Babe terbangun dari pingsannya, sekarang dia ada di kamar nya di rumah nya yang dulu,
Pintu rumah itu sudah selesai di perbaiki, dan babe tidak sendiri di sana.
Ada Alan , Sonic dan north yang menemaninya ,
Dan juga ayahnya yang sedang sibuk di dapur menyiapkan sarapan untuk babe .
Babe melihat itu di atas kamar nya. Kemudian dia teringat kembali dengan Charlie.
Babepun segera turun untuk pergi sebelum Alan menahannya
"Babe kau mau kemana?"tanya Alan
"Melihat Charlie.."Jawab babe tanpa menoleh
"Kita akan pergi bersama, tapi kau harus sarapan dulu"ucap Alan
Babe tidak merubah ekpresinya
"aku tidak lapar"
Babe kembali berjalan.
"Babe ... Aku tahu kau sedih aku tahu kau kehilangan, tapi semua orang juga sama. Kami semua berduka"ujar Alan yang berhasil menghentikan langkah babe,
babe kemudian menatap Alan
"Jangan mengatakan beduka di hadapan ku phi .. Charlie belum mati!"
"Babe .. "
Babe kembali mencari kunci mobilnya tanpa mau mendengar alan lagi, dan tiba-tiba sebuah suara tangisan anaknya terdengar
Babe sadar, sejak kemarin dia belum bertemu chai, diapun segera ke kamar chai dan memeluk anaknya untuk memberikan ketenangan.
Akhirnya babe memutuskan untuk ikut sarapan berkat bujukan ayahnya.
Namun dengan wajah datar tanpa ekspresi apapun, Babe bahkan tidak menangis lagi sejak dia bangun satu jam lalu.
"Babe ... Hasil otopsi sudah keluar, itu murni karena kecelakaan. Dan DNA yang mereka dapat itu 99% cocok dengan milik Charlie.. "ucap Alan bicara perlahan
Babe menatap piringnya tanpa mengeluarkan suara.
"P'babe..."
Panggil Sonic mencoba menyadarkan nya dari lamunan
"Babe..."
lalu ayahnya ikut andil memanggil babe yang terdiam
Mata babe melihat chai yang sedang bermain senang dengan north di ruangan lain
Wajah babe tersenyum hangat, wajah chai semakin lama semakin mirip dengan Charlie, apalagi saat dia tersenyum
Puppy eyes yang selalu babe suka itu juga ada pada anaknya, detik berikutnya senyum itu di dampingi oleh air mata babe yang sudah mengalir begitu saja
Ayah babe tak tega melihat itu, dia langsung mendekati babe dan memeluknya.
"Babe...Kau harus kuat babe... Chai membutuhkan mu"ucapnya
Mendengar hal itu babe semakin tak bisa menahan perasaannya, akhirnya tangisnya pecah setelah dia tahan sedari tadi
"Ayah.... Charlie benar-benar pergi... Bagaimana bisa aku hidup tanpa dia... Bagaimana aku akan hdup hiks hiks .. ayah... Tolong kembalikan Charlie aku mohon.. aku mohon kembalikan charlie -ku..."
ujar babe dalam pelukan ayahnya
Tuan reval ikut meneteskan air matanya, dia bisa merasakan sakit di hati babe saat ini, namun dia juga tidak bisa melakukan apapun, semua di luar kendalinya
***
Tuan kit dan Jeff sudah berada di tempat kremasi.
Mereka memutuskan untuk melakukan kremasi pada mayat Charlie karena tubuhnya sudah tidak utuh,
meski begitu setelah menjadi abu mereka tetep akan menyandingkan Charlie dekat dengan makam ibunya
Tak lama babe dan teman temannya datang.
Meraka masuk satu persatu memberikan satu dupa sebagai penghormatan
Setelah nya Meraka duduk dan memandang foto Charlie di belakang
Dan babe yang paling lama dengan posisi itu, wajahnya sudah tak lagi dia pedulikan
Matanya yang bengkak akibat terus menangis, bibir kering nya cukup kontras terlihat .
Babe kembali tenggelam dalam lamunan kenangan nya sebelum tuan kit ayah mertuanya menyadarkan nya.
Tak lama ritual pemakaman pun di lakukan.
Dan peti jenazah Charlie di masukkan ke ruang kremasi hingga tertutup.
Babe memandangnya dengan tidak rela, matanya kembali basah. Dia tidak sanggup... Sungguh !!
Dia sangat berharap semua ini mimpi, dia berharap Charlie datang dan memeluknya saat ini.. babe merindukan nya, dia merindukan Charlienya.
Setelah pemakaman selesai semua orang perlahan pergi satu persatu.
"Babe ayo pulang"ajak sang ayah
"Biarkan aku lebih lama disini ayah... Bisakah kau menjaga chai untuk hari ini "ujar babe dengan senyuman , walau itu tetap terlihat menyedihkan
Ayah babe mengangguk lalu diirinya pergi meninggalkan babe sendirian disana.
Babe menatap batu nisan Charlie dengan penuh cinta dia menyentuh itu dengan lembut
"Charlie... sekarang aku mengerti mengapa akhir Minggu kemarin kau sangat manja padaku, karena inikah? Jadi .. kau sudah memberi isyarat padaku untuk pergi?hm? Seharusnya kau mengatakannya lebih awal agar aku bisa bersiap, agar aku... Bisa lebih baik lagi memperlakukan mu... Aku hiks hiks hiks .. aku merasa bersalah karena tidak memperhatikan mu hiks hiks... Jika saja kita punya waktu satu hari lagi... Aku akan memberikan apapun yang kau mau... Aku akan bersikap baik dan memanjakan mu hiks hiks.... Sekarang aku harus bagaimana hiks hiks... Aku tidak tahu bagaimana aku harus hidup Charlie... Maafkan aku.... Maaf...hiks hiks... Tolong kembalilah..kumohon..."
Babe sudah duduk sambil memeluk tanah itu tentu dengan tangisan nya yang masih terdengar.
***
1 Minggu kemudian.
Babe sudah kembali ke rumah lamanya, pertama Karena babe merasa sudah tak punya alasan lagi Tinggal di bangsaen
Dulu mereka pindah untuk mengindari Tony, tapi sekarang Tony sudah tidak ada jadi tidak perlu ada hal yang di takutkan lagi
Untuk kedua, tempat babe lebih dekat dengan sirkuit nya jadi waktu nya tidak akan terlalu lama untuk datang saat latihan
Dan ketiga,
Karena chai, jika babe kembali tinggal di bangsaen dia akan merasa sangat kesepian karena chai terus menanyakan Charlie
Namun saat di rumahnya yg ini , chai hanya akan bilang kalau Charlie pasti sedang bekerja dan belum pulang.
Mungkin Chai juga punya pemikiran yang sama dengan babe, di hati kecil mereka Charlie masih ada bersama mereka
Jika di katakan kalau babe sudah melupakan Charlie Karena dia kembali menjalani aktivitas seperti biasa
Itu salah!
Babe hanya berusaha kuat untuk chai, namun dia akan kembali lemah dan menangis saat sendirian, apalagi di malam hari ketika bahe merindukan kehangatan dari pelukan suaminya
Babe akan menangis sampai tertidur hingga dia melupakan kesedihannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Other Story ( Pitbabe )
Fantasymelanjutkan kisah pitbabe dan kekasihnya charlie.. yang kita anggap mereka akan bahagia karena semua masalah telah selesai. namun ternyata ada begitu banyak hal yang sudah menunggu mereka di masa depan,akankah mereka bisa melewatinya ? bagaimana kel...
