BAB 36

1.3K 102 0
                                        

----

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

-
-
-
-

"Lo nggak usah mikirin kata-kata mereka kemarin, Del," ujar Olla sambil menepuk pundak Adel. "Mereka emang nyebelin, suka cari masalah aja."

Adel tersenyum lemah, berusaha menenangkan dirinya. Namun, bayangan kata-kata Ashel terus menghantui pikirannya.

"Kenapa mereka ngatain gue pembunuh, ya?" bisik Adel pada dirinya sendiri, tak sadar teman-temannya mendengarnya.

Lulu langsung menoleh, ekspresi wajahnya penuh kekhawatiran. "Del... Lo nggak usah ambil pusing. Mereka cuma ngegertak, ngerti?"

Namun, di tengah obrolan itu, perhatian mereka terpecah saat seorang guru masuk, membawa seorang murid baru.

Seorang cowok dengan rambut hitam rapi dan tatapan dingin melangkah masuk. Caranya berjalan tenang, terlalu tenang untuk anak baru.

"Nama gue Ezra," ucapnya singkat. "Pindahan dari Bandung."

"Hai Ezra ganteng,"

"Cakep banget masnya,"

"Aduhh.. opaa.. "

Begitulah sorak sorai siswi dikelas itu.

Lulu berbisik ke Olla, "Buset cakep bener kaya opa opa Korea? Dingin banget lagi mukanya."

"Heh kampung!! lo kalo liat cowo cakep aja,matanya langsung melek," sahut Olla, membuat Oniel menahan tawa.

Guru menunjuk kursi kosong di sebelah Adel. "Ezra, kamu bisa duduk di sana."

Ezra berjalan menuju kursi tanpa sepatah kata pun, tapi saat melewati Adel, ia berhenti sejenak dan berbisik cukup pelan. "Gue akhirnya ketemu lo lagi."

Adel mendongak, menatap Ezra dengan bingung. Tapi sebelum ia sempat bertanya, Ezra sudah duduk dan memusatkan perhatian pada guru di depan.

Saat jam istirahat, ia duduk bersama Lulu, Olla, Oniel, dan Flora di kantin. Obrolan mereka seperti biasa, penuh celotehan ringan.

"Liat nggak tadi waktu Ezra duduk?" Lulu membuka percakapan, matanya berbinar penuh antusias.

"Dia nggak liat siapa-siapa selain Adel," goda Olla, sambil menyenggol bahu Adel.

Adel memutar matanya. "Udah lah, jangan halu. Gue malah bingung kenapa dia ngomong aneh ke gue tadi."

"Ngomong apa?" tanya Flora, yang sejak tadi diam saja.

Adel menirukan suaranya dengan nada serius. "Gue akhirnya ketemu lo lagi."

Oniel terkekeh. "Wih, plot drama nih. Lo ada musuh lama yang nyamar jadi anak baru?"

"Enggak lah," jawab Adel cepat. Tapi ia tidak bisa menghilangkan rasa tidak nyaman yang menyelinap.

Beberapa hari berlalu, dan Ezra tetap menjadi sosok yang pendiam tapi selalu ada di sekitar Adel. Suatu hari, saat mereka sedang belajar kelompok di perpustakaan, Ezra tiba-tiba muncul di meja mereka.

I'M ADELIACerita yang bikin terobses. Temukan sekarang