Adelia biru malvesya.seorang mahasiswi semester akhir yang harus kehilangan nyawa nya setelah pulang dari acara kelulusan di kampusnya
bagaimana jika bukannya menuju alam baka setelah meninggal tertabrak mobil dan malah memasuki dunia fantasi yang...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Kring Kring Kring
Bunyi alarm berbunyi sangat nyaring di sebuah kamar membangunkan kedua insan yang tengah tertidur lelap dengan keadaan berpelukan
"Enghh"
Salah satu dari mereka pun dengan perlahan membuka matanya saat sinar matahari menyoroti dibali gorden kamar nya
"Aduh kok berat sih" ucap cia yang saat ini tengah berusaha membuka matanya lantaran silau nya sinar matahari
Saat matanya sudah terbuka ia melihat kearah beban yang berada di perutnya ternyata itu sebuah tangan kekar yang memeluknya dengan erat, lantas cia melihat keatas dan melihat ciptaan Tuhan yang sangat sempurna dengan wajah tegas dan hidung mancung, emng ya haluan author bikin karakter novel GK main main ༼ つ ◕‿◕ ༽つ
"Puas hmm" ucap kara yang membunyarkan lamunan cia dengan terus menatap kearah wajahnya
Cia sedikit merona lantaran ketahuan tengah menikmati ciptaan author anjay
"Eh ngga kara lepas ini hari Senin nanti telat!" Ucap cia dengan tergesa mencoba membebaskan dirinya dari pelukan kara
Kara tak mendengarkan itu ia malah semakin mengeratkan pelukannya dengan menelusupkan kepalanya ke ceruk leher cia
"Nanti masih pagi" lirih kara dengan suara serak orang bangun tidur yang membuat cia merinding sendiri mendengar nya
Cup Cup Cup
Cia sedikit menegang saat merasakan kecupan di lehernya membuat ia memukul kepala kara dengan sedikit keras
"Awas kara! Atau gw marah!" Ucap cia dengan kesal dan sedikit malu saat merasakan lehernya agak basah
Ohoq (つ✧ω✧)つ
Kara mendengar itupun dengan terpaksa menarik kepalanya dan langsung duduk dengan wajah memelas
Cia hanya bisa menggelengkan kepalanya pusing melihat tingkah manja dari pemuda yang di juluki raja jalan itu, ia memilih bangkit dari tidurnya saat ingin melangkah kearah kamar mandi tangannya ditahan membuatnya dengan pelan melihat kearah kara yang tengah menatap nya dengan tatapan sayu
"Morning kiss?"ucap kara memelas
"Gk Gk ada kiss kiss segala" ucap cia dengan melotot sambil berkacak pinggang
Kara yang melihat itupun berusaha menahan senyum lantaran cia sangat menggemaskan ketika saat marah, ia pun akhirnya menarik tangan cia membuat sang empu terduduk di pangkuan nya
Kara langsung menyatukan kedua belah bibir mereka sebelum cia menyemprot nya dengan Omelan
Tanpa memperdulikan raut terkejut cia ia memilih melumat pelan bibir kecintaan nya yang sangat candu