Madelline menatap undangan yang diberikan oleh keluarga Reigan dengan lama. Perasaannya campur aduk. Pikirannya melayang pada kehidupan sebelumnya. Dulu, dia selalu menyia-nyiakan orang yang tulus padanya demi orang-orang yang jelas-jelas hanya ingin mengambil keuntungan darinya. Tapi, dikehidupan kali ini, baik Javis maupun Irene tidak bisa lagi memanfaatkan dirinya. Sudah cukup untuk segala hal bodoh yang telah dia lakukan untuk mereka dikehidupan yang lalu.
Madeline ingat dengan jelas, Irene memaksa untuk hadir ke pesta untuk menggantikan dirinya. Akan tetapi ayah Madeline tidak setuju dan tetap mengusulkan Madeline untuk tetap ikut, karena biar bagaimanapun keluarga Reigan adalah keluarga neneknya dari pihak ibu. Akan tetapi Madeline yang bodoh bersikeras menolak karena ajakan kencan dari Javis, dan setelah kematiannya dia baru mengetahui bahwa Javis sengaja mengajak ia pergi berkencan karena Irene yang menyruh pria itu agar Irene bisa pergi ke pesta untuk memggantikan dirinya.
Pada akhirnya ayah Madeline memarahi ia di telpon dan berniat memutuskan hubungan ayah dan anak jika Madeline tidak hadir di acara keluaraga Reigan.
Madeline datang dengan sangat terlambat dan membuat keluarga Reigan kecewa padanya, dan entah bagaimana Irene si medusa itu bisa akrab dengan para sepupunya.
"Irene, kau bersih keras datang menggantikanku di pesta keluarga Reigan untuk mengambil keuntungan bukan? Kau ingin membuat dirimu semakin bersinar dikalangan kelas atas, baiklah Irene aku akan mengabulkan permintaanmu untuk bersinar dengan caraku." Madeline bergumama sambil tersenyum iblis. Kali ini diotaknya telah dia telah tersusun rapih rencana untuk menjatuhkan Irene. Dalam kehidupan ini mata dibalas mata dan nayawa dibalas nyawa.
Dia akan membalas orang-orang busuk itu secara perlahan.
Tok tok tok
Terdengar bunyi ketukan pintu dari luar kamar.
"Kakak apakah kau di dalam?"
Tak lama, terdengar suara Irene dari luar. Saat mendengar suara Irene, Madeline sedikit menggeram kesal. Pasalnya, saat ini ia sedang Bersiap untuk pergi ke pesta keluarga Reigan.
Dengan malas, dia bangkit dari posisi duduknya dan berjalan menemui Irene.
"Ada apa?" tanya Madeline dengan nada malas setelah membukakan pintu.
Sementara Irene cukup terkejut dengan penampilan Madeline yang saat ini Nampak begitu memukau dengan gaun berwarana biru dan cuttingan dadanya yang berbentuk V ditambah dengan polesan make up yang pas diwajahnya tidak terlalu natural dan tidak terlalu menor, menambah kesan tersendiri di wajah cantik Madeline.
Irene tidak suka melihat Madeline yang lebih cantik darinya, dia ingin sekali mengacak-acak dan menghancurkan riasan Madeline saat ini juga.
"Kakak kau berdandan begitu cantik, apakah kau ingin berkencan dengan kak Javis?" tanya Irene harap-harap cemas.
"Tidak, aku akan pergi ke acara ulang tahun nenek, aku tidak ada minat untuk berkencan dengan Javis. Dan kau, kemana kau akan pergi dengan penampilan seperti itu?" Madeline bertanya balik. Meskipun di dalam hatinya Madeline sudah tau bahwa sebentar lagi Irene akan mengajukan permintaan untuk menggantikan dirinya.
Mendengar jawaban dan pertanyaan Madeline, membuat Irene merasa sangat kesal didalam hatinya. "Kakak, apa maksudmu? Bukankah kau berjanji untuk pergi berkencan dengan kak Javis? Kakak, aku berdandan seperti ini karena aku akan menggantikanmu untuk pergi ke pesta keluarga Reigan. Karena aku tidak ingin keluarga kita menaggung malu karena cucunya tidak datang."
Madeline tersenyum sinis, ia tidak menyangka Irene akan berkata blak-blakan dan tak tau malu seperti itu. Apakah Irene masih berpikir dirinya masih orang bodoh seperti dulu?
KAMU SEDANG MEMBACA
Rebirth, spoiled by the CEO
RomanceDi kehidupan sebelumnya, Madeline telah mati karena dikhianati oleh suami yang paling dia cintai dan adik yang paling dia percaya. Dua orang yang paling berharga dalam hidupnya, bersatu dan menghancurkannya. Jantungnya digali, anaknya dibunuh, waja...
