28 [S2]

727 38 0
                                        

di pagi hari yang cerah, di sebuah kamar ada dua orang yang masih tertidur dengan lelap, dengan zean yang memeluk istrinya yang perutnya sekarang membuncit dikarenakan kehamilannya.

pernikahan mereka sudah berjalan selama 1 tahun, selama satu tahun banyak lika liku dan cobaan yang mereka hadapi, tapi mereka bisa melewati itu semua dengan baik, dengan zean yang selalu berada di samping marsha dan begitu juga dengan marsha.

marsha sekarang sedang mengandung anak pertama mereka, yang umur kandungan nya sudah menginjak 5 bulan, di kehamilan marsha yang menginjak 5 bulan ini, zean sedikit mengurangi kerjaan nya di kantor, kadang juga dia bawa pulang untuk di kerjakan di rumahnya, karena zean tidak mau istrinya yang hanya tinggal berdua dengan art nya di rumah, kenapa-kenapa.

"eughh" lenguh zean yang sudah terbangun dari tidurnya

ia membuka matanya, dan melihat orang yang sedang di peluknya, senyumnya terukir ketika melihat wajah istrinya yang menurut nya adalah salah satu kesempurnaan yang ada di dunia

"lagi tidur aja cantik banget" gumamnya yang sambil mengelus lembut pipi istrinya itu.

marsha yang terusik pun, ia mengerjapkan matanya,"mass udh bangun?" tanya nya dengan suara khas bangun tidur.

zean tersenyum,"udah sayang, kebangun ya?, maaf ya" ucap zean yang merasa bersalah karena telah membangunkan marsha

marsha menggelengkan kepalanya,"gpp, lagian juga udh jam bangun tidur ini" ucap marsha

"mas, ga mandi"

"nantilah, aku masih mau lihat wajah cantik istri aku ini" ucapnya yang masih setia mendekap marsha.

"issh pagi-pagi udah gombal aja kamu tuh"

zean hanya terkekeh,"morning sayang, udah bangun ya, gimana bobo nya semalam nyenyakan" ucap zean yang sambil mengelus perut buncit marsha

"udah papa, nyenyak kok pa, kan sambil di peluk papa Bobonya" jawab Marsha yang menirukan suara bayi

"ihh gemes banget sihh ni perut makin gede aja" ucap zean yang sambil menusuk perut Marsha dengan jarinya

marsha yang mendengarnya hanya mendengus,"iyalah namanya juga orang hamil gimana sih, kamu mah enak perut nya ga buncit kayak aku" ucap marsha yang iri

zean hanya tertawa mendengarnya,"emngnya kamu mau kalo perut aku buncit juga, jadi gendut gitu" tanya zean yang menatap marsha.

"yaa ngga sih, nanti ilang dong kotak-kotak nya ini, dan ga seksi lagi nanti" jawab marsha, yang sambil mencubit perut zean.

"emng aku se seksi itu kah" tanya zean dengan nada menggoda dan alis yang di naik turunkan.

Marsha memutar bola matanya dengan malas," isshh udah ahh sana kamu mandi" ucap marsha yang berusaha mengalihkan pembicaraan.

"kenapa kamu lihatin aku kayak gitu, senyum-senyum lagi" tanya marsha, karena zean sedari tadi menatapnya, dengan senyuman yang menurut nya menggelikan

"olahraga pagi yuk, meng" celetuk zean tiba-tiba

ctass...

Marsha menyentil dahi zean, marsha udah tau apa yang zean maksud,"olahraga pagi olahraga pagi, ga lihat nih perut udh besar kayak gini." ucap marsha kesal.

"sakit meng" ucap zean yang sambil mengelus dahinya yang di sentil,"lagian kata dokter juga udh boleh klo kita ngelakuin gitu"

"ngga ya zean"

"udahh sana mandi, kalo kamu masih maksa, aku ga akan kasih kamu jatah seterusnya, mau?" ancam marsha.

"ihh gitu banget ngancamnya"

"yaudah makanya sana mandi ga"

"iya-iya ini mandi"

zean pun beranjak dari tempat tidur nya dan menuju ke kamar mandinya, tapi ia sambil menggerutu,"sok-sok an nolak, nanti kalo udh ngerasain sekalian bakalan ketagihan juga" gerutunya.

"ekhemm, aku denger yaa" ucap marsha yang mendengarnya

sambil menunggu zean selesai mandi, marsha juga bangun dari tidurnya, ia memutuskan untuk membersihkan tempat tidurnya terlebih dahulu.

tak lama kemudian terdengar suara pintu kamar mandi terbuka,"udah selesai?" tanya marsha yang melihat zean baru keluar dari kamar mandi

zean hanya mengangguk,"sana kamu sekarang yang mandi meng, habis itu kita sarapan" ucap zean

"mau masak apa emangnya mas" tanya marsha

"terserah kamu aja, yang ga terlalu ngerepotin dan ga buat kamu terlalu capek" jawab zean

marsha yang mendengar jawaban dari zean ia tersenyum, ia merasa beruntung bisa mendapatkan suami seperti zean, yang selalu ngerti keadaan nya.

"yaudah aku mau mandi dulu bentar ya" ucap marsha

"iyaa mengg"

sambil menunggu marsha selesai mandi, zean memutuskan untuk turun ke bawah, menonton televisi.

setelah beberapa menit zean menunggu, akhirnya marsha selesai dari mandinya,"mass"panggil marsha yang baru saja turun dari tangga

zean yang merasa terpanggil menoleh," kenapa sayang" tanya nya

"gapapa aku kira tadi kemana, ko udh ga ada di dalam kamar" jelas marsha

"yaudah aku masak dulu ya mas"

"iyaa sayang"

marsha langsung menuju dapur, untuk memasakkan untuk sarapan pagi ini.

sesampainya di dapur, marsha berpikir sejenak,"hmm masak apa ya enaknya"ucapnya, yang sambil mengecek bahan masak yang ada di dalam kulkas.

"masak sayur sop, sama ayam goreng aja deh, putusnya pasalnya di dalam kulkas hanya tersisa bahan untuk membuat itu saja.

saat marsha asik memasak di dapur, tiba-tiba aja ia di kagetkan, dengan tangan yang tiba-tiba melingkar di pinggangnya.

"mass, ihhh bikin kaget aja tau ga" ucapnya yang kaget dengan kedatangan zean di belakangnya

"hehe maaf, kamu masak apa"

"ini masak sayur sop, sama ayam goreng, gpp kan, soalnya cuman sisa ini doang bahannya yang ada di kulkas" jelas marsha yang tangannya masih sibuk dengan masakannya.

"gpp sayang, kamu masa apa aja pasti enak ko, lagian kan tadi aku bilang, jangan masak yang ga bikin kamu repot dan ga buat kamu capek" jawab zean yang tangannya masih setia memeluk istrinya dari belakang

"iya-iyaa, yaudah ini tangannya lepas dulu, susah tau" Marsha yang kesal karena pergerakan yang susah karena zean masih memeluknya

zean bukannya menurut ia justru semakin memeluk marsha dengan erat, sambil mencium pipi marsha dari samping.

marsha yang kesal pun, ia berbalik badan, dan menatap suaminya itu,"mas ihh bisa diem dulu ga!!!, kalo kamu ga nurut aku ga jadi masak nih" ancam masak

zean yang di marahi sama istrinya itu bukannya takut malah tersenyum,"hehehe", "ihh malah senyum, udh kamu duduk dulu situ, tungguin ini bentar lagi selesai" ucap marsha

zean kali ini menurut, ia melepaskan pelukannya, dan beralih duduk di kursi meja makan.

"ohh iyaa nanti kita keluar yuk, belanja, tadi kata kamu bahan masak udh habis tinggal sedikit" ajak zean

"iyaa mas" jawab marsha tanpa menoleh karena masih sibuk dengan masakannya.

to be continued...


kalian masih pada nungguin S2 dari cerita ini kah?,
hehe, maaf yaa baru bisa nulis S2 sekarang. Semoga kalian suka yaa, jangan lupa vote nya.

First Love (ZeeSha)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang