[ On going | Diusahakan update setiap minggu ]
Belum Revisi
.
.
"Aku suka deh sama langit malam"
"kenapa?"
"Soalnya Bulan sama Bintang sinarnya indah banget, kalo kamu suka apa ra?"
"kalau aku sukanya kita bisa bersama terus selamanya chik"
ATTENTI...
"Iya kali ini beneran, besok pagi aku jemput kita kesana bareng Freya."
"Awas aja kalo kamu bohong lagi! Gak usah ajak-ajak aku lagi!"
Seperti itulah percakapan antara kedua manusia tersebut. Chika yang sudah tidak sabar ingin pergi ke tempat yang dijanjikan oleh Nara, sedangkan Nara yang terus menunda untuk pergi. Sudah satu bulan lebih berlalu dan kondisi Nara sekarang sudah sepenuhnya membaik, dia sudah bisa beraktifitas dengan normal.
Nara dan Chika saat ini sedang berada di salah satu mall ternama di jakarta, karena kali ini kebetulan mereka sedang tidak ada kelas mata kuliah sampai 4 hari kedepan.
"Raa, mau main ke timezone." Pinta Chika dengan manja, mengajak Nara untuk pergi ke salah satu wahana bermain di mall tersebut.
"Ayoo sayang." Jawab Nara yang kemudian menggandeng tangan Chika berjalan menuju ke wahana bermain di mall tersebut, Chika sangat bersemangat saat melihat beberapa mesin bermain terutama mesin capit boneka.
"Sayangg, mau boneka itu" Rengek Chika, sedangkan Nara hanya menghela nafas. Dia bingung kenapa pacarnya saat ini terlihat begitu menggemaskan. Nara kemudian memasukkan beberapa koin kedalam mesin tersebut.
"Sayanggg, sayangg boneka ituuuu!" Teriak Chika tepat disebelah kuping Nara, tidak hanya mulutnya yang berisik namun tangan Chika juga mengguncang pundak Nara. Sehingga Nara tidak dapat fokus.
"Sayangku Chika yang cantik. Kamu diem dulu yah. Kalo kamu gerakin pundakku terus gimana mau dapet?" Ucap Nara melembutkan nada bicaranya sambil tersenyum yang sedikit terlihat dipaksakan.
"Hehehehe, iyaa maap."
Setelah itu Chika tampak terlihat lebih tenang, tapi tidak dengan ekspresi wajahnya yang terlihat begitu ekspresif. Perasaan geram dan penasaran terlihat sangat jelas diraut wajahnya, tapi sepertinya dia masih mampu untuk tidak mengeluarkan suara serta mengganggu konsentrasi kekasihnya tersebut.
Tidak lama kemudian boneka berhasil keluar dari mesin tersebut yang menandakan Nara berhasil mendapatkan boneka berbentuk Pikachu. Kemudian Nara mengambil boneka tersebut dan langsung memberikannya kepada Chika.
Sementara perempuan tersebut sudah terlihat kegirangan sambil bertepuk tangan layaknya anak kecil yang baru mendapatkan hadiah."
"MAKASIHHH SAYANGGGKU NARA YANG GANTENGGG. JADI MAKIN CINTA DEHHHH." Ucap Chika dengan bahagia sambil memeluk boneka yang baru saja dia dapatkan.
"Masih mau main apalagi?" Tawar Nara.
Chika tampak berpikir sambil melihat kekanan dan kekiri untuk memilih hal apa yang ingin ia mainkan selanjutnya. "Itu aja dehh kita main basket." Ucap Chika, dan sekarang Chika yang menarik tangan Nara.
Satu persatu bola dilempar oleh Chika kearah ring tersebut, namun bukannya masuk kedalam ring malah bolanya keluar dari mesin basket, Namun Nara tampak sigap untuk menangkap bola yang memantul tersebut.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.