2. Kevlan

12.9K 2K 177
                                        

Madeline perlahan membuka matanya, rasa sakit langsung ia rasakan disekujur tubuhnya. Dia melirik ke sekitar, kemudian dia baru menyadari bahwa ada tangan kekar yang tengah memeluk pinggangnya dengan possesif.

Tubuh Madeline bergeming seketika. Otaknya mendadak blank. Bukankah seharusnya ia sudah mati? Ia bahkan bisa merasakan bagaimana wajahnya dirusak sebelum jantungnya benar-benar diambil oleh tangan-tangan keji itu.

Mereka telah membunuh dirinya dan juga anaknya, tidak cukup sampai sana, mereka juga telah merusak wajahnya. Mengingat hal ini, Madeline merasakan dendam dan amarah dalam dirinya.

Ia melirik ke samping, dan ia dapat melihat jelas wajah seorang pria yang sangat tampan. Hidungnya mancung, bibirnya tipis, bulu matanya lentik.  Dia sangat tampan, sehingga terlihat tidak masuk akal.

"Kevlan," panggil Madeline dengan suara lirih. Jantung Madeline berpacu cepat. Dia tidak menyangka bahwa setelah semuanya dia dapat melihat Kevlan lagi. Pria ini adalah pria yang mencintainya sampai mati, mengejarnya tanpa lelah, bahkan rela mati demi dirinya sendiri.

Air mata Madeline meluruh seketika. Sehingga tanpa sadar, air mata Madeline jatuh mengenai wajah Kevlan, dan membuat pria yang tengah tertidur itu terbangun.

Kevlan membuka matanya, dan dia melihat Madeline yang tengah menangis sedih kali ini. Hal itu, membuat Kevlan berpikir bahwa Madeline masih sangat membencinya. Karena Madeline, akan selalu histeris dan selalu marah tiap kali ia menyentuhnya. 

"Maddy, masihkah kau membenciku?" tanya Kevlan dengan suara yang sedikit serak, karena baru bangun dari tidurnya.

Kevlan, sangat memahami Madeline, pasti dia menangis karena mereka tertidur di ranjang yang sama. Madeline sangat membenci Kevlan, bahkan ketika mereka berada di jarak sedekat, 5 meter, pasti Madeline tidak sabar untuk menjauh darinya.

Dan sekarang, mereka berada di ranjang yang sama, pastinya Madeline menangis sedih karena hal itu.

Sedangkan Madeline yang mendengar pertanyaan Kevlan, dengan cepat menggelengkan kepalanya, dia tidak membenci Kevlan lagi, mengetahui bahwa pria ini rela mati untuk menyelamatkan nyawanya, membuat Madeline tidak bisa menahan penuh rasa bersalah di hatinya.

Melihat Kevlan yang seakan nyata di hadapannya, membuat Madeline merasa terkejut seketika. Dia sangat yakin bahwa sebelumnya ia sudah mati. Mungkinkah kini ia dihidupkan kembali? Apakah Tuhan masih berbaik hati, membawanya ke masa lalu dan membuat ia balas dendam pada musuh-musuhnya?

Madeline masih ingat dengan jelas, ini adalah adegan di mana, ia tidur dalam satu ranjang yang sama dengan Kevlan. Tapi mereka hanya sekedar tidur, tidak melakukan hal lain karena biar bagaimanapun Kevlan tidak ingin menodai Madeline, sebelum mereka menikah secara sah.

Ini adalah adegan yang terjadi sepuluh tahun lalu, tepatnya saat ia masih berusia 19 tahun, saat itu Madeline mabuk parah akibat cemburu buta pada Javis yang memilih mengantar Irene ke rumah sakit dan membatalkan janji kencan mereka.

Dan Kevlan yang selalu memantau kegiatan Madeline, merasa sangat khawatir sekaligus marah saat tahu Madeline pergi ke sebuah bar. Kevlan segera menyusul ke tempat Madeline berada, dan mengetahui bahwa Madeline mabuk, Kevlan memutuskan membawa Madeline ke rumahnya.

Dan ketika Madeline bangun keesokan harinya, dan mendapati Kevlan berada di sebelahnya, emosi Madeline memuncak, ia berpikir jika Kevlan sengaja memanfaatkan ia yang sedang mabuk dan merenggut kesuciannya. Padahal tidak sama sekali, meskipun Kevlan sangat mencintai Madeline, tapi pria itu tidak ingin menyentuh Madeline terlalu jauh, tanpa persetujuan Madeline.

Sedangkan Madeline yang telah membuat asumsi bahwa Kevlan sudah merenggut kesuciannya, semakin membuat ia membenci Kevlan sampai ke inti.

Mengingat adegan yang hampir sama persis, membuat Madeline sangat yakin bahwa kini ia telah dilahirkan kembali. Ia dilahirkan kembali, tepat ke masa 10 tahun yang lalu. Saat di mana ia hubungannya bersama Kevlan benar-benar rusak karena asumsi yang ia buat sendiri.

