[ On going | Diusahakan update setiap minggu ]
Belum Revisi
.
.
"Aku suka deh sama langit malam"
"kenapa?"
"Soalnya Bulan sama Bintang sinarnya indah banget, kalo kamu suka apa ra?"
"kalau aku sukanya kita bisa bersama terus selamanya chik"
ATTENTI...
Aku kemudian mematikan sambungan teleponku dengan sahabatku Aldo, aku mengambil jaketku dan selembar kertas yang ingin kuberitahukan kepada Aldo.
"Itu kertas apaan kak?" Aku sedikit terkejut dengan kemunculan Freya, namun aku tetap berusaha terlihat tenang sambil memasukkan kertasnya kedalam saku jaketku. "Bukan apa-apa tugas kuliah kakak sama si Aldo doang" jawabku bohong.
"Kakak keluar dulu ya, mau nongkrong sama Aldo sekalian. Gak tau nanti pulang jam berapa." Freya mengangguk, namun aku melihat sedikit tatapan curiga dari Freya terhadap diriku.
Aku kemudian pergi menuju rumah Aldo menggunakan motor sportku, ya aku memang memiliki motor sport fairing berkapasitas 250cc 4cylinder. Atau sering disebut juga Zx-25r, aku memang jarang menggunakan motor ini selain karena suaranya yang terlalu berisik, motor ini juga kurang nyaman jika digunakan untuk sehari-hari. Biasanya kugunakan motor ini saat aku ingin melampiaskan segala perasaanku, entah kenapa saat diriku memacu motor ini dengan sangat kencang aku merasakan beban pikiran dan perasaanku sedikit hilang.
Mungkin bagi beberapa orang hal itu terdengar konyol dan tidak masuk akal, tapi mungkin ini caraku. Aku tidak ingin melampiaskan perasaan burukku kepada orang lain, jadi aku memilih cara ini. Sambil berharap aku tidak mengalami hal buruk saat berkecepatan tinggi, hahaha.
Singkat cerita aku telah sampai didepan rumah Aldo, dan kebetulan Aldo juga sudah menungguku didepan rumahnya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Kurang lebih seperti itu gambaran rumah Aldo.
Yang seperti aku bilang, dia memang lebih kaya dariku. Orangtuanya bekerja di luar negeri tepatnya di negara Australia, Ayahnya berprofesi sebagai dokter spesialis di salah satu rumah sakit ternama sedangkan ibunya menjadi pengacara. Orang tuanya jarang sekali pulang ke indonesia, karena terlalu sibuk mengurusi pekerjaannya. Jadi Aldo tinggal sendiri dirumah sebesar itu. Memiliki orangtua tapi kehilangan orangtua, mungkin kata itu yang tepat untuk menggambarkan keadaan Aldo.
"Mau kemana nih kita?"
"Dirumah lu aja deh Do"
Aldo tampak kebingungan. "Lah? Tadi katanya ngajak nongkrong. Tapi bebas sih kebetulan gw ada makanan banyak didalem" ucapnya.
"Yaudah gas dirumah lu aja"
Aku pun memarkirkan motorku di teras rumahnya dan kemudian masuk kerumahnya.
"Lu duluan aja ke kamar atas, gw ambil makanan dulu"
Aku mengganguk dan melangkahkan kakiku kekamarnya, sungguh betapa kesepiannya Aldo tinggal dirumah sebesar ini sendirian. Aku kemudian berdiri tepat didepan pintu bertuliskan 'Ruang galau' sungguh sangat alay sahabatku ini.