Who is he?

1K 108 5
                                        

Happy Reading!

.....

"menurut kamu, rumah ini bagus ngga Caine?" Tanya Rion, setelah selesai memasukan semua barang-barang di mobil kedalam rumah barunya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"menurut kamu, rumah ini bagus ngga Caine?" Tanya Rion, setelah selesai memasukan semua barang-barang di mobil kedalam rumah barunya.

"bagus-bagus aja kok, tapi emangnya rumah ini ngga kegedean buat kamu?" Ucap Caine, sambil mencari posisi ternyaman untuk duduk disofa.

"itu dia, aku juga udah bilang sama papa kalo rumah ini kegedean buat aku. tapi papa bilang gapapa, katanya sekalian buat keluarga aku dimasa depan." Jawab Rion, yang berjalan mendekati Caine dan duduk disampingnya.

"ohh, jadi sekalian kalo besok kamu udah nikah, yaa" Sahut Caine, dibalas anggukan dan senyuman oleh Rion.

Lidah mereka merangkai lembar-lemar cerita, entah itu cerita suka maupun duka. Tanpa sadar, yang awalnya hanya beberapa menit, kini sudah lewat 2 jam.

"astaga, kita keasyikan ngobrol sampe lupa kalo ini udah malem. kamu mandi dulu gih, biar aku yang masak buat makan malem." Ucap Caine, sambil menepuk bahu Rion. Ia beranjak dari sofa, berniat mencari sesuatu dikulkas untuk dimasak.

"ah, gausah. kita pesen online ajaa. lagian kamu pasti juga cape karna bantuin aku dari tadii" Balas Rion, ia menahan tangan Caine agar tidak jadi pergi kedapur.

"hm, yauda deh. sana kamu mandi duluan, nanti aku sehabis kamu. oh iya, aku ga bawa baju ganti, jadi aku mau pinjem baju kam-"

"Caine.. kenapa kita ngga mandi bareng aja?"


"huh?"

Rion berdiri, mengangkat Caine bagaikan pengantin dan membawanya menuju kamar mandi. Bahkan Rion juga melucuti pakaiannya. Kini Caine telanjang bulat didepan nya.

"R-Rion! iihh! gausah buru-buru gitu dongg" Caine menutupi asetnya dengan kedua tangannya. Ia malu, langsung menceburkan diri ke bathtub yang sudah diisi air oleh Rion.

Rion hanya tertawa, ia menganggap tingkah laku Caine itu sangat lucu. Rion juga ikut masuk kedalam bathtub setelah ia melepaskan seluruh pakaiannya.

"Caine, kamu malu? kenapa harus malu, bukannya kita udah pernah saling liat, yaa? saling pegang malahan."

Wajah Caine memerah, ia benar-benar terlihat seperti tomat saat ini. "heh, mulutnyaa!" Caine memukul pelan bahu Rion.

Rion hanya bisa tertawa melihat Caine yang masih merona didepannya. Ia merubah posisi Caine dari yang saling berhadapan menjadi menghadap ke satu arah. Jadi Caine duduk didepan Rion.

Rion menarik tubuh Caine agar ia bersandar ke dada Rion, dan memeluknya.

"Caine.." bisik Rion disamping telinga Caine, dengan suaranya yang berat dan serak itu.

7709Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang