Part 10

857 105 13
                                        

Hari ini para anggota kegiatan camping bersiap untuk pulang. Setelah membereskan tenda masing-masing kini semua berkumpul di lapangan atas instruksi Namjoon.

Jungkook berniat meletakkan ransel miliknya ke mobil Taehyung dahulu sebelum ikut berkumpul. Keningnya mengernyit samar kala mendapati keadaan mobil Taehyung yang menyala.

Ia berjalan mendekat lalu membuka pintu bagian depan. Netranya kontan melebar menemui Jihoon sudah terduduk di sana. Dan semakin melebar saat menyadari jaket yang ia belikan untuk Taehyung tengah dipakai oleh Jihoon.
    

Apa-apaan!
    

"Kau!" Jungkook menarik Jihoon dengan kasar.

Barangkali tarikan Jungkook terlalu kuat hingga menyebabkan Jihoon merintih dan berakhir terjatuh. Ditatapnya Jungkook penuh kesal. Ia bangkit dan mendorong kekasih dari Taehyung tersebut lantaran merasa tak terima atas perlakuannya.

"Kau ini gila, ya?" Jihoon menepuk sisi pakaian yang kotor terkena tanah. "Main tarik sembarangan"

"Kau yang gila!" Jungkook lekas menarik kerah jaket yang Jihoon pakai. "Lepaskan ini!" Ia terus menariki kain itu dari tubuh Jihoon. Hingga aksi saling tarik-menarik terjadi. "Dasar tidak sopan. Memakai pakaian milik orang lain seenaknya dan berlagak seperti pemilik mobil. Kau memang tidak tahu diri!" Sungutnya menggebu.

Jihoon pun tidak mau kalah. Ia membalas ucapan Jungkook dengan nada yang sama tinggi. "Tidak mau! Asal kau tahu, Taehyung yang memberikannya pada ku dan menyuruh ku untuk ke mobil"

"Kau pikir aku percaya? Orang seperti mu memang suka menghayal. Sekarang lepaskan jaketnya!"

"Tidak mau!" Jihoon bersikeras mempertahankan jaketnya. Ia mendorong Jungkook kuat.

Mendesis pelan. Jungkook menilik lengannya yang terluka. Dorongan Jihoon membuatnya tak sengaja bersinggungan dengan sisi mobil.

Lantas Jungkook berbalik mendorong Jihoon. Pemuda Park itu nyaris terhuyung ke belakang jika sosok Taehyung tidak tiba-tiba muncul dan menyangganya.

"Jungkook" Tegurnya seraya membantu Jihoon berdiri tegap.

Jungkook kian meradang melihatnya. "Jangan sentuh dia, Tae! Dia memakai jaket yang aku berikan kepada mu dan menyalakan mobil mu seenaknya" Ditariknya tangan Taehyung agar menjauh dari Jihoon.

"Sudah ku bilang, Taehyung yang menyuruh ku"

"Ck, masih saja berbohong. Dasar—"

Taehyung sontak memeluk Jungkook yang hendak kembali menyerang Jihoon. "Jungkook, sudah. Aku memang menyuruhnya untuk ke mobil dulu karena dia sedang sakit. Bukan bermaksud apa-apa. Ini murni karena kemanusiaan"

"Kenapa kau jadi membelanya? Jangan bilang kau juga yang memberikan jaket itu padanya?"

Taehyung mengatupkan bibir rapat-rapat. Bodohnya ia lupa bahwa jaket yang ia pinjamkan pada Jihoon adalah hadiah pemberian dari Jungkook atas hari jadi mereka.

Melihat raut wajah Taehyung kontan Jungkook mengangguk seolah paham. Ia tersenyum miris pada dirinya sendiri.

Sejak awal Jungkook tahu Jihoon memang berteman dekat dengan Taehyung. Pun dari pertama mereka berpacaran, Taehyung pernah menyinggung tentang Jihoon yang merupakan temannya sedari kecil dan ibunya yang juga sahabat dari ibu Jihoon.

Sebenarnya tidak masalah tetapi melihat gelagat Jihoon yang teramat jelas menyukai Taehyung, Jungkook menjadi sering kesal dan berakhir membenci presensi Jihoon.

"Sayang—"

Jungkook mendorong dada Taehyung. "Aku naik bis saja" Ujarnya kemudian berlalu dari sana.

Take Two || taekook (Discontinue) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang