Happy Reading!
...
"Rion.. kamu punya perasaan sama aku?"
Deg. 5 kata dan 1 kalimat yang dilontarkan oleh Caine membuat Rion terdiam. Ia gugup, belum terpikirkan bagaimana menjawab pertanyaan dari Caine.
"u-uh.. engga, maksud aku-"
"WOIIII!! KLEAN MAKAN SIANG BERDUA DOANG NGGA NGAJAK KITA YAA!!"
Teriak Souta, dengan Gin dibelakangnya. Selaan Souta menyelamatkan Rion dari pertanyaan Caine, jadi ia menghela nafas lega.
"wih, siniii sinii! kita makan siang rame-rame aja kalo gituu"
Jawab Caine, dengan melambai tangan mengisyaratkan Souta dan Gin untuk mendekat kearahnya.
Souta mengangguk bersemangat, ia berlari kecil lalu duduk disamping Caine. Gin menyusul dan duduk disamping Rion.
"Cainee, tapi aku gabawa makanan.. tapi aku bawa es tehhh!" Ucap Souta, menaruh plastik putih berisi es teh yang ia beli di kantin.
"gua bawa gorengan" Gin juga menaruh plastik bening berisikan aneka gorengan yang ia beli dikantin bersama Souta, sebelum datang ke rooftop untuk menyusul Caine dan Rion.
Caine mengangguk dan tersenyum. Ia lalu dengan cepat mengambilkan nasi dan sayur beserta lauknya kepada Souta dan Gin. Mereka makan siang bersama-sama sambil berbincang-bincang dan bertukar cerita.
.
.
.
Bel pulang sekolah sudah berbunyi. Caine, Gin, dan Souta sudah pulang kerumah masing-masing. Tapi bagaimana dengan Rion?
"ah, bangke. gua males banget pulang kerumah. tapi gimana lagi, gua harus belain mama."
.
.
.
Dengan kecepatan tinggi Rion menuju rumahnya. Rumah yang tidak bisa dipanggil 'Rumah' untuk Rion.
"Ma, Rion pulang.." Ucap Rion sambil menutup pintu lalu menuju ruang keluarga, dimana semuanya berkumpul disana.
"Rion, sini duduk disamping mama.."
Rion mengangguk mengiyakan, ia mendekat dan duduk disamping Mama nya.
"Rion, karna kamu udah ada disini, papa mau langsung ngomong aja ke intinya."
Ucap papa Rion, dibalas dengan anggukan singkat oleh Rion.
"jadi.. papa dan mama sudah memutuskan.. kalo kita akan bercerai."
Dunia Rion serasa berhenti. Ia sudah menduga ini sejak lama, terlihat dari sebagaimana seringnya mereka bertengkar. tapi kenapa secepat ini? Bahkan Rion belum lulus sekolah dan belum melanjutkan bisnis papa nya.
"papa tau, kamu bener-bener bingung sekarang. papa minta maaf, mama kamu udah gabisa percaya lagi sama papa. kita berdua udah cape karena hampir setiap hari kita selalu berantem. kita juga kasian sama kamu.."
KAMU SEDANG MEMBACA
7709
Teen Fiction"Eumm, perasaan tadi aku udah bilang makasih deh. Aku juga udah bilang kalo kamu boleh pergi. Kok kamu masih disini sih?!" Sewot Caine yang terus saja ditatap oleh Rion yang sedang duduk disampingnya. "Suruh siapa jadi orang kok manis banget, kan ja...
