Setelah lama bermain dengan tangannya, Charlie akhirnya memasukkan miliknya ke tubuh babe dengan sekali hentakkan
Membuat babe harus mendesah hebat akibat lubangnya penuh dengan milik Charlie yang masuk dengan sangat dalam
Charlie mengangkat pantat babe dan mulai memaju mundurkan tubuhnya
"Ah!! Charlie .... Pelanh pelanhh..."
"Sudah lama sejak kau menyuruhku pelan-pelan tapi kau malah merasa geli"
"Aku ingin penyatuan itu lama... Jadi kita bisa melakukannya perlahan"
"P'babe apa kau lupa... Masih ada Chai di ruangan lain, jika kita lama dengan posisi seperti ini dia mungkin bisa melihat"
"Tapi hari ini aku ingin kelelahan karena hujamanmu Charlie... "
"Baiklah ... Seperti maumu!"
Charlie kembali menggerakkan pinggulnya lembut, membuat tubuh babe terdorong perlahan sesuai irama
Tangan Charlie menggerayam ke payudara babe dan memelintir puting kecil itu hingga babe melenguh
"Ah!"
"P'babe... Bagaimana? Apa ini masih menggelitik?"
"Ya... Terlalu lambat"
"Baiklah,aku akan mempercepat nya sedikit"
"Ahhh!!! Charlie itu terlalu dalam ahh .."
"Yahhh kau sangat sempit phi... Ahhh"
"Ahh ahh ahh ahh..."
"P'babe berhenti mendesah kau bisa membangunkan chai"
"Ahh!! Lebih cepatthhh ahh... Charlie"
Babe berteriak tak karuan saat miliknya semakin berkedut di dalam sana, ada rasa tak sabar dalam dirinya untuk mencapai tujuan nya
Namun seperti yg dia katakan dia ingin la berada di posisi ini, dia tidak mau keluar lebih awal.
Charlie menambah tempo pukulannya hingga babe tergoncang lebih cepat
"Ah ah ah ah..."
Desahan babe tak pernah luput dari mulutnya
Dia sangat senang , dia selalu puasa dengan hasrat itu
Beberapa menit Charlie membalikkan posisi babe agar berbaring, dia kembali membuka kedua kaki babe dan kembali masuk ke lubang yang sudah sedikit basah itu
"Ahh..!!"
Kemudian dia kembali menghujami dengan kecepatan tinggi, hingga tubuh babe terus berangsur ke atas dan ke bawah dengan cepat
Charlie menyatukan ciuman nya apd bibir babe tanpa mengurangi kecepatan bagian bawahnya
Babe merasa tidak karuan, ada rasa menggelitik di perutnya yang meminta untuk segera keluar
Pikirannya melayang merasakan kenikmatan yang luar biasa yang di hasilkan dari penyatuan itu
Babe semakin serta memeluk Charlie hingga tak lama dia sampai pada pelepasannya yg membuat dia lemah sesaat
Beberapa detik setelahnya Charlie melepaskan tautan mereka dan membersihkan cairan babe yang memuncrat ke perutnya
"Charlie bukan kah kau belum keluar?"
"Hm"
jawab Charlie masih membersikan perutnya
"Lalu kenapa kau mencabutnya?"
Charlie tersenyum smirk.
"Ini memang belum selesai babe"jawab Charlie lalu menarik babe agar dia menghadap cermin kaca yang ada di sana
"Charlie... Kenapa aku sangat suka berhubungan sambil bercermin?"
"Karena aku bisa melihat ekspresi mu yang sexy dari belakang sini.. aku sangat menggoda phi..."ucap Charlie serta mencium pundak babe
Babe hanya tersenyum sambil menggeleng hingga setelahnya dia meremas tangannya yang menyentuh cermin ketika Charlie kembali memasuki nya
"Ah hmm...."
