"Ciciii, mau kiss duluu,"
"Ini Ci, pake helmnya dulu. Sini, dedel pakein,"
"Ci, cici kerumah sakit sekarang ya ci"
"Adel, Ci.. "
Ingat ini cuman cerita fiksi ya!!!
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
- - - -
"Dedel... Bertahan, ya... Kita hampir sampai," bisik Shani. Ia menggenggam erat tangan adiknya, berharap bisa memberikan kekuatan melalui sentuhannya.
Jinan, yang duduk di kursi depan, melirik Shani dengan cemas. "Shan, lo juga terluka parah. Setelah sampai, biar gue periksa luka lo, ya."
Shani tidak menjawab. Fokusnya hanya pada Adel, yang kini terbaring tanpa daya di pangkuannya. "Gue baik-baik aja, Jinan," jawabnya pelan, walau ia tahu itu bohong. Tubuhnya sudah lemah.
Saat mobil berhenti di depan rumah sakit, Shani membuka pintu dengan cepat. "Tolong! Perawat!" teriaknya. Beberapa petugas medis segera mendekat, membawa tandu untuk Adel.
Dengan langkah gontai, Shani mengikuti perawat yang membawa Adel menuju ruang gawat darurat. Namun, tepat di depan pintu, seorang perawat menghentikannya.
"Maaf, Mbak, hanya tenaga medis yang boleh masuk," ujar perawat itu lembut namun tegas.
"Tapi dia adik saya! Saya harus memastikan dia baik-baik saja!" suara Shani terdengar putus asa. Ia mencoba melangkah maju, tetapi perawat tersebut menahannya.
Jinan segera mendekat dan meraih bahu Shani. "Shani, lo ikut gue sekarang. Luka lo harus dirawat biar ga infeksi."
Jinan menghela napas panjang. "Gue tahu lo khawatir, tapi kalau lo terus kaya gini, lo juga bisa bahaya. Lo nggak akan bisa bantu Adel kalau lo sendiri nggak bertahan."
Shani terdiam sejenak. Tubuhnya gemetar, dan pandangannya mulai kabur. "Gue... gue nggak mau kehilangan dia," bisiknya sebelum tubuhnya terhuyung.
"Shani!" seru Jinan, sigap menangkap tubuh Shani sebelum ia jatuh. "Lo butuh perawatan sekarang juga."
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
. . .
SIAPA YANG KEMARIN MINTA LANJUT??? YANG PENASARAN KENAPA SHANI HIDUP LAGI?? YANG PENASARAN SIAPA EZRA? NIH AKU KASIH tapi...