Bab 19

6.4K 31 4
                                    


"Silahkan kalian bisa sex di mana saja. Khusus malam ini. Semuanya gratis. Tapi ingat, jangan sampai melepaskan jilbab untuk yang berjilbab ya. Paham?"

"Paham."jawab mereka serempak.

"Nah, mari kita mulai pestanya!"

Begitu Ummi Nayla berkata demikian, meletuslah pesta sex yang penuh kegilaan. Para pria langsung berhamburan mendekati para wanita untuk memuaskan birahi mereka sendiri.

Di saat itu juga aku merasakan ada satu orang dengan tubuh gempal yang menarikku. Aku yang masih lemas keperawananku yang baru saja direbut menurut pasrah karena tubuhku memang ada untuk melayani mereka.

Aku rupanya di seret ke sebuah kamar yang aku tidak tahu siapa karena tidak terlalu memperhatikan. Orang bertubuh gempal itu langsung melemparkanku ke atas kasur dan dirinya sendir mulai melucuti pakainnya.

"heheehe. Akhirnya gua bisa dapat kesempatan untuk menikmati cewek secantik lu."

"Silahkan tuan...."kataku dengan nada suara lemah."Silahkan nikmati tubuh saya. Tubuh saya hanya ada untuk memuaskan birahi pria seperti tuan."

Pria itu lantas membalikkan tubuhku. Dirinya yang kini telah sepenuhnya telanjang nampak tergoda melihat kemolakn tubuhku yang tidak tertutup apapun kecuali jilbab dan juga lelehan sperma yang masih tersisa di memekku.

Blessshhhh!!! Langsung saja dia menghujamkan kontol tersebut menerobos jepitan memekku yang mulai longgar akibat tusukan sebelumnya. Hanya dengan waktu singkat, orang yang sama sekali tidak kukenali tersebut langsung menggenjotu.

Aku bagaikan sebuah boneka menerimanya begitu saja tanpa perlawanan. Bahkan ketika pria tersebut mulai memaksaku duduk kemudian menciumi bibirku.

"Mmmppphhhhhh..."bibirnya yang menghitam dna berbau asap rokok terus memagut bibirku.

"Mmmppphhh...."Aku balas menciumnya dengan ganas. Bahkan dengan sengaja aku menjulurkan lidahku untuk menelusup masuk melewati bibirnya.

Ciuamn kami semakin menambah intens permainan sex kami. Betul saja, hanya dalam waktu singkat tubuh pria tadi lansung mengejan hebat. Dia semakin membungkam mulutku dengan bibirnya hingga membuatku sesak ketika klimaks berhasil dia gapai.

Crooottt!!! Crroooootttt!!!!

Dengan cepat aliran sperma memasuki memekku. Sedangkan pria tersebut langsung tumbang di atas kasur kehabisan tenaga usai klimaks.

Nafasku tersenggal mendapati permainan kasar pria tadi. Meski begitu, aku sedikit kesal karena semenjak tadi aku belum juga mencapai orgasmeku.

Tapi sepertinya kekecawaanku hanya bertahan sebentar. Segera saja pintu kamar dibuka dan terlihatlah dua orang pria dengan tampilan tak jauh beda dengan orang yang baru saja menyetubuhiku masuk ke dalam kamar. Satu pria terlihat memiliki rambut panjang yang dikuncir ke belakang. Satunya lagi memiliki rambut pendek. Tapi ciri khas yang kuingat dari mereka adalah adanya tato ular yang tergambar sempurna di lengan atas mereka.

"Wih ini orang main ngembat cewek lagi."keluh si rambut pendek melihat sosok pria tadi yang terbaring tanpa tenaga di atas ranjang.

"Biarin. Elu sih gak cepet."sahutnya dengan nada mengejek.

"Lu gampang amat teparnya sudah,"ejek si rambut panjang.

"Cobain saja sendiri bro. Di jamin lu langsung teper disedot sama memek tu cewek."sahut pria itu yang beranjak berdiri dan hendak keluar."Gua mau nyebat dulu di luar."

"Masa sih. Coba gua pakai."

Pria berambut panjang itu segera menairk tanganku dan menyuruhku untuk berdiri. Aku dengan pasrah ikut meskipun kakiku nampak begetar karena kehilangan tenaga.

"Coba gua pakai boolnya. Kan pasti masih perawan."

"Kalau begitu gua mulutnya dah."sahut si rambut pendek.

Dengan segera aku diposisikan berdiri di antara mereka berdua. Kemudian aku diperintahkan untuk menurunkan punggungku hingga menyerupai posisi ru***. Hingga akhirnya wajahku berada tepat di depan kontol si rambut pendek sedangkan pantatku berada di depan kontol si rambut panjang.

Plop. Kedua kontol itu secara bersamaan langsung masuk ke dua lubangku baik yang di mulut maupun di pantatku. Begitu kontol tersebut masuk ke pantatku, aku langsung merasakna perih yang sangat karena saluran anusku yang sempit bagai didobrak oleh kontol yang besar dan keras.

Si rambut panjang yang tak peduli langsung melakukan penetrasi dalam anusku. Pantatnya keluar masuk di bagian permukaan anus. Memberikan sensasi gesekan yang termat menyakitkan dan perih yang tak tertahankan.

Pria itu langsung menghentakkan pinggulnya. Memaksa konolnya yang besar untuk masuk paksa ke dalam saluran anusku yang begitu sempit.

Ingin rasanya aku berteriak karena pedih yang bagai terbakar di pantatku. Namun mulutku sepenuhnya tersumpal oleh kontol lain yang bahkan sampai menyentuh pintu kerongkonganku yang membuatku bahkan sulit untuk bernafas.

Mereka berdua lantas mulai memompa kontolnya di kedua lubangku. Gerakan kedua orang itu memaksa tubuhku untuk bergerak maju mundur bagaikan gergaji yang memotong papan. Tokedku yang menggantung juga ikut bergoyang membuat lonceng kecil yang tersemat di cincin putingku ikut berbunyi pelan. Aku yang semakin tak berdaya hanya bisa pasrah mendapati keadaan tesebut.

"Aaaaahhhh...mantep banget lubang boolnya."seru si rambut panjang yang kini mulai mencengkram pantatku seraya memaksa kontolnya untuk keluar masuk dari salurna anusku.

"Iya bro. Mulutnya juga mantep banget."temannya yang berambut pendek menyahut setuju.

"Aaaahahhhhh..."pria berambut panjang rupanya tak sampai menyemprot pejunya dalam anusku. Dia rupanya langsung mencabut kontolnya yang kini berlumuran darah karena telah memerawani anusku.

"Kayaknya enak itu bool."ujar si rambut pendek yang juga menarik kembali kontolnya dan membiarkanku jatuh berlutut kelelahan.

"Mantep banget memang boolnya cewek alim. Kontol gua kayak diremes gitu."

"Sini ane coba."

"Silahkan saja. Sekalian ane mau coba memeknya."

Lantas mereka mulai memasang kembali posisi baru. Kali ini si rambut panjang ber baring di bawah. Aku diperintahkan untuk memasukkan kontol si rambut panjang langsung ke memekku dengan posisi setengah tengkurap. Di atasku, si rambut pendek telah bersiap untuk menusukkan kontolnya ke dalam pantatku sehingga posisiku saat ini terjepit atas bawah oleh kontol yang siap memompa ke dalam kedua lubangku bersamaan.

Blessssshhh!!! Secara bersamaan kedua kontol telah memasuki lubang tujuannya.

"Aaaaaaahhhhh...."Aku menjerit tertahan. Mrasakan selangkanganku yang menghilang begitu saja karena kedua kontol yang memenuhi dua lebang milikku.

"Engggghhhh...bener bro. Pantat sempit banget,"komentar si rambut panjang yang telah mendesakkan kontolnya untuk menyusup melewati saluran anusku.

Tekanan dari kontol yang masuk dalam pantatku membuat tubuhku terpaksa terdorong ke depan yang mana hal tersebut juga membuat kontol di bawahku semakin masuk menghantam rahimku.

Kombinasi dua tusukan kontol tersebut tentunya memberikan sensasi tersendiri bagiku. Aku seperti ditabrak oleh dua mobil dari arah berlawanan. Tubuhku kini terjepit tak dapat bergerak dari sergapan 2 kontol yang menekan.

"aaaaahhh...ahhhhh....ahhhhh..."Aku semakin tak berdaya dengan rasa sakit yang terus kuterima di selangkanganku. Apalagi berbeda dengan sebelumnya, aku tidak dapat menggerakkan badanku dan terpaksa harus merelakan kontol keras tersebu masih bersarang di lubang yang kumliki.

"Aaaahhhh.....enak bangetttttt...broooo..."komentar si rambut pendek yang memompa kontolnya keluar masuk dari dalam pantatku.

"Tuh kaaannaahhhh...kubilang....."jawab si rambut panjang dengan nafas tersenggal.

"Uuuuuhhhh...udah gak kuat lagi. Gua mau crottt....."

Si rambut pendek seketika menembakkan spermanya. Cukup banyak sehingga tidak bisa ditampung oleh saluran anuskuu.

