Bab 26

4 1 0
                                        

Dua hari setelah malam yang indah itu, kini mereka sudah lebih dekat dari dulu. Mereka selalu tak terpisahkan selama dua hari, ya walaupun hubungan mereka belum ada yang mengetahui nya di pesantren.

Kini Gus Alvian ingin pergi keluar untuk melihat lihat restoran barunya, sebelum pergi dia terlebih dahulu berpamitan dengan Baiti.

"Sayang, aku pergi kerja dulu ya"

"Iya mas, kamu hati hati di jalan dan jaga hatinya juga biar gak genit sama cewek lain." Ujar Baiti dibarengi dengan kekehan kecil.

"Aku mah setia orang nya, ya kali aku genit sama cewek lain sedangkan yang di rumah lebih menggoda" kata Gus Alvian sambil tertawa kecil.

Pipi Baiti bersemu dengan ucapan Gus Alvian " udah ah sana pergi"

"Ngusir nih ceritanya?"

Baiti menatap tajam Gus Alvian.

"Iya iya ini saya pergi, assalamualaikum" salam Gus Alvian.

"Waalaikumussalam"

Setelah kepergian Gus Alvian kini Baiti melanjutkan aktivitas nya seperti santri lain. Kini teman di pesantren nya hanya Ning Razeina saja karna yang lain udah pergi.

Tiba-tiba ponselnya bergetar, dia pergi menjauh dari kerumunan santriwati agar lebih leluasa untuk melihat pesan tersebut.

+621302

Hai apa kabarnya nih?
Sehat gak lo?

Anda

Lo siapa? Jangan sok kenal deh

+621302

Haha...masa lo lupa sama gue

Anda

Emang lo siapa sih?

+621302

Lo gak perlu tau
Yg lo boleh tau adalah waktunya

Anda

Ha? Maksudnya? 

Terlihat pesan Baiti hanya centang satu yang tandanya bahwa nomor nya telah di blokir.

"Apaan sih, gaje banget" gumam Baiti.

Entah kenapa tiba-tiba saja dia rindu akan rumah Bundanya. Baiti meminta izin terlebih dahulu ke suaminya dan ke pengawas pesantren untuk keluar sebentar.

Entah kenapa akhir akhir ini banyak yang menggosipkan dirinya, yah walaupun dia tidak perduli juga.

Baiti keluar dari pesantren dan mengambil moge nya di depan pesantren. Setelah itu dia melajukan motornya.

Sebelum kerumah bunda nya dia terlebih dahulu membeli makanan untuk orang rumah. Sekarang jam 13.00 tapi hari masih sedikit mendung.

Sesampainya di depan pintu rumah dia mendengar suara aneh.

'Pak lepaskan saya'

Al Dan Bai Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang