787 kata aku tulis di tahun 2025 bulan April, eh upload nya 2026 😭🤣
Sorry buat nunggu lama buat kalian yg suka cerita ini dan pengen lanjut, maafkan author yg gak jelas inii ya.
Btw komen dan vote nya dongg
*
*
*
*
*
Pagi hari ini, Vellyn pergi ke rumah Vera. Ia tidak sendirian, melainkan bersama Keyla dan juga Areksa. Alasannya, ia terlihat bosan di Mansion, jadinya pergi ke rumah Vera agar di beri izin oleh bodyguard sang suami.
Tujuan Vellyn kerumah Vera, adalah ingin mengusut masalah yang akan mereka hadapi. Di bantu oleh bodyguard perempuan bernama Cleva.
Mereka berada di ruangan khusus di rumah Vera.
"Ini..."
"Ini ruangan rahasia," balas Vera. "Disini kita meletakkan petunjuk masalah ini."
"Tidak ada yang tahu, kan soal ini?"
"Termasuk Kean?" tanya Vellyn.
Vera mengangguk. "Tenang saja, Kean ada di Jerman. Sama urusan nya dengan Algra, cuman beda negara saja,"
Vellyn mengangguk-angguk. Soal Keyla dan Areksa, keduanya ada di ruang tamu. Bermain bersama keponakan Vera yang berusia 6 tahun.
"Saya juga sudah menyelidiki tentang Johan, Nyonya." sahut Cleva. Sembari membuka laptopnya.
Vellyn menatap lama layar itu, menampilkan layar biodata lengkap tentang Johan.
"Nama aslinya adalah Johannes Xavior. Dia anak tunggal dari Raini Rivoni. Saya tidak bisa mengakses siapa Ayah kandungnya."
Vera menatap Vellyn, "bagaimana?"
"Lanjutkan saja."
"Setelah mengakses pekerjaan Johan, ternyata dia berkerja sebagai pembisnis ilegal. Bergabung di sebuah gengster buronan polisi, dan dia sebagai bossnya. Dia juga sudah banyak menjual barang-barang terlarang. Dia juga sering berkunjung di club, membayar para jalang disana untuk memuaskan hasratnya." jelas Cleva panjang lebar hingga membuat kedua perempuan di belakang nya sedikit terkejut.
"Dia pernah menjadi kekasih dengan Nyonya, kan? Dulu, malam sebelum kecelakaan ternyata Johan mengajak anda kesebuah hotel. Saya telah mengecek CCTV hotel tersebut, baru satu menit anda masuk ke kamar itu bersama Johan, anda kembali keluar lagi."
"Apa kau punya rekaman CCTV itu?" tanya Vellyn.
"Ya, tentu. Saya akan memutarnya," ia segera Mengotak-atik laptopnya.
Terlihat di video singkat tersebut, ada dua orang berlainan jenis yang masuk ke dalam sebuah hotel. Namun, satu menit kemudian, sang wanita keluar dengan tergesa-gesa dan menyeret kakinya yang seperti sedang terluka.
Sementara itu sang Pria menyusul, dan mengejar wanita itu. Hingga, Cleva memencet video selanjutnya setelah video itu habis. Dimana di parkiran, sang Pria diam-diam memasang sesuatu di ban mobil dan juga mengotak-atik mobil. Itu terjadi sebelum mereka masuk ke hotel. Setelah nya, di bagian wanita berlari yang seakan ingin melarikan diri, ia masuk ke mobil yang di rusak oleh Johan tadinya.
Sang wanita pergi dengan kecepatan mobil, namun tidak ada jejak pria mengikuti nya lagi.
"Ya, itu kamu. Kamu memakainya mobil mu, yang sudah hancur waktu itu." ujar Vera. "Betul kata Kean, ada yang sengaja merusak mobil mu."
"Apa maksud dari Johan ini?" tanya Vellyn.
"Aku yakin dia punya maksud yang tertentu, makanya bisa melakukan hal tersebut." ujar Vera. "Kita harus mencari tahu dulu, sebelum melaporkan Johan ke polisi menggunakan bukti-bukti ini."
Vellyn mengangguk. "Ya, setidaknya aku harus tahu kenapa dia melakukan itu kepadaku." tangannya terus menggenggam erat jemari sang sahabat, seolah ketakutan dan cemas. "Aku ingin menyelidiki lagi lebih lanjut."
"Kau ingin bertemu dengan Johan?" tanya Vera.
Perempuan itu mengangguk. "Aku bisa berdrama, berpura-pura tidak tahu apa yang terjadi. Kalau dia memang ingin membunuhku sudah pasti ia akan terus ingin membuat ku mati." ucapnya.
"Tapi apa kau baik-baik saja? Kalau si Algra itu tahu, dia akan mencincang ku!" seru Vera.
"Tidak apa, Vera. Kita bisa melakukannya dengan berhati-hati..." lirih Vellyn.
Kemudian, mereka mencari tahu lebih dalam lagi tentang alamat dan rencana yang akan mereka lakukan. Vellyn akan berpura-pura menjadi Vellyn yang dulu, dan tetap tidak tahu apa-apa agar Johan percaya. Dengan itu ia yakin sekali, masalah ini akan terungkap.
Kini, ketiganya berjalan keluar ruangan rahasia itu, menemui Areksa dan Keyla yang sudah menunggu di taman kecil milik Vera. Bayi laki-laki itu langsung masuk kedalam pelukan Vellyn, lalu tertawa-tawa sebentar. Sebelum berpamitan pulang, Vera memberikan candaan kecil kepada Areksa. Setelah itu mereka pun pamit untuk pulang karena tidak bisa lama-lama. Mata-mata milik Algra itu banyak, mungkin saja masih melihat ke arah mereka dengan seksama.
****
"Selamat malam, Nyonya." Rena masuk setelah di beri izin masuk oleh Vellyn. Rena sedikit terkejut melihat kegiatan yang dilakukan Nyonya-nya itu. Terlihat Vellyn yang tengah duduk di sebuah sofa di kamarnya, sembari mengotak-atik laptop yang ia pangku itu. Perempuan itu terlihat seperti bukan Vellyn yang ia lihat dulu, Nyonya-nya yang ia lihat polos.
"Saya membawakan susu untuk Nyonya." ia menaruh segelas susu putih itu di meja di depan Vellyn. "Nona sedang melakukan apa?"
"Sebuah pekerjaan, pekerjaan penting."
"Nyonya bekerja? Bagaimana kalau Tuan Algra tahu."
Vellyn menggeleng. "Suami ku tidak tau, Kak. Dan tidak akan tahu, aku juga tidak bekerja seperti yang kau lihat." jelasnya. "Ini sesuatu yang penting mengenai... Kejadian waktu itu."
Rena diam. Ia mengerti maksud perempuan itu, ia langsung mengangguk paham. "Baik lah, saya tidak akan beri tahu kepada Tuan Algra."
Vellyn tersenyum. "Terimakasih,"
"Tapi Nyonya, kapan ada saat nya, Tuan akan mengetahui itu."
Vellyn tersenyum lembut. "Tidak masalah, saya hanya ingin memberikan suprise untuk nya saja ketika pulang nanti, tapi tidak langsung, hanya pelan-pelan."
"Baik lah Nyonya."
*****
KAMU SEDANG MEMBACA
TRANSMIGRASI GADIS BUTA
ChickLit[ SUKA CERITA INI? YUK FOLLOW AKUN AUTHOR!] - Series ke-02 transmigrasi Dijamin ketagihan 🤙🏻 -------- bagaimana seorang gadis buta yang ber transmigrasi ke raga seorang perempuan yang sudah memiliki suami? ya, itu yang di alami oleh Zeeva Adriana...
