Besoknya Baiti sudah bersiap-siap untuk pergi ke nikahan sahabat nya. Dia pergi lebih awal dari Gus Alvian karena ingin melihat ijab qobul nya.
Dia memakai moge nya untuk kesana. Sesampainya di sana dia masuk ke ruang rias pengantin. Pernikahan di laksanakan di hotel bintang lima.
Siang ini akadnya akan di mulai dengan adanya wali dan saksi. Baiti merekam akad tersebut.
"Wahai Diky Aldebaran, saya nikahkan engkau dengan putri ku Raisa Afrina bin Ahmad Zaid dengan maskawin rumah satu unit, mobil satu, emas 50 gram dan seperangkat alat sholat di bayar tunai"
"Saya terima nikah dan kawinnya Raisa Afrina bin Ahmad Zaid dengan maskawin tersebut di bayar tunai!"ucap Diky dengan sekali tarikan nafas.
"Sah?"
"SAH!"
"Alhamdulillah"
Semua orang dua keluarga itu senang. Karena telah menikah kan kedua anak mereka.
Baiti menghampiri pengantin wanita di dalam kamar. Terlihat pengantin wanita sudah terbalut dengan gaun yang cantik dan di rias sedemikian rupa. Raisa menangis terharu, Sekarang dia sudah menjadi istri orang dan harus menjalankan kewajiban nya sebagai istri.
Baiti dan sahabatnya memeluk Raisa.
"Makasih banyak ya kalian mau jadi teman aku" ucap Raisa sambil mengusap air matanya.
"Sama sama, kamu juga udah jadi teman baik kami. Malahan udah kami anggap sebagai sahabat" ucap Dara dan di angguki semuanya.
"Udah ah nangis nya nanti cantik nya ilang" ujar Risa.
"Ayo ke pelaminan, suami nya udah nunggu tuh" kata Baiti.
Semuanya keluar dari kamar. Baiti dan Kurnia berada di samping Raisa dan yang lainnya di belakang menaburkan bunga bunga.
Sesampainya di pelaminan Raisa menyalami tangan Diky. Dan Diky pun mencium kening Raisa lalu membaca doa.
Tak terasa sekarang sudah malam,banyak kerabat" dan juga rekan bisnis yang berdatangan. Gus Alvian dan orang tua nya sudah datang. Gus Alvian bercengkrama dengan Diky dan keluarga Diky.
Baiti dan sahabatnya sedang mengambil beberapa cemilan dan minuman yang tersedia di meja.
"Bai" panggil Raisa.
"Hm?" Jawab Baiti yang masih minum.
"Emm... Karina mana?" Tanya Raisa.
"Gak tau" sedari tadi pun Baiti juga mencari keberadaan Karina.
'eh sa liat deh,cowok yang baru masuk itu, ganteng gak?'
'lebih ke cantik gak sih'
'kayak nya cantik+ganteng itu sa'
'iya kan!'
Baiti dan sahabatnya mendengar bisikan itu dari meja di sebelah mereka. Mereka melihat ke arah pintu dan melihat orang yang dibisikkin oleh meja sebelah.
Orang itu mengarah ke mereka, Baiti dan sahabatnya tidak peduli akan hal itu nanti di kira ke ge eran di datangi. Sedangkan orang yang di meja sebelah sudah histeris.
Orang itu berhenti pas di depan Baiti. Baiti yang menyadari itu hanya menatap dengan raut wajah dingin.
"Kak Baiti" panggil nya. Baiti merasa familiar dengan suaranya, setelah diamati wajahnya Baiti tau kalau itu adalah Karina.
Dia merentangkan tangannya menyuruh Karina untuk memeluknya. Karina memeluk nya dengan erat melepas rindu.
"Maaf" ucap Baiti setelah melepaskan pelukan itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Al Dan Bai
Teen FictionSeorang Gus yg dijodohkan dengan ketua geng motor. Tanpa Gus sadari bahwa geng motor itu bukanlah geng motor sembarangan. Seorang ketua geng motor yg duduk di bangku SMA hanya karena memiliki tugas dia dan sahabatnya harus kembali lagi duduk di ban...
