rumah baru

3K 75 0
                                        


Keesokan harinya Charlie datang ke rumah ayahnya, kebetulan sang ayah sedang berada di rumah lamanya di bangsaen

Dia sedang membersihkan rumah itu sebelum hendak dia jual.

Karena sekarang dia tinggal di Bangkok sehingga dia tidak punya waktu untuk kembali dan membersihkan tempat yang sudah menjadi kenangan untuk nya dan keluarga nya

Tuan kit menatap semua foto foto keluarga nya satu persatu lalu dia masukkan ke dalam kardus.

Kemudian dia mulai memasukkan semua barangnya ke mobil.

Untuk barang besar lainnya dia akan menyuruh orang untuk mengangkutnya nanti .

Tuan kit memandang lama depan rumah itu dengan perasaan tak rela, dia menghela nafas lalu tersenyum

Sebelum sebuah suara menyadarkannya
"Ayah..."

Senyum tuan kit langsung luntur saat mendengar suara itu, lalu atensinya mulai beralih menatap orang yang jauh beberapa meter di sampingnya

Tuan kit menatap Charlie dan babe yang ada di belakangnya sambil menggendong chai

Mereka tersenyum bersamaan, tuan kit mematung tak percaya, matanya tak berkedip membuat air mata itu menetes tanpa permisi

"Charlie .."gumamnya dengan suara kecil

"Kakek!!"teriak chai ,

dia turun dari pangkuan mamanya lalu berlari memeluk kakeknya.

Sang kakek langsung menurunkan tubuhnya untuk menggapai chai, dia menangis bahagia

Charlie dan babe mendekat, dan tuan kit langsung memeluk anaknya itu.
"Syukurlah... Syukurlah nakk.... Kau kembalii..."ucapnya dengan suara parau

"Maafkan aku ayahh..."ucap Charlie dengan mata yang sudah basah.

Babe tersenyum senang melihat pemandangan itu.

***

Meraka makan malam bersama di rumah itu. Di akhir waktu mereka mengobrol sambil minum kopi di teras rumah

"Tuan jom ternyata dia masih hidup, syukurlah..."
Ujar tuan kit saat mendengar cerita Charlie

"Hm aku akan mengundang nya makan malam saat tahun baru, bolehkah?"

"Tentu saja... Ajak semua orang kemari ! Aku harus berterima kasih pada mereka karena sudah menjaga anak menantu dan cucuku"ucapnya seraya melihat babe dan chai yang sedang bermain di dalam

"Apa kau ingin menjual rumah ini?"tanya Charlie

"Bagaimana menurutmu?"

"Aku tidak akan melarang mu, tapii mungkin seseorang akan merasa sedih ..."

"Kau teringat ibumu?"

"Hm .."

"Kalau begitu aku tidak akan menjualnya "

"Ayah... Kita bisa jadikan rumah ini sebagai vila, jika kita merindukan ibu kita bisa menginap disini seperti ini"

"Hm baiklah aku setuju, oh berbicara tentang rumah. Apartemen mu sudah selesai di renovasi sejak setahun yang lalu,, tadinya aku akan memberikan itu pada babe. Tapi aku tidak mau dia merasa sedih lagi dan kembali teringat padamu, jadi aku berencana memberikan ini pada chai suatu saat ini"

Ujar tuan kit seraya memberikan beberapa dokumen perihal kepemilikan bangunan itu

Charlie membacanya dengan seksama
"Terimakasih atas bantuannya ayah..."

"Hmm... sama-sama "

***

Beberapa hari kemudian..

Semua orang sudah  berkumpul di rumah Charlie di bangsaen, tak terkecuali Kenta dan Kim

Other Story ( Pitbabe )Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang