"ah! Ah! Lebih kuat lagihh ah..."
Babe mengerang dengan kondisi rambut yang sudah acak acakan namun itu tidak membuat dia terlihat jelek.
Justru itu adalah pesona yang natural dan sangat menggoda bagi Charlie.
Saat babe berada di bawahnya dan mendesah dengan tangan yang memegang erat bantal , itu adalah pemandangan paling indah yang Charlie suka.
Mereka sudah menikah selama 3 tahun, jika di hitung dari bagaimana mereka saling mengenal itu mungkin ada ratusan kali mereka melakukan penyatuan itu,
namun Charlie ataupun babe tidak pernah merasa tidak puas ketika hasrat mereka bertemu
Charlie selalu merasa di manjakan oleh lubang ketat babe yang dengan senang hati selalu menampungnya
"Ahhh Charlie aku akan sampaii ahh ... Ahh .. ini nikmat ahh..."
"Aku juga akan sampai phi ahh... Kau sangat ketat ah .."
"Bukankah milikmu yang terlalu besar ah! "
"Kenapa? Apa mama tidak suka milik papa yang besar?"
"Ah! Tidak aku... Ah sangat suka aahh... Ah!"
Charlie tersenyum senang lalu semakin mempercepat gerakan pinggulnya
Membuat babe tergoncang maju mundur dengan tangan yang semakin erat meremas bantal yang ada di hadapannya
"Ahh!!!"
Babe tidak tahan dia langsung keluar bahkan saat Charlie masih mempermainkannya
Babe ambruk namun masih dengan tubuh yang tergoncang karena Charlie bahkan tak melunakkan pukulannya pada penyatuan mereka
"Charlie ah! apa kau sudah sampai?"tanya babe dengan suara bergetar
"Belum phi aaahhh sedikit lagi..."
"Kalau mau sampai, cabut!"
"Kenapa phi?"
"Jangan bertanya... Chai masih kecil kau tidak pakai pengaman ah..."
Charlie tetap mempertahankan gerakannya dengan wajah semangat .
"P'babe aku tidak tahu harus mengeluarkannya dimana"
"Charlie... Ah jangan main main... "
"Ah.. phi aku akan Sampai. Dimana aku harus keluar ah.."
"Charlie cabut... "
Charlie semakin dekat dengan klimaks nya dia mempercepat hujamannya , itu membuat babe kembali klimaks bahkan lebih cepat dari gerakan tangannya yang hendak menyentuh wajahnya
"Ah! Sial.."umpat babe
satu detik sebelum Charlie sampai dia mengeluarkan miliknya dan menyemburkan cairan cintanya di perut babe hingga mengalir ke dada .
Mereka berdua terengah-engah setelah sesi panjang aktivitas panas mereka . Babe terbaring kelelahan sementara Charlie menatapnya dengan senyuman nakal
Setelah beberapa saat mereka menormalkan nafas masing-masing,
Charlie bangkit untuk mengambil tissue dan membersihkan kakacauan akibat ulahnya di perut babe,
Babe hanya memejamkan mata karena dia benar benar sudah kehabisan tenaga.
Setelah selesai Charlie mengungkung babe dan mencium bibir nya singkat.
"Apa kau lelah babe?"tanyanya
Babe hanya mengangguk.
"Kalau begitu tidurlah!"
Charlie bangkit dari posisinya lalu menyelimuti tubuh telanjang istrinya , kemudian dia memakai celana boxer dan bajunya lalu turun ke bawah untuk mengambil minum.
KAMU SEDANG MEMBACA
Other Story ( Pitbabe )
Fantasiamelanjutkan kisah pitbabe dan kekasihnya charlie.. yang kita anggap mereka akan bahagia karena semua masalah telah selesai. namun ternyata ada begitu banyak hal yang sudah menunggu mereka di masa depan,akankah mereka bisa melewatinya ? bagaimana kel...