Si rambut panjang seketika tumbang ke samping. Kontolnya kulihat masih bergerak-gerak dan mengeluarkan sedikit sperma.

"Huhhh...dasar cemen. Begitu saja tepat..."ejek temannya yang kontolnya masih bersarang di dalam memekku.

Si rambut pendek tak menjawab. Dia sepertinya sudah terlalu lelah untuk sekedar membalasnya.

Melihat temannya yang jatuh tumbang membuat si rambut panjang semakin ganas. Dia sekarang meintaku untuk menaik turunkan tubuhku seperti push up sehingga memekku semakin bergesekkan dengan kontolnya.

"Mmmpphhhh..."Si rambut panjang tiba-tiba langsung mencium wajahku. Aku yang kelelahan memaksakan semua kekuatan yang kumiliki untuk membalasnya dengan ciuman yang tak kalah panasnya.

Si rambut panjang kini bahkan menggunakan kakinya mengait di belakang punggungku. Kakinya yang mengait tersbut memaksa pinggangku untuk maju dan membuat kontolnya semakin dalam masuk ke dalam memekku hingga membentur dinding rahim.

"Aaaaaahhhhh....mantep banget ini memek...ahhhhhh...."

Si rambut panjang akhirnya mencapai puncak kenikmatannya. Tubuhnya bergetar hebat dan tak selang lama, kontolnya menembakkan cairan spermanya masuk ke dalam memekku.

Crorrtttt! Crrooootttt!!!! Tembakan sperma yang begitu banyak kembali mengisi memekku. Bercampur dengan beberapa sperma yang sebelumnya sudah masuk ke dalam memekku.

Aku dengan perlahan mengangkat memekku. Setelah memekku terlepas dari pakuan kontolnya, aku langsung menjatuhkan tubuhku ke samping dengan nafas yang tersenggal.

Aku tersenyum lemah dengan kepuasan. Semua lubangku kini akhirnya telah dipakai untuk memuaskan kontol-kontol para pria. Akhirnya, aku berhasil memenuhi salah satu tugas utamaku yaitu memuaskan birahi para lelaki dengan tubuhku.

Tapi diam-diam aku sedikit kecewa. Rupanya semua rangsangan yang diterima tubuhku belum berhasil membuatku mencapai klimaks. Entah karena rangsangan itu bercampur dengan rasa sakit atau terllau banyak, yang pasti aku tidak dapat menggapai klimaksku.

Kulihat si rambut panjang dan si rambut pendek berdiri sempoyongan. Dia mengucapkan terima kasih padaku kemudian dengan terhuyung mereka berjalan meninggalkan kamar.

Setelah beberapa menit berbaring sambil mengatur nafas, akhirnya aku punya tenaga untuk berdiri lagi. Dengan nafas tersenggal dan kaki gemetar karena kehilangan banyak energi, aku mulai berjalan keluar dari kamar. Masih dengan memek dan anus yang mengeluarkan lelehan sperma.

Di luar rupanya sangat kacau. Permadani telah kotor oleh ceceran sperma. Para pria terlihat tepat kehilangan tenaga setelah permainan sex yang luar biasa. Ada juga beberapa yang duduk bersandar sambil minum dan menghisap rokok.

Aku mengalihkan pandanganku ke penghuni asrama lainnya yang masih sibuk bermain dengan beberapa orang. Kak Iffah dan Kak Nurul terlihat dikerumuni 5 kontol yang mengellilingi wajahnya menunggu giliran untuk dikulum. Ada juga Kak Kamila dan Kak Rara yang kedua lubagnnya sedang dimasuki kontol seperti yang baru saja kulakukan.

"Sudah melayani para tamu, Anita?"tanya sebuah suara yang mendekatiku.

Aku menoleh dan melihat Ummi Nayla yang datang menghampiriku dengan tampilan acak-acakan. Tak ada baju yang menutupi tubuhnya kecuali jilbab lebar yang masih setia menutupi kepalanya. Tubuh bagian bawahnya terekspos bebas dan nampak ternoda dengan banyak sperma. Begitupun dengan memeknya yang masih meneteskan sisa peju.

"Eh ummi nayla."Aku tersenyum senang melihatnya."Iya mi. Sudah pada tepar tadi."

"Ayo duduk dulu."Ummi Nayla langsung mengajakku untuk duduk di atas karpet.

Kami berdua terdiam sejenak menyaksikan pesta sex yang masih berlangung meskipun para prianya sebagian besar telah jatuh kelelahan.

"Tadi kamu melayani berapa kontol?"

"Baru 4 ummi."

