Chapter 32

548 38 5
                                        

Happy Reading

***

Ruangan ICU VIP itu tenang. Hanya suara alat bantu pernapasan dan detak monitor jantung yang terdengar. Namjoon terbaring di tempat tidur, tubuhnya dipenuhi kabel infus dan perban di bagian bahu kirinya. Matanya terbuka sayu, namun sorotnya kembali hidup.

Teman-temanya baru saja pulang setelah menjengguknya. Keluarganya juga masih diperjalanan menuju ke Seoul dari pulau Jeju. Dia sendiri sekarang. Menginggat kembali bagian potongan scane film, kejadian semalam yang penuh kenekatan. Namun, tidak membuakan hasil sama sekali. Malah mengorbankan teman-teman mereka terluka, termasuk dirinya.

Pintu ruangan diketuk lembut.

Chanyeol masuk lebih dulu, menunduk hormat, lalu disusul Baekhyun dan Taehyung. Di belakang mereka, Seokjin melangkah pelan. Langkahnya ragu, namun tatapannya mantap.

Namjoon terkejut. "Jin...?"

Seokjin berhenti di sisi tempat tidur. Taehyung berdiri di sudut ruangan, matanya mengawasi penuh curiga, tapi tidak berkata apa pun.

"Namjoon..." suara Seokjin pelan, namun jernih. "Aku senang kau sadar."

Namjoon tersenyum kecil, meski jelas menahan rasa sakit. "Aku... aku pikir aku tidak akan bisa lihat wajahmu lagi."

Seokjin menelan ludah. Jemarinya menggenggam lengan ibunya erat.

Baekhyun maju satu langkah, menyentuh punggung anaknya lembut. "Katakan padanya, Nak."

Seokjin menarik napas dalam-dalam. Ia lalu menatap Namjoon dengan mata yang mulai berkaca-kaca.

"Namjoon... Aku hamil."

Suasana ruangan seketika hening.

Namjoon membuka mulut, namun tak ada suara yang keluar.

"Anak ini... anakmu," lanjut Seokjin. "Dan aku nggak akan menyembunyikannya lagi."

"Jin... kau serius?" gumam Namjoon, tak percaya.

Chanyeol menunduk. Baekhyun menghela napas lega, akhirnya pengakuan itu terucap. Taehyung menatap tajam, namun tetap diam.

Seokjin mengangguk pelan. "Aku nggak tahu akan sekuat apa menjadi orang tua. Tapi yang aku tahu... aku nggak akan pernah menyesali kehadiran anak ini."

Namjoon menggigit bibirnya, air mata mengalir perlahan di sudut matanya. Ia ingin memeluk tubuh kekasihnya, tapi tubuhnya belum bisa bebas bergerak. "Maafkan aku... karena nggak menyadari perubahanmu sama sekali, dan sibuk dengan urusanku . Membiarkan kau sendiri..."

"Sekarang kau nggak  sendiri lagi," ujar Seokjin pelan. "Aku pun nggak sendiri."

Namjoon mencoba mengangkat tangannya. Seokjin langsung meraihnya, menggenggam erat.

"Kalau kau masih mau menjadi bagian dari hidupku... hidup kami... maka buktikan," ujar Seokjin, suaranya gemetar. "Aku tak butuh janji-janji. Aku butuh ketulusan."

Namjoon mengangguk, dengan sisa tenaga yang ia miliki. "Aku akan berjuang, Jin. Untukmu... dan anak kita."

Tangis pelan terdengar dari Baekhyun, yang kini memeluk Chanyeol.

Taehyung melangkah maju, menatap Namjoon dalam-dalam. "Kalau kau sakiti Jin Hyung ... aku yang akan datang pertama kali. Bukan untuk bicara, tapi untuk menghabisi."

Namjoon tersenyum kecil. "Kau punya hak penuh untuk itu, Tae."

Seokjin menunduk, menyeka air matanya. "Terima kasih sudah tetap hidup..."

Tangis perlahan mereda. Seokjin masih menggenggam tangan Namjoon erat, dan untuk pertama kalinya dalam berbulan-bulan, Namjoon merasa hangat di balik rasa sakit yang masih menyelimuti sekujur tubuhnya.

For Taehyung (VKOOK)✅Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang