Adelia biru malvesya.seorang mahasiswi semester akhir yang harus kehilangan nyawa nya setelah pulang dari acara kelulusan di kampusnya
bagaimana jika bukannya menuju alam baka setelah meninggal tertabrak mobil dan malah memasuki dunia fantasi yang...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
part sebelumnya~
BRAK
dobrakan pintu membuat semua nya kaget otomatis berdiri waspada lantaran takut itu penyusup
Terlihat di ambang pintu seorang pria berdiri memakai jas nya yang sudah terlihat kusut
"Sayang"
*****
"Sayang"
Pria itu langsung saja menghampiri cia dengan cepat sambil membawa pelastik di tangannya yang berisi makanan ringan untuk gadisnya tentu saja sehat ya
ia menaruh pelastik itu di meja lalu berdiri di sisi ranjang cia mengabaikan mereka yang menatap kearahnya dengan tatapan tajam
"Ngapain Lo disini" ucapan itu keluar dari mulut Azka yang jengkel
Orang itu tak memperdulikan ucapan itu ia sibuk mengelus rambut cia dengan lembut
"Aku gapapa mas"ucap cia dengan pelan sambil tersenyum
"Gw kira dia gk bakal Dateng"batin cia
"Mana mungkin tidak datang tuan, orang dia bulol kok(◔‿◔)"ucap deggy malas
"Khekhe iya juga ya"kekeh cia dalam hati
"Maaf ya sayang aku baru kesini, aku gk tau kamu masuk rumah sakit" ucap orang itu yang ternyata Sagara
Cia tersenyum sambil menggenggam tangan sagara "Gapapa kok aku ngerti"
"Ekhem"
"Panas banget disini"
"Huh"
"Ck minggir om itu tempat saya"
Sagara mendelik tidak senang, tetapi ia tidak peduli memilih mengambil belanjaan nya lalu memberikan nya kearah cia
"Ini buat kamu dimakan ya"ucap Sagara
Cia berbinar saat melihat susu kotak kesukaan nya
"Wahh makasih yaaa hehe" ucap cia senang lalu tanpa peringatan langsung mencium pipi Sagara yang membuat sang empu terdiam bukan hanya Sagara yang terdiam melainkan mereka juga terdiam kaku
Sedangkan cia tidak peduli ia malah asik memakan cemilan
Sagara terbatuk pelan dengan daun telinga yang terlihat memerah, lalu melirik kearah mereka sambil tersenyum miring penuh kemenangan
"Sial!"
"Ya ampun cia"ucap Azka menghampiri cia dengan mendorong Sagara dengan keras
Membuat Sagara yang tak siap hampir saja terjungkal kebelakang kalau saja ia tidak berpegangan ke kursi