"Empat ya. Wah itu masih jauh dari rata-rata penghuni sini."Ummi Nayla mengangguk-angguk."Biasanya di sini minimal sampai 10."

"Maaf ummi. Saya belum bisa memenuhi harapan ummi."tukasku penuh penyesalan.

"Gak usah ngomong begitu. Kamu kan masih pemula. Wajar belum bisa melayani secara maksimal. Nanti kamu sendiri juga bakal belajar bagaimana caranya memuaskan birahi lelaki."

"Iya ummi."Aku mengangguk paham.

"Oh iya, ummi ada sedikit hadiah untukmu."

"Apa itu mi?"

Ummi Nayla tidak mnjawab. Dia malah langsung menyosorkan bibirnya dan langsung menciumiku dengan ganas.

"Ummi..mmmppphhh..."

"Sudah rileks saja. "Ummi Nayla tersenyum menenangkan."Sekarang giliran ummi yang memberikanmu kenikmatan.

Ummi Nayla menarikku dalam pelukannya. Ciumannya semakin ganas. Berbeda dengan beberapa ciuman yang kuterima sebelumnya, ciuman ini terasa begitu lembut dan penuh cintal. Hal yang justru membuatku semakin terangsang.

Ummi Nayla tiba-tiba menjulurkan tangannya dan memasukkan satu jarinya ke dalam memekku di tengah aksi ciuman yang yang kami lakukan. Seketika juga aku langsung bergetar oleh nafsu dan hampir berteriak terkejut tapi bibir Ummi Nayla begitu rapat menyumpal mulutku.

"Mmmpphhhhmmmpphhh..."Aku semakin menggeliat. Tidak pernah kusangka Ummi Nayla begitu mudah merangsangku. Jauh lebih terasa dibanding empat kontol yang sebelumnya kulayani.

Jari Ummi Nayla kini keluar sejenak dari jepitan memekku. Dia mulai beralih dengan menyentuh biji klirotisku. Sesekali tangannya bahkan menjepit klirotisku. Membuatku semakin menggeliat kenikmatan.

"Mmmmpphhh...."Aku berusaha melepaskan diri dari rangsangan Ummi Nayla. Namun tangan Ummi Nayla yang satunya begitu erat memelukku. Membuat gerakanku menjadi amat terbatas.

Puas melihatku yang semakin terangsang, kini Ummi Nayla kembali beralih untuk memasukakn jarinya. Bukan Cuma satu melainkan 3 sekaligus. Jari-jari tersebut bergerak layaknya kontol. Keluar masuk dari lubang memekku. Menciptakan gesekan menggairahkan yang makin mengangkatku menuju puncak kenikmatan.

"Aaaahhhhhh ummiiiiii...."Aku sudah tak kuat lagi. Hanya dengan permainan jari yang dilakukan Ummi Nayla, dia kini berhasil menghantarkanku pada orgasme hebatku.

Crooott!!Croottt!!! Semburan itu sangatlah banyak menyerupai air mancur yang mengalir deras keluar dari memekku.

Aku langsung terjatuh lemah. Squirt luar biasa yang kudapatkan benar-benar menghabiskan tenagaku.

"Bagaimana rasanya Anita? Enak?

Aku mengangguk lemah sebagai jawaban.

"Sekarang giliran kamu yang bikin ummi nikmat."

Ummi Nayla seketika mengambil posisi mengangkang di atas wajahku. Melihat itu, aku langsung paham apa yang ummi mau. Segera aku julurkan lidahku dan mulai menjilati memeknya.

"Ouuhhh....enak sekali lidahmu, ta."Ummi Nayla semakin menggeliat kenikmatan. Dia bahkan semakin menekankan memeknya ke arah mulutku.

Aku semakin kuat menggerakkan lidahku. Sesekali aku menghirup beberap tetesan sperma yang masih tersisa di memek Ummi Nayla.

Tak butuh waktu lama, aku bisa merasakan tubuh Ummi Nayla yang mengejan hebat. Tak selang lama, memeknya mulai mengucurkan cairan kenikmatan yang termat banyak.

Croooottt1Croootttt! Tahu kalau Ummi Nayla telah mencapai orgasmenya, aku langsung membuka mulutku lebar-lebar menyambut cairan kenikmatan tersebut untuk masuk ke dalam perutku.

Ummi Nayla jatuh kehilangan tenaga. Kami berdua akhirnya berbaring bersebelahan sambil tersenyum bahagia melihat wajah masing-masing. Pesta sex ini benar-benar membawa sesuatu yang baru buatku.

"Terima kasih ummi sudah memperkenalkan dunia ini padaku."

"Sama-sama"


TAMAT

Rahasia AsramaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang