Banyak typo harap maklum,,,
Lengso memperhatikan beberapa mahasiswa yang lalu lalang di sekitaran kampus nya tapi tak mendapati orang yang di tunggu nya.
"Sialan memang ni orang,,dia yang maksa nganter gue pulang malah dia yang ilang,
Satt,,tukang PHP emang"
Tak lama kemudian datanglah sosok manusia yang dari tadi ditunggu. Dengan menaiki motor gelapnya dan tak lupa juga dengan setelan serba hitam di badannya menghampiri Lengso yang sibuk mengoceh mengutuki dirinya.
Lengso yang melihatnya hanya berdiri sambil menyilangkan tangan dengan tatapan kesalnya,
"Lama kali,, kalo lo gak niat ngantar gak usah maksa orang anjir,,"
"Sorry, gue nganter orang tadi"
Jawab Ohm singkat tanpa melepas helmnya.
"Siapa? pacar lo?"
"Hmm,,"
"Binatang emang lo,,tau gini gue tinggal pulang lo dari tadi"
"Udah selesai kan ributnya,, sekarang lo naik"?
"Huh"
Dengan raut yang terlihat semakin kesal Lengso menatap Ohm yang masih merasa tak bersalah lalu menaiki motornya dengan terpaksa.
"Nih, pakai helm lo"
Dengan tiba-tiba Ohm turun dari motornya lalu menghadap ke arah Lengso duduk dan memasang kan helm tersebut dengan hati-hati, sementara yang dipasang helm terdiam mencerna kejadian manis yang baru saja terjadi. Ohm pun sama, ia tak terbiasa memberikan perhatian langsung kepada seseorang namun entah kenapa tubuh nya lagi-lagi secara spontan tergerak untuk melakukan hal tersebut.
Setelah selesai ohm kembali menaiki motornya dan melajukan motornya nya membelah jalanan kota. Merutuki kejadian bodoh yang baru saja ia lakukan membuat bibir nya tanpa sengaja tersenyum tipis.
"Emmm,,lo ternyata orangnya manis juga ya"
Lengso membuka kata setelah beberapa lama terdiam.
"Kenapa? Lo gak suka?"
Ohm menaikkan alisnya sebelah seraya melirik Lengso melalui spion motor nya.
"Eh, suka kok, cuma aneh aja"
Lengso tertawa canggung, ia masih belum menyadari bahwa ada seseorang yang meliriknya melalui kaca motor.
"Ohm, jangann lupa mobil aku,eh mobil gue udah selesai di perbaiki jadi hari ini gue udh bisa jemput di bengkel"
"Oke "
"Lo tau tempatnya?"
"Tau"
"Em,,oke"
Sebenarnya lengso masih ingin bertanya mengapa Ohm tau tempat bengkel langganan nya, namun ia terlalu malas bertanya ke orang yang udah kembali ke setelah awalnya itu(sok cool).
***
Sementara itu sosok pria sedang menatap geram layar handphone yang menampilkan video Lengso yang kembali dekat dengan orang yang tidak di sukainya.
"Keras kepala emang ni anak"
Tangannya meremat kuat gelas kopi yang berada di tangannya.
Kembali ia hubungi seseorang yang mengirim nya video tersebut
"Awasi terus dia, jangan biarkan orang itu melukainya"
"Siap boss"
Terdengar sahutan patuh dari seberang telepon sana.
Setelah menutup panggilannya, pria itu kembali sibuk dengan tugas yang menumpuk di kantornya.
***
15.20
Ohmleng telah sampai ditempat dimana mobil Lengso di perbaiki,dengan lekas ia mengambil mobilnya yang telah dikeluarkan oleh beberapa pekerja bengkel tersebut,, namun bukannya ia mencoba mobil ia malah membuka joknya,
KAMU SEDANG MEMBACA
BISAKAH KAMU KU PERCAYA?
Fanfictioncerita tentang seorang pria manis bernama Lengso yang baginya larangan adalah perintah hingga membuat sang kakak Force harus ekstra waspada dalam mengawasi sang adik apalagi setelah ia mengetahui bahwa sang adik jatuh hati dengan orang yang menurut...
