Pindahan?

1K 110 4
                                        

Happy Reading!

•••

Sore itu, Rion memeluk Caine dari belakang

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Sore itu, Rion memeluk Caine dari belakang. Membenamkan wajahnya di tengkuk Caine.

"Rion, kamu kenapaa? semalem kamu bilang mau cerita sama aku.."

Tanya Caine, sambil memegang salah satu tangan Rion. Sementara dibelakang Caine, Rion mengehela nafas sebelum menceritakan semuanya.

"Caine.. mama sama papa aku cerai.. trus aku sempet disuruh milih, mau ikut sama siapa.. mama atau papa.. tapi aku milih buat hidup sendirian.. padahal sebenernya, aku ngerasa kesepian kalo aku sendirian.. tapi disisi lain, aku juga ngerasa lega, karena aku ga perlu liat mereka berantem lagi tiap hari.. karena aku juga cape.."

Caine hanya diam, ia mendengarkan dengan seksama cerita Rion. Caine mengelus punggung tangan Rion yang memeluknya.

"kalo kamu kesepian, kamu tinggal cari aku, kan? kamu bisa mampir ke rumah aku, kita juga bisa main tiap hari.. aku ngehargain pilihan kamu buat hidup sendirian. tapii, mentang-mentang mama sama papa kamu udah gabisa merhatiin kamu lagi, kamu jangan jadi orang yang sembrono yaa! kamu harus tetep jadi Rion yang aku kenaall! kamu boleh cape kok, kamu juga boleh istirahat.. tapi kamu gaboleh berubah.."

Mendengar ucapan Caine, Rion mengangguk paham. Ia memeluk Caine erat-erat, seakan merasa takut jika ia kehilangan 'rumah' nya.

"Caine.. makasi ya.. dan aku juga minta maaf.." Ucap Rion tiba-tiba, membuat Caine merasa bingung.

"minta maaf buat apa?"

"aku minta maaf karena aku ngga jujur sama kamu."

"maksudnya?"

"sebenernya, dari awal kita ketemu, aku udah jatuh cinta sama kamu. tapi aku baru sadar belum lama ini. aku pengen ngakuin perasaan aku ke kamu, tapi gara-gara kemaren kamu bilang kalo aku ini 'temen' yang baik buat kamu, aku jadi takut buat ngomong. aku takut kamu cuma nganggep aku sebatas jadi temen kamu.."

Ucap Rion, Caine benar-benar terdiam mendengar hal itu.

"Caine.. aku sayang banget sama kamu. kita emang kenal belum lama ini, tapi aku ngerasa nyaman ketika aku bareng sama kamu. kamu selalu dengerin aku, kamu ngga pernah nyalahin aku. aku gatahan kalo harus mendem ini lama-lama. aku takut keduluan sama orang lain.. aku takut kamu pergi sama orang lain, trus kamu ninggalin aku.. aku takut aku gabisa deket sama kamu kaya gini.. aku takut aku gabisa meluk kamu kaya gini pas aku lagi cape dan butuh kamu.. aku takut kesepian, Caine.. sakitnya aku emang ngga seberapa dibanding kamu yang kehilangan orang tua kamu buat selama lamanya.. tapi aku tetep gakuat kalo harus hadepin ini sendirian.." Lanjut Rion.

Caine membalikkan tubuhnya, menghadap Rion, menatap matanya, memegang kedua sisi pipinya, dan tersenyum.

"Rion, kita sama-sama ngerasa sakit karena keluarga kita. gaada yang lebih sakit, kita berdua sama sakitnya." Balas Caine terhadap ucapan Rion.

"maafin aku karena selalu ngeliatin sisi lemah aku ke kamu, Caine.. padahal aku pengen keren dihadapan kamu.." Ucap Rion.

Caine memeluk Rion, mengelus pelan kepalanya. "ga perlu, Rion. mau gimanapun kamu, kamu tetep Rion yang aku kenal.. jadi kamu jangan berubah, ya?"

.

.

.

.

Setelah pulang kerumah masing-masing, Caine merenung dibalkon kamarnya. Memikirkan kata-kata Rion.

"Rion.. suka sama aku..? huuftt..."

Caine mengacak-acak rambutnya.

"kenapa.. padahal aku benar-benar pengen dia jadi temen baik aku.. kenapa harus ada rasa kaya gini.. aku gamau.. tapi aku gamau pisah sama Rion..."

Semalaman, Caine dibuat overthinking oleh Rion.

.

.

.

Dalam perjalanan menuju sekolah. Mereka berbicang diatas motor milik Rion.

"Caine."

"hum? kenapa?"

"pulang sekolah nanti, kamu mau temenin aku beres-beres buat kerumah baru, ngga? ada Gin sama Souta juga.."

"loh, secepet ini? padahal baru kemaren kamu bilang ke aku.."

"yaa, aku emang bilang ke papa buat nyari rumah baru buat aku secepatnya.. aku juga ngga expect bakal secepet ini.. jadi gimana, kamu mau ikut?"

"boleh, nanti pulang sekolah kerumah kamu ajaa"

"okaayyy"

.

.

.

Sesampainya dirumah Rion, mereka berempat bekerjasama memindahkan barang barang Rion ke mobil. Dibantu bapak security yang ada dirumah Rion.

"Mas Rion, ini semuanya udah selesai diangkut ke mobil. kalo gitu saya izin balik ke pos buat lanjut jaga, Mas." Ucap security itu kepada Rion.

"iya Pak, makasih yaa" Jawab Rion, dibalas dengan anggukan dan salam sebelum security itu pergi.

"Yon, gua sama Souta juga pergi duluan ya. tadi gua bilang mau bantu lu, tapi gua cuman bisa bantu segini. maaf yaa" Ucap Gin, disusul Souta.

"iya Yonn, gua ama gin mau nyari bahan buat tugas prakarya dari pak sui. duluan yaa Yonn, Caineee!!"  Ucap Souta sambil melambaikan tangan. bersama Gin, mulai menjauh dari rumah Rion.

Disana hanya ada Rion dan Caine. Hanya mereka berdua.


"tinggal kita ya, Caine. mau berangkat kerumah baru sekarang?" Tanya Rion, sambil menjulurkan tangannya. mengajak Caine untuk bergandengan tangan.


Caine mengangguk, ia menerima tawaran Rion untuk bergandengan tangan.


"ayo, sekarang aja. takutnya nanti keburu malem" Ucapnya, dibalas senyuman manis oleh Rion.


"let's go!"

••••









7709Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang