Adelia biru malvesya.seorang mahasiswi semester akhir yang harus kehilangan nyawa nya setelah pulang dari acara kelulusan di kampusnya
bagaimana jika bukannya menuju alam baka setelah meninggal tertabrak mobil dan malah memasuki dunia fantasi yang...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"sistem tolong gw wehhh"
"Sistem aaaaaaa"
Cia terus saja mencoba memberontak walaupun ia bisa berkelahi tetapi saat saat seperti ini entah kenapa hilang begitu saja
cia tidak sadar ia dibawa kemana lantaran sibuk mencoba melepaskan diri
Setelah sampai di suatu ruangan yang berbau obat yang ternyata itu UKS cia sedikit lega, saat tangan yang membekap mulutnya terlepas cia pun dengan cepat menonjok orang itu sampai tersungkur
"Lo siapa sialan!"
"Àww shh"
Cia pun melihat kearah laki laki yang terlihat familiar saat sadar ia langsung menutup mulutnya terkejut
"Zergan!"
Laki laki yang membekap cia itu zergan yang entah kenapa melakukan hal yang membuat cia sangat panik karena berpikir akan di culik
"Lo! Lo kenapa bisa ngelakuin itu bikin jantungan tau gak" cia pun berbicara tanpa melihat zergan melihat ke kearahnya dengan pandangan penuh arti dengan sudut bibir terangkat
"Tau gk Lo! Gw kira gw bakal di culik terus di buang kelaut " ucap cia yang terlalu dramatis menurut sistem yang sedari tadi melihat tanpa bersuara ataupun menolong
Cia terdiam saat tidak ada jawaban dari laki laki didepannya, cia sedikit meringis kala sadar terlihat memar di pipi zergan pasti itu karena tadi ia pukul
Cia seketika tidak enak melihat memar itu, zergan hanya diam saat sadar cia merasa bersalah padanya ia pun terus terusan meringis
"Awshhh"
"Eh eh maaf gw gk sengaja" ucap cia panik tanpa pikir panjang ia menyuruh zergan untuk duduk di kasur UKS setelah itu cia langsung mencari obat untuk luka zergan
Entah terlalu polos atau karena panik, cia tak sadar bahwa luka kecil seperti itu tak ada apa apanya untuk zergan yang sudah sering berkelahi atau mungkin dapat luka lebih parah dari ini
"Sini gw obatin"
Cia kembali dengan kotak obat ditangannya, dengan telaten ia mengobati luka itu
"Aww pelan pelan"
"Iya iya ini pelan"
cia pun meniup pelan luka di pipi zergan yang tanpa sadar membuat wajah mereka sangat dekat bahkan zergan bisa merasakan nafas cia mengenai pipinya yang membuat nya salah pokus kearah bibir cia yang tengah meniup lukanya sesekali
"Nah udah seles-" cia seketika terdiam saat menyadari mereka terlalu dekat
"Ah maaf" cia menjauh kan wajahnya dengan kaku dan langsung saja menyimpan kembali Obat yang baru ia pakai
Setelah selesai cia kembali dan melihat kearah zergan yang tengah bersandar ke kasur UKS Dnegan mata terpejam