"Maaf phi... Dia mendesak ku untuk segera menempati ruang hangatmu itu"ucap Charlie di telinga babe
Babe membuka mulutnya dengan suara memalukan yang sangat indah terdengar di telinga Charlie
Charlie menghujami babe dengan lembut lagi, namun tidak bertahan lama, temponya di percepat hingga dua kali lipat dari ronde pertama
Hingga babe kewalahan untuk berpegangan ke cerminnya, tangannya harus menahan kuat agar tubuhnya tak terbentur cermin
"Ahh phii... Ini nikmat.."ujar Charlie mempercepat gerakan nya
"Ahh...Charlie. Ahh.. aku akan keluar lagi ahh ... Tidak..."
"Ahhh!!!"
Babe keluar lagi di tengah sesi panas Charlie yang juga hampir sampai
Tapi itu baru hampir, Charlie belum mau keluar, tapi dia sudah membuat babe cum dua kali
"Charlie kau curang...hah..hah... "
"Bukankah kau ingin lama merasakan penyatuan ini sayang.... Aku sedang mengabulkannya!"
Charlie tersenyum puas melihat wajah babe yang sudah sayu karena kelelahan
Namun dia tidak mau berhenti, Charlie mendorong babe agar duduk di meja rias, kemudian dia mengangkat kedua kaki babe tinggi hingga lubang babe bisa sangat terlihat olehnya
Charlie segera memasukkan nya lagi, hingga babe kembali menengadahkan kepalanya merasakan desakan itu lagi
Charlie kembali memukul miliknya masuk dengan cepat, hingga babe harus kembali menahan dengan tangannya.
Di tengah Hujaman nya Charlie menaikkan kedua kaki babe agar menjadi sabuknya kemudian dia mengangkat babe walau masih dengan penyatuan nya
Charlie mendorong babe ke dinding sambil mendorong dirinya masuk lebih dalam di bawah sana
Babe hanya bisa memeluk Charlie Agar dirinya tidak jatuh
Bibir mereka bertemu lagi,
"Charlie... Ini sudah dua jam ahh.. apa kau mendengar suara chai?"
"Belum.. aku belum mendengar nya ah... "
"Ahh apa kau belum berniat menyudahi ini ahh..."
"Belum phi... Aku tidak tahu kenapa aku belum Keluar juga"
Charlie kemudian duduk kembali dengan babe yang berada di pangkuannya.
"Bergeraklah phi... Bantu aku"
Ucapnya
Babe pun tersenyum, dia menaiki turunkan tubuhnya dengan cepat
"Ahhh jangan menjepitnya ahh..phi ahh..."
"Yahh aahh itu sangat tepat pada titik nikmatku ahh..mmm Charlie... Hm ah ah..."
"Terus phi... Aku hampir sampai ahh!!"
"Charlie ah aku mau keluar lagi ahhhh Tidak ahh... Dia mau keluarhhh....ah!!"
"Phiii..."
Charlie akhirnya sampai di pelepasannya yang pertama, sedangkan babe walau masih terhitung tapi kali ini cum nya sangat tumpah hingga membasahi dirinya dan tubuh Charlie
"Hah..hah...ha... Charlie sebaiknya kau lihat chaii... Aku khawatir padanya"
"Hah..hah...baiklah phi..."
Charlie melepaskan tautan mereka dan membiarkan babe berbaring sedangkan dirinya membersihkan cairan mereka mengunakan tissue
Lalu memakai pakaiannya dan pergi ke kamar chai.
Saat membuka pintu Charlie melihat chai masih teridtur pulas, sepertinya efek obatnya Memang menyuruh dia untuk istirahat
Charlie mengusap lembut kepala anaknya lalu mengecup lembut keningnya
Dan membenarkan selimutnya.
Setelah itu dia kembali keluar dan menutup pintu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Other Story ( Pitbabe )
خيال (فانتازيا)melanjutkan kisah pitbabe dan kekasihnya charlie.. yang kita anggap mereka akan bahagia karena semua masalah telah selesai. namun ternyata ada begitu banyak hal yang sudah menunggu mereka di masa depan,akankah mereka bisa melewatinya ? bagaimana kel...
