Adelia biru malvesya.seorang mahasiswi semester akhir yang harus kehilangan nyawa nya setelah pulang dari acara kelulusan di kampusnya
bagaimana jika bukannya menuju alam baka setelah meninggal tertabrak mobil dan malah memasuki dunia fantasi yang...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Saat ini cia dan keluarga Azka tengah berkumpul di ruang makan tengah mengobrol sambil menunggu kepala keluarga Aleksander siapa lagi kalo bukan ayahnya Azka
"Akak canti tau gak"
"Engga" ucap Azka menjawab yang membuat Lio mendelik kearah Abang nya
Mengapa malah abangnya yang menjawab kan ia nanya nya sama akak canti
"Apacih Abang ngga diajak huh" ucap Lio sambil menempelkan duduknya semakin dekat dengan cia
"Akak canti ntar kalo cudah becal akak mau gk jadi pacalnya Lio" Lio mengatakan itu sambil berbinar binar melihat kearah cia dengan penuh harap
Cia menggaruk tengkuknya kaku ia jawab apa pertanyaan Lio yang ohoq agak nyeleneh
Tiba tiba Azka meraup muka Lio dengan tangan besar nya yang membuat Lio berteriak kencang
"ABANG!"
"heh kasian Lio! Sini samaa kakak aja"cia mencubit paha Azka dengan pelan melihat Lio akan menangis dengan bibir mengerucut kedepan
"Akak Abang nakal Lio Ndak sukaa hiks"
"Iya nanti kakak pukul biar abangnya jangan nangis yaa cup cup" ucap cia menenangkan Lio yang menangis di pelukannya dengan menepuk nepuk pantat Lio
Azka hanya mendengus pelan adiknya ini banyak drama sekali
Dari arah tangga terlihat lah pasangan paruh baya yang tengah berjalan kearah mereka
"Maaf lama yaaa" ucap bunda rania mendudukan dirinya di depan cia
"Lio kamu kenapa nangis" ucap sang ayah Leksus ketika melihat sang anak
Lio mengusap ingus di hidungnya lalu menunjuk kearah Azka dengan tajam yang membuat nya semakin menggemaskan
"Abang nakal ayah"
"Kebiasaan " ucap bunda Rania menggelengkan kepalanya
"Sini Lio sama ayah, kak cia nya mau makan dulu"ayah Leksus pun hendak mengambil Lio dari pangkuan cia tetapi anak itu semakin merapatkan tubuhnya tidak mau lepas
"Eh bocil sama ayah dulu sana" ucap Azka menoel pelan kaki Lio yang membuat sang empu melihat kearah Azka sambil menjulurkan lidahnya mengejek
"Heh!"
"Ndak mau Lio mau sama akak canti"
Cia hanya mengelus kepala cia lantaran merasakan Lio semakin mengeratkan pelukannya
"Gapapa kok om sama cia aja"
"Nanti kamu susah makanya " ucap ayah Leksus
"Engga kok om gapapa"
"Emng ini bocil manja" ucap Azka sambil mengambil makanan didepannya dan meletakkan nya di piring cia dan kepiting nya
"Makasih ya Azka"ucap cia tak enak, ia susah mengambil makanan lantaran Lio masih memeluknya tetapi Azka yang peka langsung mengambilkan nya