Adelia biru malvesya.seorang mahasiswi semester akhir yang harus kehilangan nyawa nya setelah pulang dari acara kelulusan di kampusnya
bagaimana jika bukannya menuju alam baka setelah meninggal tertabrak mobil dan malah memasuki dunia fantasi yang...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Genta dan falleo yang melibat itu pun mengernyit geli
"Brisik Jan ikut campur" ucap Azka yang jengah melihat nya
Kiara yang mendengar itupun sedikit menunduk dengan wajah sendunya tetapi berbanding terbalik dengan kilatan emosi dimatanya
"a-aku cuman bant-uin ko-ok" cicit Kiara sambil menunduk dengan tangan terkepal yang bisa terlihat jelas oleh Zergan yang duduk di samping nya
Tetapi Zergan tak peduli ia tetap memainkan ponselnya seolah tidak terjadi apa apa
"Cih" alga dengan sinis berdecih melihat nya itu menggelikan oke
"Ma-af hiks" suara tangisan pun terdengar yang membuat cia heran hey kenapa harus nangis? Coba
Suara tangisan itu pun menarik beberapa siswa siswi yang melihat kearah mereka sekarang bahkan anthaleo yang berada di depan sana pun melihat kearah belakang saat mendengar keributan, anthaleo berdiri dari duduknya dan melangkah ke arah kursi belakang
"Kenapa"
Suara itupun membuat cia sedikit kaget
"Gapapa kok" ucap Aurora dengan santai bertumpu kaki sambil terus melihat kearah Kiara dengan sinis
Anthaleo tak menanggapi ia melirik sekilas kearah Kiara yang menangis itu
"Jan brisik"
Tanpa basa basi anthaleo pergi dari sana setelah memperingati mereka ah lebih tepatnya memperingati Kiara yang sekarang terlihat seperti seseorang yang tengah di rundung
"Sialan!"batin nya
"Tuh denger Jan brisik" ucap genta dengan terkekeh geli
*******
"Kita Gk bakal jemput si bos?" Ucap Felix yang saat ini tengah duduk di kursi aula bagian tengah
"Huh jangan katanya" ucap dervin menghela nafas
"Kenapa jangan! Dia pasti sekarang lagi di kurung di kamarnya kayak dulu" ucap kirino
"Kita Jan gegabah, Lo tau kan bokapnya gimana"ucap anthaleo yang baru saja mendudukkan dirinya di samping Rivan
Mereka yang disana pun mengangguk setuju mendengar nya, percuma mereka berusaha membawa bosnya pun akan tetep tidak bisa karena memang seperti inilah tabiat bokapnya kara ia akan membebaskan kara setelah ia merasa senang atau puas
"Untung aja kara nge chtt kan di grup"
"Heem artinya si bos udh sadar" ucap Rivan dengan menganggukan kepalanya
"Nanti jemput kara pas 3hri nanti" ucap dervin yang di setujui oleh mereka
*******
Setelah acara di aula selesai ia langsung saja melangkah kearah taman belakang seorang diri tanpa ditemani oleh asisten nya