugun cengar-cengir. “Yaelah, Ler. Lo tuh perlu hiburan. Lagian… masa nggak penasaran liat Kairi sama Aeron pasang gaya di motor? Gila itu, aura bad boy most wanted banget, loh.”

Skylar mendecak, wajahnya memanas entah karena asap atau karena menyadari perkataan Gugun ada benarnya. Pandangannya refleks jatuh pada sosok Kairi yang sedang duduk di motor sport hitamnya, wajah serius, sorot matanya menusuk. Aeron berdiri di sampingnya, menyalakan mesin dengan wajah kalem tapi penuh percaya diri. Sementara itu, di sisi lain, Xinn memasang helm dengan senyum tipis penuh tantangan.

Dan di hadapan mereka… geng Nightfire. K1ngkong dengan tubuh gempal di atas motor gede, Brusko memutar setang dengan gaya sok tenang, dan Kelra—ya Tuhan pesonanya saat memasang helm bikin penonton ketar ketir. tapi bukannya fokus, mata kelra sama sekali nggak fokus ke lintasan.

Dia menatap Skylar. Terang-terangan. Tanpa malu. Tatapan yang bikin Skylar buru-buru mengalihkan pandangan, pipinya merona kesal.

“Anjir, tuh bocah liatin lo terus, Ler,” bisik Gugun sambil ketawa pelan. “Kayaknya tuh orang emang demen deh.”

“Diem ga!,” Skylar mendesis kesal.

---

Di pinggir arena, Moreno dan Yawi berdiri tak jauh dari mereka. Moreno melambai heboh ke Gugun. “Gun! Nih tempat kosong! Sini sama gue aja!” serunya keras-keras.

“Apaan sih ribut-ribut,” sahut Yawi dingin. "Nih kemaren ga sempet ngasih" Tangannya menyodorkan permen ke Gugun.

“Uhuk,” Gugun terbatuk kaget, matanya membesar. “Eh, makasih—”

Belum sempat melanjutkan, Moreno sudah nyosor ke arah Gugun, menarik lengannya. “Jangan terima gitu aja, Gun. Lo jangan deket-deket dia, harusnya di sini sama gue, bukan sama si es batu.”

“Siapa es batu, hah?” Yawi melotot ke Moreno.

Suasana hampir memanas kalau saja Kiboy nggak lewat sambil ketawa ngakak. “Yaelah ngeributin apaan si.” komentar Kiboy, melingkarkan lengan di bahu Yawi dengan santai. Dibalas tatapan sinis oleh Gugun.

Kiboy nyengir saat mendapatkan tatapan tak suka dari Gugun, “Ekhem yaudah biarin aja dah, biar rame." ujarnya melepas lengan yang melingkar di bahu yawi.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Sep 15, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

AstaraTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang