. [DISCLAIMER]
TYPO IS BONUS
HARGAI KARYA SESEORANG..
HOPE YOU LIKE IT AND ENJOY IT
HAPPY READING!!!
No edit... Typo bertebaran
...
Sudah beberapa hari berlalu, Renjun selalu memikirkan obrolannya bersama Jeno waktu itu..
Banyak pertanyaan di kepalanya.
Jeno seperti sengaja menghindarinya, pria itu menolak berbicara dengannya ketika Renjun mulai menanyakan hal yg mengganggunya itu.
Renjun menggigit bibirnya, kemudian ketika ia melihat Mark sedang berjaga di depan rumah, tanpa berpikir panjang ia langsung menghampiri pengawal Jeno itu
"Mark.. " panggil Renjun ketika ia sudah berada di belakang pria itu
Mark menoleh karna panggilan itu, dan membungkuk hormat ketika tahu siapa orang yg memanggilnya itu.
Wajahnya tetap tanpa ekspresi seperti biasanya.
Awalnya Renjun ragu, haruskah ia bertanya pada pria ini
Namun karna rasa penasarannya yg sangat amat besar tak dapat bisa ia bendung lagi, akhirnya Renjun memberanikan dirinya
"Bisakah kita bicara? Ada hal yg ingin aku tanyakan padamu.. " ucap Renjun hati-hati
Mark masih diam, ia sedikit mengkerutkan alisnya karna bingung
Namun ia juga tidak bisa menolak, akhirnya ia mengangguk pelan..
Dan membimbing Renjun menuju kursi di halaman depan itu..
Setelah mereka duduk , Mark memulai pembicaraan lebih dulu
"Apa yg bisa saya bantu Nona? " tanya nya dengan sopan
Renjun menatap Mark dengan penasaran
"Ini tentang Jeno.. Bisakah kau memberitahuku tentang masalalunya? Dia bilang dia bukan putra kandung ayah, apa itu benar? "
Mark terdiam, ia sedikit terkejut
"Nona.. Maafkan saya, saya rasa saya tidak bisa-
" aku mohon Mark.. Tidak ada orang lain yg bisa aku tanya lagi selain kau.. "
Ucap Renjun memohon
"Tapi Nona.. Saya akan lancang jika saya menceritakan tentang Tuan kepada anda" ucap Mark
"Aku mohon... " ucap Renjun memelas ia bahkan hampir meneteskan air matanya karna putus asa
Mark tidak tahan, ia merasa iba pada Renjun, namun di titik lain ia juga merasa bersalah pada Tuannya
Pria itu menghela nafas panjang, ia melirik Renjun kemudian mengangguk pelan
"Baiklah Nona.. Apa yg ingin anda ketahui? " ucap Mark menyerah
Renjun berbinar
"Semua.. Tolong ceritakan semuanya..
Bagaimana Jeno bisa menjadi anak ayahku, dan kenapa aku yg anak kandung ayah malah ia buang..
Dan juga.. Kenapa Jeno bisa menjadi kejam seperti sekarang"
Lagi-lagi Mark menghela nafasnya, ia seperti mempersiapkan dirinya sendiri untuk memceritakan hal itu
"Ceritanya cukup panjang.. " ucap Mark
"Aku bersedia mendengarkan" sanggah Renjun cepat
Mark menganggukan kepalanya mengerti
"Baiklah Nona...
Pada awalnya semua terasa baik-baik saja, saya dan Tuan di besarkan bersama
Saya merupakan anak pegawai keluarga Tuan Jeno..
Kami menjalani kehidupan seperti biasa, saya diperlakukan baik seperti teman dan keluarga oleh Tuan muda dan Tuan besar..
Namun ayah saya selalu mengajarkan saya agar terus patuh dan menjaga Tuan, karna kelak saya yg harus menggantikan ayah saya..
Semua terjadi pada malam itu, tiba-tiba seluruh kawasan rumah Tuan besar gelap..
Saya tidak menyadari apa yg terjadi pada awalnya, saya dan ayah saya kemudian mendengar suara jeritan dan teriakan di rumah itu..
Semua keluarga Tuan ternyata sudah tewas karna suatu pembantaian..
Saya dan ayah saya mencoba melarikan diri namun ayah saya ikut menjadi korban pembantaian itu, seluruh anggota keluarga tewas di tempat kejadian bahkan seluruh pegawai yg bekerja tidak luput dari kebengisan orang-orang kejam itu..
Saya terus berlari dan berlari, pada akhirnya saya bertemu dengan tuan Jeno yg sudah bersembunyi di bawah jendela yg tertutup tirai di lantai bawah..
Beliau mungkin melihat semua yg di lakukan orang-orang itu kepada orang tuanya sama seperti saya.
Saya menyeret Tuan muda dan melarikan diri bersama-sama..
Tidak ada yg selamat dari kejadian malam itu kecuali kami berdua" ucap Mark, pria itu berhenti sejenak seakan mengenang kembali kepaitan itu
KAMU SEDANG MEMBACA
Mysterious,Brother!
Mystery / Thrillerkehidupan Renjun tiba-tiba berubah dalam satu hari,tatkala ia harus menjadi bagian sebuah kluarga yg teramat kaya dan begitu asing baginya.. namun inti dari permasalahannya sekarang bukanlah kluarga barunya melainkan kaka barunya! Renjun selalu mera...
