HAPPY REANDING....
´・ᴗ・'
"Nikah mata lo" Kesal Latte lalu meninggalkan Diego disana dan juga membawa Cia di gendongannya
Disisi lain keluarga berasar Yuanda sedang menunggu anggota keluarga yang belum datang dan hampir setengah menit mereka hanya melihat Elzio sendiri yang menghampiri mereka
"Latte mana dek, katanya ikut kita pulang" Tanya kenzo yang tidak melihat Latte disekitar Elzio sekarang
"Kak Latte nanti pulangnya katanya ada urusan tadi jadi kita disuruh duluan" Jelas Elzio jika Latte harus. Mendadak pergi jadi tidak bisa pulang bersama mereka
"Apa bocah itu ikut" Tanya Davian apa orang yang mengikuti anak perempuannya itu ikut
"Bang Diego maksudnya" Apakah yang dimaksud sang daddy adalah Diego
"Ya siapa lagi kalau bukan dia" Sahut Varro siapa lagi jika bukan Diego yang selalu mengikuti Latte
"Hm ikut dia, kalau enggak meriang entar" Elzio tau watak Diego jika berjauhan dengan orang yang dia sayang akan membuat lelaki itu sedikit gila
"Yasudah kita pulang sekarang" Ajak opa Gio mengajak anak cucu untuk pulang ke mansion sebelum memulai debat karena mencium bau amarah karena Elzio membiarkan Latte pergi bersama Diego
"Kamu pulang sama abang" Suruh Leon agar Elzio pulang bersamanya Elzio hanya mengaggukan kepalanya saja tanpa tau mau kemana dirinya dibawa
"Kalian pulang dulu saja Leon matteo sama Elzio ada urusan sebentar" Ucap Leon agar keluarganya pulang terlebih dahulu
"Mau kemana kalian" Tanya Arthur mau kemanakah mereka akan pergi di saat pagi-pagi sekali
"Kepo banget sih, ayo bang" Elzio menarik Leon. Mereka melihat punggung Leon,matteo dan Elzio mulai menghilang dan akhirnya juga ikut meninggalkan tempat itu
"Biarkan saja, lebih baik kita pulang"
°°°°°°
"Diego gue mau pulang" Sejak tadi Latte meminta Diego untuk mengantarnya pulang tapi selalu ditolak
"Enggak lo tinggal sama gue" Dan lagi-lagi Diego menolak lagi dan membuat Latte lelah
"Mama" Panggilan itu membuat kedua orang dewasa yang sedang berdebat berhenti
"Ada apa sayang Cia" Latte langsung mengubah mimik wajahnya dan menyapa lembut Cia
"Mau peluk mama" Gumam Cia yang masih terdengar oleh Latte
"Sini" Latte membuka tangannya agar Cia masuk kedalam pelukannya melihat itu Diego mendekatkan diri ke Latte
"Mau ngapain lo" Tanya Latte saat Diego juga mendekatinya tanpa menjawab Diego memeluknya
"Lepasin Diego" Latte berusaha untuk melepaskan pelukan Diego tapi cukup sulit karena pelukan itu sangan erat
"Enggak saya sudah nyaman" Diego nyaman dengan pelukan itu dan tidak ingin melepaskannya
"Tapi gue enggak" Jujur saja Latte tidak nyaman dengan ini
"Papa ngapain peluk mama" Heran Cia kenapa sang papi juga ikut memeluk maminya
"Emang papa enggak boleh peluk mama" Tanya Diego apa sang putri tidak suka jika dirinya memeluk Latte
"Enggak mama milik Cia, jadi papi enggak boleh peluk" Cia mempererat Pelukannya ke arah sang mama. Setelah itu Diego melepaskan pelukan itu membuat Latte sedikit lega
"Tuan sudah sampai"
•••••••••
"Bang pulang yuk" Rengek Elzio sambil menarik ujung pakaian leon tapi di Acuhkan oleh Leon
"Yaelah dek baru juga sampai" Matteo yang melihat Elzio yang dari tadi selalu meminta untuk pulang membuat dirinya sedikit kesal
"Males banget tau, rasanya pengen peluk cewek" Canda Elzio rasanya ingin pulang dan memeluk cewek
"Bercanda elah, maksud El mau peluk mommy mana berani El kaya gitu" Panik Elzio saat melihat kedua abangnya menatap dia abangnya dengan tajam
"Kan tadi udah ketemu dek" heran Matteo bukanlah mereka baru saja pisah saat di hotel tadi dan Elzio ingin bertemu mommy lagi
"Ihh bang ayo pulang" Lagi-lagi Elzio membujuk lagi kali ini sambil menggoyangkan lengan Leon
"Oke tapi sebentar lagi kita selesaikan ini dulu" Kali ini Leon buka suara dan menjanjikan jika sebentar lagi mereka pulang
"Lamaa" Rengek Elzio pasti nerela akan lama nantinya
"Dek, kalau tidak cepat diselesaikan akan buang buang waktu nantinya" Ucap Leon sambil mengusap rambut Elzio
"Okee deh" Oke kali ini Elzio akan mengalah pada kedua abangnya itu dan kembali fokus ke obrolan mereka yang awal
••••••
"Mommy" Teriak Elzio dan berlari kearah pelukan sang mommy
"Elzio udah pulang?" Tanya Vania sambil membelai rambut sang anak bungsu yang masih nyaman di pelukanya
"Belum ini masih arwahnya" Kesal Elzio jelas-jelas dirinya kenapa masih bertanya lagi
"Iya mom salah bertanya, sekarang Kalian mandi dan setelah itu turun untuk makan malam" Suruh vania agar anak-anak membersihkan diri meraka terlebih dahulu
"Iya mom" Elzio melepaskan pelukannya dan pergi kekamar miliknya sebelum pergi elzio tidak lupa mencium pipi sang mommy begitu pula Leon
"Mama mana mom?" Matteo tidak melihat sang ibu di pengelihatannya sendari tadi
"Mamamu ada dapur ini mom mau kesana" Vania memberi tau jika Darasa berada di dapur jadi vania menyusul kedapur
"Kalau gitu Matteo ikut kedapur mau ketemu mama" Matteo pergi kedapur bersama sang mommy
"Mama" Panggil Matteo membuat orang yang terpanggil menoleh kearahnya
"Kamu sudah pulang?" Tanya Darasa kapan putranya pulang dirinya tidak tau kapan sampainya
"Iya baru sampai" Matteo jika dirinya baru saja sampai dan langsung menghampiri sang mama
"Terus ngapain kesini bukannya mandi" Kenapa Matteo malah kemari bukannya pergi ke kamarnya
"Kan mau ketemu mama dulu"
"Sekarang sudah ketemu jadi pergi ke kamar dan mandilah bau tau" Suruh sang mama agar Matteo pergi mandi
"Tadi ku suruh mandi katanya mau ketemu kamu padahal itu badannya sudah bau" Ucap vania jika tadi dia sudah menyuruh Matteo untuk mandi dahulu
"Teo enggak bau ini masih wangi" Kesal Matteo karena dua wanita didepannya ini
"Kalau begitu Matteo keatas" Matteo mencium pipi keduanya sebelum pergi
"Mommy Lette pulangg"
TBC
KAMU SEDANG MEMBACA
Elzio magani
FanfictionElzio magani Y yang sejak kecil tinggal di panti dari dirinya kecil samapi umurnya 16 tahun dan akhirnya Elzio bertemu keluarga kandungnya Mengingatkan Banyak Typo Bersebaran ☑ Cerita ini murni dari pikiran sendiri ☑ Selamat membaca semoga kalian su...
