7. Undangan dan Pesta

2.3K 238 29
                                        


Irene menatap kagum pada bingkisan-bingkisan kado yang terpampang dihadapannya. Ia tidak tau siapa orang yang memberikan ini semua. Akan tetapi Kado-kado itu terlihat sangat cantik dan mewah. Dilihat dari luarnya saja, isi di dalamnya tidak mungkin barang-barang murahan. Didorong oleh rasa penasaran, Irene membuka kotak kado itu satu-persatu dan sesuai dugaan kotak kado tersebut berisikan gaun-gaun limited edition dan perhiasan mewah kelas atas.

Irene tidak bisa menahan rasa senagnya. Ia berteriak seakan baru saja menemukan harta karun yang telah lama ia cari. Ia suka semua ini. Tidak perlu ditanyakan lagi Irene sudah tau bahwa semua ini adalah miliknya.

Gadis itu menatap maid dihadapannya yang diketahui Bernama Nessa. Kemudian ia berkata, "Kau, cepat kau bawa semua barang ini ke kamarku, aku tidak sabar untuk mencobanya!" Perintah Irene yang masih merasa terpukau karena hadiah yang diberikan.

Namun, bukannya langsung menurut. maid itu hanya diam dan raut wajahnya menunjukkan ketakutan.

Irene yang melihat maid tersebut hanya diam, mulai memberikan tatapan tajam. "Kenapa kau hanya diam? Apakah kau tidak mendengar perintahku untuk membawa semua barang-barang itu ke kamarku?!" tanya Irene yang bahkan nada suaranya sudah naik satu oktaf. Sehingga membuat maid tersebut mulai menundukkan wajahnya, karena tak berani menatap wajah sangar Irene.

"Maaf nona, akan tetapi ini semua dikirim dari keluarga Reigan untuk nona Madeline," jawab maid tersebut dengan suara pelan. Namun, masih terdengar oleh Irene.

"Apa katamu? Ini semua untuk Madeline? Apakah kau tak salah? Bagaimana mungkin gadis bodoh itu layak mendapatkan ini semua? Apakah kau saat ini sedang menipuku?" Irene semakin melayangkan tatapan tajam pada maid itu. Ia merasa tidak terima kenapa hal-hal bagus seperti ini harus diberikan kepada sampah seperti Madeline? Irene merasa manusia tidak berguna seperti Madeline tidak pantas mendapatkan hal-hal bagus seperti ini.

"Saya tidak mungkin berani berbohong pada anda nona, akan tetapi ini semua memang dikirimkan secara khusus oleh keluarga Reigan untuk nona Madeline. Bahkan ada surat undangan yang hanya tertulis untuk Tuan dan nona Madeline." Maid itu menjawab dengan cepat dia bahkan kini berani menatap Irene sebagai tanda bahwa ia tidak berbohong.

"Kemarikan undangan itu!" Perintah Irene saat mendengar ada undangan yang hanya ditunjukkan untuk Madeline, hatinya merasa tidak terima, Bagaimana mungkin Madeline bisa mendapatkan kesempatan yang sangat luar biasa? Apalagi yang mengundangnya adalah keluarga Reigan, salah satu keluarga terbesar di kota ini. Bahkan keluarga Ostaf sekalipun tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan keluarga Reigan.

"Tapi nona, undangan ini hanya untuk nona Madeline."

Mendengar jawaban yang diberikan Nessa, membuat Irene merasa semakin marah. Emosi yang ia tahan selama berhari-hari karena Madeline rasanya ingin ia luapkan semuanya. "Kau berani mdelawan perintahku? Apakah menurutmu gadis bodoh dan lemah seperti Madeline bisa membantumu?" tanya Irene sambil mencengkram kuat pergelangan tangan milik Nessa. Sehingga membuat si pemilik tangan meringis kesakitan.

"Biar kuberitahu gadis rendahan seperti Madeline tidak pantas kau sebut nona, dan semua barang-barang di sini adalah milikku. Jadi kau, harus menuruti semua perintahku jika kau tidak mau berakhir mati di tempat ini! Apakah kau mengerti?!" lanjut Irene yang membuat Nessa hamper bergidik ngeri.

Sementara Madeline yang berada di anak tangga, terlihat bingung saat melihat wajah marah Irene dan wajah ketakutan Nessa. Ia tidak tau apa yang Maid itu lakukan sehingga membuat si medusa Irene marah. Akan tetapi saat melihat kotak-kotak kado yang berserakan sepertinya ia tau apa yang terjadi diantara mereka berdua.

Rebirth, spoiled by the CEOCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang