Tanpa sepengetahuan keluarga dan kekasihnya, Taehyung kembali menemui Yeonjun—anak yang terus menghantui pikirannya akhir-akhir ini. Anak kecil itu terlalu mirip... terlalu dekat dengan sesuatu yang tak berani ia akui. Diam-diam, ia mengikuti kata hatinya.
Adik tingkat yang selama ini menjaga Yeonjun akhirnya memperbolehkan mereka bertemu, meski dengan banyak syarat dan pertimbangan. Sudah beberapa hari Taehyung mencoba mendekati Yeonjun—mengajaknya bermain ke taman, ke time zone, hingga sekadar membelikannya makanan ringan yang disukai anak-anak.
Hari ini, Yeonjun tertidur pulas di pangkuannya. Dan Taehyung hanya bisa menatap wajah mungil itu dengan dada sesak.
Tes DNA itu... hasilnya 99,9%.
Anak ini adalah darah dagingnya. Bukti tak lagi bisa dipungkiri.
Tapi kenapa hatinya masih belum siap?
Kenapa otaknya menolak sesuatu yang hatinya yakini sejak lama?
Ia hanya 22 tahun, masih berstatus mahasiswa. Dan anak ini... anak berusia lima tahun ini... adalah anaknya—kemungkinan besar bersama Jungkook, orang yang dulu begitu nekat masuk ke hidupnya.
Ingatannya kembali ke masa SMA, saat pertama kali bertemu Jungkook—anak baru yang aneh, polos, dan terlalu berani. Cowok dengan gigi kelinci itu menyatakan cinta di pertemuan pertama.
Taehyung sempat tertawa waktu itu. Mana ada orang jatuh cinta cuma karena lihat wajah?
Tapi Jungkook tetap menempel padanya setiap hari, tanpa malu, tanpa menyerah. Semua orang satu sekolah tahu. Bahkan ada yang bilang Jungkook itu "nggak tau malu."
Dan Taehyung pun melakukan segala cara untuk menolak: bersikap dingin, ketus, menghindar... Tapi Jungkook tetap datang, dengan tatapan yang sama.
"Gue udah lama nyari lo. Yakali lepas gitu aja... hehe."
Namun, semuanya berubah. Beberapa minggu sebelum ujian akhir SMA, Jungkook tiba-tiba menghilang. Tidak ikut ujian. Tidak hadir di kelulusan. Ada yang bilang ia sakit dan ikut ujian mandiri. Tapi tidak ada kejelasan.
Sampai suatu malam, sekitar setahun kemudian—Taehyung melihatnya lagi.
Di depan apartemen kakaknya. Jungkook muncul dalam kondisi kacau. Pakaian lusuh, tangan menggendong bayi dalam bedongan, wajahnya pucat, napasnya terengah. Ia terlihat seperti sedang melarikan diri dari sesuatu.
Taehyung terdiam di balkon lantai atas. Terlalu syok untuk bereaksi.
Dan ketika hendak berteriak, Jungkook sudah menghilang dalam gelap.
"Jadi... dia menghilang karena punya bayi?"
Itulah satu-satunya penjelasan yang sempat ada di kepala Taehyung selama bertahun-tahun.
Hingga takdir mempertemukan mereka kembali... di bangku kuliah, dengan jurusan yang sama, angkatan yang sama. Taehyung tak pernah bertanya tentang malam itu. Ia memilih bersikap masa bodoh.
Dan Jungkook, seperti tak terjadi apa-apa, kembali mengusik dunianya.
-
Hari ini seharusnya menjadi hari paling bahagia. Hari yang sudah dipersiapkan keluarga mereka selama berbulan-bulan. Hari pertunangan.
Eunha terlihat sangat cantik dengan dress putih yang mengalir lembut mengikuti langkahnya. Senyumnya mengembang, mata berbinar penuh cinta. Taehyung berdiri di sampingnya, mengenakan kemeja senada—putih bersih, seperti ingin memantulkan harapan.
Tapi dalam hatinya, badai tak kunjung reda.
Pertunangan ini tak bisa ditunda. Tak bisa dibatalkan.
Meski pikirannya terus memutar ulang nama kecil itu... Yeonjun.
Taehyung menggenggam jemari Eunha, tapi perasaannya kosong.
Bukan karena ia tidak mencintainya. Ia mencintai Eunha.
Namun di sisi lain, ada anak kecil yang terus menghantuinya.
KAMU SEDANG MEMBACA
For Taehyung (VKOOK)✅
FanfictionWARMING (INI CERITA GANTI GENRE GS KE BL YAA, kalo ada typo mohon maaf, kalian bisa komentar) BOYS LOVE (END) Saat sebuah rahasia menjadi alasan untuk berjuang. Itulah yang Jungkook lakukan agar kembali pada 'dia'. Hidup yang tidak biasa dan dipenuh...
