65

821 98 6
                                        

Setelah keluar dari ruangan dokter jennie langsung masuk keruangan liam yang kini sudah membuka mata dan duduk di pangkuan lisa dengan selang impus di tanganya dan oksigen terpasang di hidungnya..

" mommy...
Ucap liam pelan saat melihat jennie yang datang..
" mommy ingin pulang.
Rengek liam ingin pindah di gendongan jennie...

" jennie mendekat dan menggendong liam.
" sayang berbaring di ranjang ya...
Kita tunggu uncle jungkok dan kita pulang..

" jennie biar aku bantu , apa yang perlu saya lakukan.
Ucap lisa mendekat..

" tidak perlu , tidak ada yang bisa kamu lakukan selain pergi dari kami lisa.
..

Jennie jangan begitu liam juga putraku.
..

Putramu...? Dimana saat dia butuh kamu lisa.
Dimana kamu , urusin saja kehidupanmu. Wanitamu dan anak anakmu yang lain..
  Kamu selalu cemburu dan melarang siapapun dekat denganku.
Tapi kamu tidak bisa menjaga kami..

" mendengar itu lisa menunduk dan menghela nafas.
" maaf aku tidak berguna..
Jawab lisa pelan yang masih bisa di dengar iren dan jennie..

" kenapa diam pergi dari ruangan ini lisa.
Aku sudah lelah denganmu..
Jika kamu benar benar mencintaiku , jatakan sekarang di depan istrimu..

  Mata lisa terbuka sangat lebar saat jennie mengatakan itu .
Jantung lisa berdetak sangat keras..

"

" aku sudah lelah lisa. Harus bagaimana aku .
Kamu selalu berbohong kepada  iren untuk bersamaku.
Dan kamu selalu menyakitiku untuk menjaga perasaan nya..
Disinii kami berdua tidak munafik kami berdua sama sama sakit lisa...

" mendengar itu iren hanya menutup matanya dan mundur.
" aku cukup kalian selesaikan masalah kalian.
" dan lisa pulang setelah urusanmu dengan waniya ini selesai.
Anggap aku tidak mendengar apapun...

Saat iren akan keluar ruangan jennie menoleh ke lisa dan bicara dengan keras.
"Iren kami berdua sudah sering tidur bersama.
Kami bahkan sudah menikah ..
Disini keputusan tidak hanya pada lisa.
Tapi kamu juga punya keputusan..

" jennie....
Ucap lisa pelan...

Kenapa.? Kamu ingin marah , ok silahkan pergi dari sini.
Tidak perlu merasa kasian padaku.
..

" lisa ayok pulang sekarang..
Ucap iren kembali masuk dan memegang tangan lisa.
" aku akan melupakan apa yang terjadi denganmu dan jennie asal kita pulang sekarang..

" jennie aku akan bicara lagi denganmu nanti.
Ucap lisa berjalan mengikuti iren..

" jika kamu keluar ruangan ini aku bersumpah lisa , aku akan menelfon v..
"

Jennie...
Ucap lisa marah .
Aku bilang aku hanya mengantarkan iren dan kembali..

Dan saat satu langkah lisa mrlsngkah kearah pintu .
Jennie menelfon v..

V....
Ucap jennie keras yang membuat langkah lisa berhenti dan menoleh ke arah jennie yang sedang memegang telfon dan meletakan di telinganya..

" mata jennie berkaca kaca . Dan saat itu juga lisa melepaskan tangan iren dan berlari kearah jennie dan merebut pinsel jennie dan membantingnya..

Prankkkkkk.....
...

" aku sudah nengatakan padamu jennie , aku tidak bisa melihatmu dengan irang lain.
Lisa memeluk jennie dan liam dan menangis..
" kumohon jangan siksa aku jennie..
Hiks hiks hiks..

Aku tidak bisa jauh darimu jennie..
..hiks hiks hiks..
Jennie membalas pelukan lisa dan menatap wajah iren yang menatap mata jennie dengan penuh kemarahan..

when love comes too lateCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang