Trio.

875 88 5
                                        

Happy Reading!

••••

"halo semuanya, nama gua Makomi Sinclair. kalian bisa manggil gua dengan sebutan Makomi, atau apapun sesuka kalian. gua anak baru, jadi tolong kerjasamanya selama gua sekolah disini."

Rion yang ternyata berada dikelas yang sama akhirnya menatap Makomi, seseorang yang membuat Caine gemetar saat bertemu dirumahnya tadi pagi. Siapa dia? Apa hubungannya dengan Caine? Apakah ada suatu masalah diantara mereka berdua? Rasa penasaran menghantui Rion sejak pagi tadi.

"buset, gitu amat liatnya, lu kenal ama dia?" Tanya Gin, yang menyadari tatapan melekit milik Rion kepada Makomi yang baru saja masuk dan memperkenalkan diri.

Rion menggeleng, "engga, gua ga kenal dia sama sekali. justru gua penasaran dia tuh siapa."

Gin lantas terkejut, jarang sekali Rion penasaran tentang seseorang yang pertama kali ia lihat.

"hah, yang bener lu. penasaran kenapa?" Tanya Gin, sambil mendekatkan kursinya dengan kursi Rion.


Omong-omong, Gin dan Rion itu satu meja. Sedangkan Souta duduk bersama Garin di meja didepan mereka.

"jadi, tadi pagi gua nganterin Caine balik kerumahnya, karena semalem dia abis nginep dirumah gua. trus, dia ketemu sama si Makomi itu dirumahnya. Caine sempet diem gemeteran gitu pas liat dia, Caine juga nyuruh buat cepet-cepet brangkat sekolah, makanya gua bingung ada hubungan apaan antara Makomi sama Caine. mana dia keliatan deket banget sama neneknya Caine lagi, nyebelin banget." Jawab Rion, sambil menatap Gin yang ikut penasaran dengan kisah mereka.


Mereka akhirnya membicarakan hal ini. Rion juga menceritakan apa saja yang ia lihat tadi pagi. Hingga akhirnya bel berbunyi dua kali, menandakan sudah waktunya istirahat.


Makomi berjalan menyusuri lorong dan melihat sekitar. Tiba-tiba, pandangannya berhenti pada Caine yang berjalan didepannya membawa beberapa buku ditangan mungilnya. Makomi lantas mendekat dan menarik tangan Caine.

"Caine, ikut aku. kita ngomong bentar." Ucap Makomi, Caine sedikit memberontak.

"ah, lepasin. aku mau ke perpus!" Caine tidak mau, tapi Makomi masih memegang tangannya, membawa Caine menuju kamar mandi siswa dilantai itu.

Makomi menahan Caine di tembok. Kedua tangan Makomi menahan bahu Caine. Bahkan beberapa bukunya terjatuh ke lantai.

"gimana, pasti sebelumya kamu udah nyaman banget ya disini? gaada aku, gaada orang-orang yang gangguin kamu. enak banget? sampe kamu jadi berani gini sama aku, hm? padahal, dulu kamu nurut banget sama aku. ga pernah sekalipun ngelawan omongan aku kaya t
gini.."

Caine hanya bisa terdiam. Ia memalingkan wajahnya, tak ingin menatap Makomi yang menatap tajam kearahnya.

"Caine, sekarang aku tanya sama kamu. kamu punya cowo baru, ya? aku liat-liat, kamu deket banget tuh sama yang namanya 'Rion' temen sekelas aku itu. apa hubungan kamu sama dia? kalian udah jadian?" Tanya Makomi, tanpa melepaskan pegangan tangannya pada tangan Caine.

Caine masih menatap kearah lain, "kita.. temenan.."

Makomi terkekeh, "loh, masih temenan ya? kalian deket banget sih, kirain udah pacaran." Ucapnya dengan nada mengejek.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Jul 10, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

7709Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang