Happy Reading...
Sekarang ini mereka sedang menikmati waktu bersama dengan memainkan beberapa permainan, seperti catur, uno, dan ada juga yang bermain game online.
"Yash! Fu*k!!"
"Seo Haechan... " panggilan dari sahabatnya segera menyadarkan Haechan yang baru saja mengumpat itu, walaupun tadi sempat mengumpati Mark, itu masih biasa, tapi kalo ini?
"Hihihi... Sowwyy"
Mereka yang melihat wajah menggemaskan Haechan ini jadi tidak tega untuk memarahinya, merekapun hanya bisa menghela nafas saja.
"Huh.... Tapi jangan diulangi lagi ya chani.. " ucap peringatan dari Renjun.
"Owkiee injunnieee... " jawab Haechan seraya mengangkat jempolnya 👍🏻
"Kalian nanti sibuk nggak? " tanya Haechan, dan dibalas dengan gelengan kepala.
"Kita BBQ an mau nggak? " tanyanya sekali lagi.
"Bisa aja sih, yaudah kita belanja apa aja keperluannya sekarang aja" jawab Jaemin dan diangguki yang lain.
Mereka pun beranjak menuju supermarket untuk berbelanja kebutuhan untuk membuat BBQ dan yang lainnya.
Skip......
Sesampainya mereka di minimarket.
"Lah ini napa pada ikut semua sih?! " tanya Haechan kesal.
Kenapa ia baru sadar jika mereka semua ikut ya..
"Kan kita mau belanja nanti kalo ada yang gk kebawa kan" ucap Jaemin menjelaskan.
"Aishhh!! Ya kalo semuanya ikut kelamaan lah, siapa yang nyiapin di basecamp coba" ucap Haechan
"Ya kan nanti bisa disiapin nya Hyung" jawab Jisung.
"Kalo nanti yang ada kita malah kelamaan, gini aja deh Nono, Icung, sama melk balik lagi, sisanya tetap ikut aku cari bahan-bahannya" jelas Haechan.
Mark, Jeno, dan Jisung akhirnya mengangguk paham dan segera beranjak untuk pulang kembali ke basecamp.
"Icung bentar, sini dulu" panggil Haechan.
"Iya Hyung"
"Mana kunci mobilnya mau ku pakai, nanti kau bareng melk atau Nono terserah"
Jisung yang mendengar ucapan Haechan pun segera memberikan kunci mobilnya untuk dipakai kesayangannya ini.
"Ini Hyung"
"Oke makasih, nanti siapin kayu bakar juga ya biar kita ada api unggun nya gitu" pinta Haechan yang di angguki ketiganya.
Keempatnya pun memulai berbelanja apa saja yang diperlukan.
Disisi Mark, Jeno, dan Jisung...
"Oke ni kayu siapa yang potong? " tanya Jeno.
"Ya lo lah sapa lagi, disini yang badannya gede kek hulk ya cuma elu" jawab Mark.
"Wehhh, perkara badan doang masa disuruh yang ginian"keluh Jeno
" ya percuma lah punya otot gede kalo kagak dimanfaatin dengan baik dan bijak"ucap Mark memberi petuah yang menurutnya benar.
"Heh monyet, lo juga punya otot gede juga yak!! "
"Yaelah tinggal ambil kayu sama tinggal di bacok aja ribet amat, situ seme pa bukan? " ejek Jisung.
"Sialan!!, yaudah kota gantian aja lo duluan Jen, setelah itu baru gue" final Mark.
Jeno yang mendengarnya hanya memutar bola matanya malas, tetapi tetap melakukan perintah Mark.
Sudahlah mari kita tinggalkan mereka semua terlebih dahulu.
Kita kasih semangat aja lah ya....
Semangat!! 😂
Skip///.....
Disisi Haechan, Chenle, Jaemin, dan Renjun..
Sesampainya di basecamp, mereka menata semua belanjaannya di meja makan.
"Channie Hyung"
"Hmm.... Wae? " jawab Haechan.
"Itu udah selesai semua Hyung" ujar Jisung sambil menunjuk ke halaman belakang yang dimana disana terdapat Mark serta Jeno yang sepertinya baru saja selesai menata alat pemanggang untuk memanggang daging, beberapa kursi, dan satu meja panjang, serta kayu untuk api unggun.
"Ouh... Bagus deh" Jisung tersenyum mendengarkan pujian dari Haechan.
Walaupun iya tidak banyak membantu sih.. Tapi kan Haechan nya nggak tau😁
(Jadi jangan kasih tau Haechan ya... )
"Eum... Mumpung ini udah sore aku mau mandi deh, kalian juga nanti mandi juga, aku nggak mau ya kalo kalian semua pada bau 💩 karna nggak mandi" ujar Haechan seraya akan beranjak menuju kamarnya.
"Yaudah sekalian aja nggak sih,, itung-itung hemat air" ucap Jaemin seraya menaik turunkan alisnya menggoda Haechan.
"Na Jaemin.... Kau mau mati sekarang hah!? " kesal Haechan.
Jaemin hanya tertawa menanggapi ucapan Haechan.
"Lah, tapi bener lo Channie sayang, biar kita nggak buang-buang air banyak. Listrik sekarang mahal btw" ucap Jaemin.
"Plis deh na.. Jangan kayak orang miskin yang nggak mampu beli Listrik, kalo lo nggak mau bayar yaudah gue aja yang bayar gitu aja susah banget" kesal Haechan.
"Tap-" "APA!! MASIH NGEYEL LAGI LU TUH NAPA SIH ANJING!! BIKIN KESEL GUE AJA!! " potong Haechan kesal.
"Chan, tu mulut-" "NAPA MULUT-MULUT GUE SITU SIAPA NGATUR HAH! " potong nya kembali.
Hmmm... Beruang kita majuk...
Kalo gini kan mereka udah nggak ada yang berani membuka suaranya, bahkan bernafas saja mungkin akan salah nantinya dimata Haechan.
P.
P.
P.
Halo....
Aku kembali zeyyenggg...
Janlup vote dan komen ya...
Supaya nih cerita ada kenaikannya oke...
Tinggalin jejak kalian biar aku tau kalo kalian hidup..
Anjay canda bosss..
Yaudah aku pamit undur-undur dulu
Babayyyy
KAMU SEDANG MEMBACA
My friends' obsession
FantasyKetika dimana yang awalnya sahabat sejati berubah dikarenakan ke empat sahabatnya terobsesi dengannya. Ditambah kedua orang yang telah menolongnya ikut terobsesi dengannya juga.