"Tidak, aku tidak mungkin membencimu Kevlan, aku sangat senang masih bisa melihatmu!"

Madeline langsung memeluk tubuh tegap Kevlan, ia memeluk erat seakan takut jika dia melepaskan pelukannya dari Kevlan, maka pria ini akan menghilang dari pandangannya. Ia tidak pernah siap, apabila ia harus kehilangan Kevlan lagi.

Sebelum kematiannya, ia baru menyadari bahwa sebenarnya ia benar-benar mencintai pria ini.

"Mengetahui kau masih hidup dengan baik, membuat aku sangat bahagia Kevlan," bisik Madeline lirih tepat di telinga Kevlan. 

Sementara Kevlan yang tiba-tiba dipeluk oleh Madeline, tubuhnya mendadak kaku seketika. Otaknya tidak bisa berpikir jernih, dan matanya membulat karena terkejut.

Ini adalah pertama kalinya, Madeline berinisiatif untuk memeluknya. Selama bertahun-tahun ia mengejar Madeline, akhirnya ini adalah pertama kalinya Madeline mau memeluknya. Karena biasanya gadis itu, akan memasang wajah penuh permusuhan tiap kali melihat ia mendekat. Dan sekarang Madeline memeluknya, tentu saja Kevlan tidak bisa menahan rasa senang di hatinya.

Namun, mengingat perubahan sikap Madeline yang berubah dalam semalam, membuat Kevlan tidak bisa menahan rasa curiga terhadap Madeline begitu saja.

"Maddy, apakah ini rencanamu untuk berusaha kabur dariku? Bermimpilah Maddy, kau tidak akan pernah bisa lepas dariku, kau hanya boleh menjadi milikku, apakah kau mengerti?" Kevlan berkata dengan tegas, ia tidak akan bodoh itu untuk mempercayai Madeline begitu saja. Selama ini, Madeline telah melakukan hal-hal gila agar bisa lepas darinya. Dan berkali-kali, Kevlan terlena dengan sikap manis Madeline yang penuh kepura-puraan, sehingga dia selalu berhasil melepaskan diri.

Akan tetapi, sekarang Kevlan tidak ingin jatuh ke lubang yang sama lagi. Ia tidak ingin tertipu oleh kelinci kecil ini lagi, ia tidak bisa melepaskan Madeline, cinta dan obsesinya pada Madeline terlalu kuat, sehingga sulit untuk ia merelakan gadis yang sangat ia cintai.

"Ya Kevlan, aku hanya milikmu, selamanya milikmu," kata Madeline yang masih berada dalam dekapan Kevlan. Suaranya terdengar begitu bersungguh-sungguh dan tidak ada jejak kebohongan di sana.

Kevlan kembali terkejut mendengar ucapan Madeline yang terdengar tidak main-main. Tapi Kevlan, tidak bisa mempercayai Madeline sepenuhnya. Dia hanya perlu berhati-hati, agar kelinci kecilnya, tidak lolos dari genggamannya.

"Maddy, sepertinya kau mulai pandai berbohong kali ini," ucap Kevlan yang perlahan mulai membalas pelukan Madeline. Dia memeluk tubuh mungil Madeline, dengan sikap kepemilikan yang sangat kuat. Seolah menandakan bahwa gadis mungil yang ada di dekapannya ini adalah miliknya seorang.

Namun, Kevlan tidak pernah tahu, bahwa kelinci kecilnya kini sudah mulai berubah. Dia bukan lagi kelinci kecil yang polos dan bodoh. Sekarang dia adalah iblis yang haus akan darah semua musuh-musuhnya.

Tujuan Madeline dalam hidup ini ada dua, pertama, melindungi Kevlan dan mencintainya sepenuh hati, kemudian membunuh mantan kekasih bajingan, dan merobek fasad munafik adik tirinya.

Dalam kehidupan ini, ia tidak akan pernah melepaskan Javis dan Irene. Mereka harus mengalami penderitaan yang lebih parah, dari apa yang ia rasakan di kehidupan sebelumnya.

___________

Hai, I'm back. Gimana part ini? Saya harap kalian bersabar untuk menantikan moment balas dendamnya Madeline, yang mungkin lebih parah dari balas dendamnya Mikaila.

Kalau di cerita sebelah mungkin kalian gedek dan benci banget sama Kevlan karena jadi bapak yang brengshake. Tapi mungkin di cerita ini, kebencian kalian terhadap Kevlan sedikit berkurang. Tenang guys, Kevlan di sini gak akan bikin kalian darah tinggi kek di cerita sebelah kok, wkwk.

Aku minta maaf, baru bisa update cerita ini sekarang, karena kemarin-kemarin aku masih sibuk ngurusin PO, dan tugas numpuk, terus aku juga mager buat ngetik, wkwk.

Okey segitu dulu, see you next chapter guys ❤️






Rebirth, spoiled by the CEOCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang